Loading...

Pemanfaatan Petisida Organik Pada Tanaman Sayur-sayuran

Pemanfaatan  Petisida Organik Pada Tanaman  Sayur-sayuran
PEMANFAATAN PETISIDA ORGANIK PADA TANAMAN SAYUR-SAYURAN Oleh : Paulus Anda Ritta, S.TP. BPP Moramo Pengunaan petisida tujuannya untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Pengunaan petisida khususnya petisida sintesis (kimia memberikan keuntungan secara ekonomi, namun dapat mendatangkan kerugian diantaranya adalah residu yang tertinggal tidak hanya pada tanaman, tapi juga air, tanah dan udara, dan pengunaan terus-menerus akan mengakibatkan efek resintensi dari berbagai jenis hama Gambar: Hama tanaman Sayuran Pengunaan petisida kimia diuslensi telah memusnakan jenis hama dan agens pengendalian hayati. Oleh karena itu diperlukan penganti, yaitu petisida yang ramah lingkungan. Satu alternatif pilihan adalah pengunaan petisida hayati yang berasal dari tumbuhan. Petisida nabati adalah salah satu dari tumbuhan, Tumbuhan yang mempunyai bahan aktif yang berfungsi sebagai alat pertahanan alami terhadap pengganggunya. Bahan petisida berasal dari tumbuhan dijami aman bagi lingkungan, karena cepat terurai di tanah dan tidak membahayakan hewan, manusia serangga yang bukan sesama Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pendamping petani, seyogyanya dapat memberikan informasi teknologi terkini yang dapat menjawab keluhan dan memenuhi kebutuhan petani dilapangan. Salah satunya dengan cara menginformasikan, memanfaatkan dan cara pengunaan petisida organic kepada petani. Gambar: Hasil produksi tanaman sayur-sayuran,pemanfaatan pupuk organik Aplikasi Petisida Organik Mempersiapkan Petisida Organik, Mempersiapkan alat dan bahan Alat : Alat semprot ( hand Sprayer ), Bahan : Petisida Organik dan air. Cara Aflikasikan : Campurkan 10 cc Pstona kedalam 1 liter air. Aduk larutan hingga merata, Masukan larutan kedalam Handspayer. Semprotkan ketanaman secara merata menimal 3 kali penyemprotan / musim penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari. Dilakukan tindakan untuk mempertahankan kesuburan tanah, penyiapan lahan /media tanam dengan cara yang dapat diperbaiki atau memulihkan struktur tanah, penyiapan lahan dilakukan dengan cara yang dapat menghindari erosi. Karakteristrik koomditas holtikulturan bersifat volumunios (membutuhkan) tempat yang besar dan mudah rusak sehinga dibutuhkan pasca panen yang tepat,