Loading...

PENGAMATAN SEDINI MUNGKIN HAMA PENGGEREK BATANG PADI

PENGAMATAN SEDINI MUNGKIN HAMA PENGGEREK BATANG PADI
Ada beberapa faktor penyebab mengapa masih saja terjadi serangan OPT dilapangan. Foktor tersebut antara lainterlambatnya pengamatan, terlambatnya pengendalian serta produdur pengalikasian pestisida yang tidak sesuaiUntuk menekan kerusakan akbat OPT sebaiknya petani melakukan pengamatan sedini mungkin. Dengan demikian petani mengetahui penyakit yang menyerang tanamannya. Di Indonesia terdapat terdapat empat jenis hama enggerak batang padi utama yaitu penggerak batang padi putih ( Tryporiza innotata), penggerak batang padi kuning ( Tryporiza incertulas), penggerak batang padi bergaris ( Chilo supressalis) , dan penggerak batang padi ungu ( Sesamia inferens)Keempat spesies penggerek batang padi tersebut menyerang dengan cara yang sama dan menimbulkan gejala kerusakan yang sama pula. Serangan pada stadium vegetatif menimbulkan gejala sundep yaitu matinya pucuk tanaman akibat titik tumbuhnya digerek larva penggerek batang. Pucuk tersebut mula-mula berwarna kuning kemerah merahan kemudian kering dan matiSerangan dalam stadium generatif menimbulkan gejala beluk yaitu malai hampa berwarna putih dan berdiri tegak karena tangkai malai putus digerek. Pucuk yang diserang dalam stadium vegetatif dan generatif mudah dicabut karena pangkal batangnya putus digerekPengendalian OPT dilaksankan dengan sistem pengendalian hama terpadu (PHT) yakni dengan menanam varietas yang cepat dewasa hal ini bertujuan membatasi perkembangbiakan penggerek batang tidak lebih dari satu generasi sehingga populasi tidak terlalu tinggi dan kerusakan akan berkurang. Selain itu dengan cara pengumpulan kelompok telur penggerak batang padi dipersemaian dan dipertanaman, serta penangkapan ngengat dengan menggunakan lampu perangkap ( Light trap). Sedangkan antisipasinya adalah dengan tanam serentak satu hamparan atau kawasan dan sistem tanam jajar legowo