Orong-orong atau Anjing tanah merupakan serangga yang hidup di dalam tanah dengan ciri khas sepasang tungkai depan yang bentuknya menyerupai cangkul bergigi. Tungkai tersebut berfungsi untuk menggali tanah atau berenang. Ciri khas lain dari orong-orong selain tungkai depan yang besar dan bergigi yaitu orong-orong juga memiliki bentuk kepala khas yang besar dan bercangkang keras dan memiliki sepasang sayap kecil. orong-orong berwarna kecoklatan hingga kehitaman dengan panjang tubuh sekitar 27-35 mm. Orong-orong adalah sejenis serangga dari famili Gryllotalpidae, dalam bahasa Jawa sering disebut orong-orong atau keredek. Orang Sunda menyebut orong-orong dengan sebutan goang. Dalam bahasa Toba, orong-orong dikenal dengan nama singke. Hewan yang sering dinamai juga sebagai gangsir tanah ini, dalam bahasa inggris disebut mole cricket.Hama ini mampu bertelur sekitar 30-50 butir telur untuk setiap kelompok telur dan menetas diwaktu 14 hari, hama orong orong dewasa mampu hidup selama 6 bulan. Hama orong orong atau hama gaang sering bersembunyi disela-sela tanah untuk bersembunyi dan sangat menghindari genangan air. hewan ini termasuk hewan yang nokturnal atau aktif mencari makan pada malam hari, serangan hama ini terhadap tanaman padi menyerang perakaran dan batang pada tanaman yang masih muda. Cara Pencegahan dan Pengendalian hama orong orong atau hama gaang pada tanaman padi terbilang cukup sederhana dan bisa diikuti oleh kita dan para petani, adapun caranya adalah sebagai berikut, 1. Lakukan pengolahan lahanPengolahan lahan sangat diperlukan bagi tanaman padi, selain untuk membantu menggemburkan struktur pada tanah, ternyata pengolahan tanah yang baik juga dapat membunuh jumlah telur dari hama orong-orong atau hama gaang. 2. Pengairan berselangSama halnya dengan pengolahan lahan, pengairan berselang juga mampu mencegah hama orong orong untuk menyerang tanaman padi. 3. Membasmi Orong-Orong dengan Insektisida TaburCara ini adalah yang paling banyak diterapkan oleh para petani di Indonesia hingga saat ini karena dianggap paling mudah aplikasinya. Ada banyak sekali insektisida tabur yang dijual di toko pertanian seperti Marshal, Diazenon dll. Cara penggunaannya adalah ketika anda membuat bedengan dan hendak menaburkan pupuk dasar maka campurkanlah sekitar 1 kg insektisida tabur dengan 100 kg pupuk dasar (PHONSKA, TSP, UREA/ZA). Dengan ditaburkannya insektisida tabur bersama pupuk dasar, maka diharapkan serangga orong-orong dan juga hama serangga lainnya seperti uret dan ulat tanah akan mati. Yang perlu anda perhatikan adalah dosis yang anda gunakan haruslah tepat. Sebab insektisida tabur akan meninggalkan residu kimia kuat yang mungkin akan mempengaruhi tingkat kesuburan tanah. Selain itu serangga alami yang bermanfaat seperti kelabang juga akan ikut mati. Padahal kelabang ini akan menjadi predator bagi orong-orong, dan gangsir/jangkrik. 4. Membasmi Orong-Orong dengan Jebakan CahayaTernyata orong-orong ini juga memiliki kebiasaan yang sama dengan kebanyakan jenis serangga malam yakni terpikat pada cahaya lampu. Hal ini bisa anda manfaatkan untuk menjebaknya. Ada dua model jebakan lampu yang cocok untuk membasmi orong-orong yakni perangkap listrik dan perangkap insektisida.Pada pearangkap listrik maka lampu yang menjadi pemikat diselubungi dengan kawat listrik yang jika tersentuh akan membunuh serangga seketika. Pada perangkap model ini maka anda tergantung pada sediaan tegangan listrik. Sedangkan pada model perangakap insektisida maka lampu yang menjadi pemikat ditutup dengan plastik atau toples kaca bening yang bagian luarnya sudah diolesi insektisida kontak atau pelekat.Dengan begitu maka serangga yang menyentuh lapisan insektisida akan teracuni dan mati. Sebaiknya dalam model perangkap insektisida maka anda menggunakan bahan insektisida yang berspektrum luas sehingga bisa membunuh hama serangga lainnya sekaligus. 5. Membasmi Orong-Orong dengan Insektisida SistemikInsektisida sistemik memilki keunggulan dapat menyebar keseluruh bagian tanaman melalui jaringan meristem. Hanya saja ia juga memiliki kelemahan yaitu harus menunggu hingga bagian tanaman diserang hama terlebih dahulu sehingga hama tersebut akan teracuni oleh bahan insektisida sistemik yang menyebar keseluruh bagian tanaman termasuk akar.Pada kasus serangan hama orong-orong maka insektisida sistemik sebaiknya diberikan sekitar 10 hari sekali. Dan satu hal yang harus anda perhatikan adalah dosisnya jangan sampai berlebihan karena ditakutkan akan tertinggal sebagai residu yang mungkin bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.Aplikasi insektisida sistemik juga harus ada waktu yang tepat. Untuk hama orong-orong sebaiknya aplikasi dilakukan pada sore hari (jam 3-6 sore) agar bahan insekisida tidak cepat menguap. Penggunaan insektisida sistemik pada saat cuaca sudah panas hanya akan menurunkan efektifitasnya. 6. Membasmi Orong-Orong dengan Insektisida OrganikInsektisida organik lebih aman untuk kesehatan manusia meskipun kinerjanya tak selalu sehebat insektisida kimia. Keunggulan lainnya adalah bahwa insektisida organik lebih murah karena bahannya bisa anda beli sendiri. Ada banyak bahan alami yang bersifat insektisida seperti daun mimba, bawang putih, Tembakau dll. Untuk hama orong-orong, maka penggunaan insektisida harus dikocorkan keakar tanaman untuk melindungi akar utama dari serangan hama orong-orong. Orong-orong yang terkena ekstrak bawang putih misalnya, maka nafsu makannya akan berkurang drastis sehingga ia akan sakit dan mati. 7. Membasmi Orong-Orong dengan Agen Hayati Beauveria BassianaMungkin anda baru mendengar bahwa jamur Beauveria Bassiana merupakan jamur antaginis bagi sebagian besar serangga. Jamur ini menjadi penyakit bagi serangga sehingga bisa kita manfaatkan untuk mengendalikan hama serangga seperti orong-orong ini. Keuntungan menggunakan agen hayati beauveria bassiana adalah aman bagi lingkungan dan makhluk hidup lain selain serangga.Jamur ini menghasilkan senyakwa kimia yang dapat meracuni kulit serangga. Selain itu jika serangga terkontaminasi jamur ini di bagan mulut maka jamur akan hidup dalam tubuh serangga dan menginfeksi serangga dari dalam. Serangga yang terinfeksi akan ditumbuhi hifa putih dan mati ditumbuhi jamur. Untuk menggunakannya maka anda bisa membuat starter jamur beauveria bassiana terlebih dahulu lalu anda kocorkan dilubang tanam pada sore hari sehingga jamur akan hidup didalam tanah dan membunuh setiap serangga hama seperti orong-orong, uret dan jangkrik. Nah, demikianlah teknik dan cara membasmi hama orong-orong yang bisa anda aplikasikan pada tanaman anda. Karena hama-orong-orong berada dalam tanah dan sulit dideteksi maka sebaiknya pencegahan adalah langkah yang anda ambil sejak awal. Pengendalian secara alami lebih aman bagi lingkungan namun anda tetap bisa menggunakan pestisida kimia asalkan sesuai dosis yang dianjurkan. Penulis/penyadur : D E D E N.S,SP (Kec.Bathin III)Sumber : 1. http://www.sampulpertanian.com/2017/03/pencegahan-dan-pengendalian-hama-orong.html2. https://ilmubudidaya.com/cara-membasmi-hama-orong-orong3. https://inspirasiberkebun.blogspot.com/2016/05/cara-memperbanyak-jamur-beauveria.html