PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN JAGUNG KOLONO TIMUR Oleh : Wa ode Afu, SP Penyuluh Pertanian, BPP Kolono Timur Kegiatan pengendalian hama pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan hasil produksinya. Hama Jagung adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas untuk memperoleh makanan. Gambar : Tanaman jagung umur 14 hariHama tanman tanaman memiliki kemampuan merusak yang sangat tinggi, akibatnya tanaman tanaman dapat rusak atau bahkan tidak dapat menghasilkan sama sekali atau gagal panen. Hama pada tanaman jagung umumnya menyerang dan merusak akar, merusak batang,daun dan juga merusak buah.Termasuk juga hama di dalam gudang penyimpanan seperti Hama utama yang menyerang tanaman jagung adalah lalat bibit,ulat tanah,lundi (uret) penggerek batang, ulat grayek,wereng jagung,pengerek tongkol kepik hijau, kutu daun,dan lain-lain. Gambar : Tanaman jagung siap panen1. Ulat Daun Ulat daun adalah ulat spodoptera menyerang pucuk daun dengan cara memotong, serangan ulat daun umumnya menyerang pada umur jangung satu bulan., cara pengendalianya dengan mengembangkan musuh alami, musuh alami dapat membantu menekan perkembangan telur dan ulat daun. Pencegahan dengan penyemprotan insektisida folidol. 2. Lalat bibit Lalat bibit dengan cirri-ciri warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris., warna perut coklat kekuningan, siklus hidupnya berkisar 15-25 hari. Gejala yang dialami tanaman jagung adalah ada bekas gigitan pada daun, pucuk, daun layu dan akhirnya tanaman jagung mati.. Cara pengendalian menggunakan varietas tahan dan seeds treatment melalui tanah pada waktu tanam atau diberikan pada kuncup daun pada umur tanaman satu minggu dengan dosis 0,24 kg b.a/ha. Sebaiknya dilakukan penaman serentak.3. Ulat Agrotis Ngengat agrotis meletakkan telur satu persatu dalam barisan atau diletakkan rapat pada salah satu permukaan daun pada bagian tanaman dekat dengan permukaan tanah. Agrotis sp melakukan penyerangan pada malam dan siang hari. Cara pengendalian yakni dengan penanaman serentak dan pengendalian ulat ini dengan insektisids Durban BC dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air, tiap hektar dapat digunakan 500 liter larutan. . 4. Belalang Baik nimfa maupun dewasa memakan daun- daun dan dalam hal tertentu dapat menyebabkan gundulnya daun . Belalang dapat bermingrasi dalam jumlah yang cukup besar dapat menyebabkan kerusakan yang berarti. Untuk pengendalian bila populasi tinggi dapat dilakukan dengan jaring/net. Kolono Timur,April 2019