Loading...

Pengendalian Penyakit Blas Daun (leaf Blast) Pada Tanaman Padi

Pengendalian Penyakit Blas Daun (leaf Blast) Pada Tanaman Padi
Luas lahan padi sawah di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sekitar 4.084 Hektar. Ada masalah yang muncul pada tanaman padi musim tanam April - September 2019 yakni terjadinya serangan penyakit blas (Pyricularia grisea). Rata-rata varietas padi yang terserang yaitu varietas ciherang dan mekongga khususnya di Desa Gattareng dan Desa Bellu Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Penyakit ini menyebabkan kerusakan pada daun tanaman padi yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan hasil dan bahkan puso. Penyakit blas daun (leaf blast) menyerang tanaman pada masa vegetatif. Gejala penyakit ini timbul pada daun berupa bercak - bercak berbentuk seperti belah ketupat dengan ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau keputih-putihan dan mempunyai tepi coklat atau coklat kemerahan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan semakin parahnya penyakit blas ini yaitu kelebihan Nitrogen dan kekurangan air yang dapat menambah kerentanan tanaman. Pupuk Nitrogen yang tinggi berkolerasi positif dengan keparahan penyakit blas yang berarti bahwa semakin tinggi pupuk nitrogen (urea), maka keparahan penyakit blas juga semakin tinggi. Adapun pengendalian yang dianjurkan yaitu : Penggunaan varietas padi yang tahan terhadap penyakit blas yaitu varietas inpari 34, inpara 1, inpara 2, inpara 3, inpago 4, inpago 5, inpago 6, inpago 7, inpago 8, inpago 10, dan jatiluhur. Perlakuan benih yaitu dengan menggunakan fungisida sistemik seperti Pyroquilon (5-10 gram / kg benih). Hindari penggunaan pupuk N yang terdapat pada Urea yang berlebihan Melakukan Pergiliran varietas / tidak menggunakan varietas yang sama pada musim tanam berikutnya. Melakukan sanitasi lahan secara kontinyu. Melakukann penanaman padi secara serentak / bersamaan dengan petani lainnya Menggunakan sistim tanam pindah / hindari jarak tanam yang rapat (hambur langsung). Penggunaan jerami sebagai kompos. Penyemprotan Fungisida alami Penyemprotan Fungisida kimiawi sebagai alternatif terakhir apabila sudah melewati ambang ekonomi. Penulis : ISMAIL, SP ( PPL Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone )