Loading...

SAYUR NIKMAT PABRIK MUSUH ALAMI

SAYUR NIKMAT PABRIK MUSUH ALAMI
PendahuluanSawah merupakan agroekosistem buatan yang sangat lengkap dan didominasi oleh tanaman padi. Selain padi, sawah juga menjadi tempat hidup bagi gulma, predator dan mangsanya, hama, penyakit, musuh alami dan lain sebagainya yang hidup berdampingan dan menjadikan agroekosistem ini seimbang dalam satu rantai makanan. Ketidakseimbangan mulai muncul karena terputusnya salah satu rantai makanan. Penyebabnya beragam, selain karena semakin berkurangnya populasi predator, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan pestisida kimia yang tidak memperhatikan enam konsep tepat (tepat sasaran, waktu, mutu, dosis, jenis pestisida dan cara aplikasi). Penggunaan pestisida yang tidak tepat karena kekurangtahuan petani bukan membantu mengendalikan populasi OPT tetapi menimbulkan ledakan populasi disebabkan resistensi OPT terhadap pestisida. Kondisi demikian menyebabkan pemerintah menggagas konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT).PHT menitikberatkan pemanfaatan berbagai teknik pengendalian yang dikombinasikan dalam satu kesatuan program, sehingga dicapai keuntungan ekonomi yang maksimal, dan memberikan dampak yang aman bagi pekerja, konsumen dan lingkungan hidup. Secara prinsip, berbagai cara pengendalian diterapkan harus secara teknis efektif dan dapat diterapkan, secara ekonomi menguntungkan, secara ekologi aman dan secara sosial budaya dapat diterima (Prabaningrum 2015).Salah satu terobosan baru yang sedang digalakkan oleh pemerintah dalam upaya pengendalian OPT yang sesuai dengan konsep PHT adalah dengan menggalakkan penanaman tanaman refugia. Refugia merupakan mikrohabitat buatan yang ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya lain bagi musuh alami hama seperti predator dan parasitoid. Contoh beberapa tanaman refugia misalnya bunga matahari, bunga tahi ayam, bunga kertas, kenikir dan masih banyak lagi. Sebagian dari bunga-bungaan tersebut sengaja ditanam sebagai tanaman pinggir dan sebagian merupakan tanaman liar yang tumbuh di sekitar persawahan. Dari sekian banyak bunga refugia, kenikir merupakan salah satu yang sering dikonsumsi masyarakat sebagai sayur karena rasa yang lezat, aroma harum dan kaya manfaat bagi kesehatan tubuh.Isi Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) merupakan tumbuhan tahunan yang tingginya dapat mencapai 1m dan memiliki bau yang khas. Masyarakat umumnya memanfaatkan tanaman ini untuk dikonsumsi sebagai sayur, karena memiliki khasiat untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, menguatkan tulang dan mengobati lemah lambung. Kenikir sangat mudah dibudidayakan, dan yang tak kalah penting adalah peran kenikir sebagai salah satu tanaman refugia yang berfungsi menarik musuh alami OPT untuk datang. Budidaya tanaman kenikir untuk sangat mudah. Kita hanya perlu menyiapkan sedikit lahan di sawah, atau pinggiran tanaman padi, kemudian menggemburkannya. Selanjutnya biji kenikir yang sudah kering disebar di tanah yang telah disiapkan tersebut. Seterusnya kita hanya perlu melakukan penyiraman dan penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kenikir. Khusus sebagai refugia, sebaiknya kenikir ditanam pada saat penanaman padi awal sehingga tinggi tanaman dan umur tanaman dengan padi dengan kenikir bisa berimbang, dan pada saat padi mulai tumbuh dewasa bunga-bunga kenikir mulai mekar sehingga menarik serangga musuh alami. Perlu diingat bahwa saat menanam kenikir untuk refugia usahakan supaya tidak terlalu dekat dengan tanaman utama supaya tidak terjadi perebutan unsur hara dalam tanah dengan tanaman utama. Bunga kenikir dapat menarik kedatangan serangga musuh alami karena karakter morfologi dan fisiologi dari bunganya , yaitu ukuran, bentuk, warna, keharuman, periode berbunga serta kandungan nektar dan polen. Kebanyakan serangga lebih menyukai bunga yang berukuran kecil dan cenderung terbuka. Lamanya waktu berbunga juga menentukan jumlah kedatangan serangga musuh alami, semakin lama waktu berbunga suatu tanaman maka akan semakin banyak musuh alami yang berdatangan. Beberapa jenis musuh alami hama serangga yang banyak ditemukan di pertanaman kenikir antara lain Coccinella (kumbang koksi), Andrallus spinidens (kepik predator), Vespidae (tawon), semut, Odonata (capung), Mantidae, laba- laba, dan beberapa jenis serangga parasitoid (Martono, 2015). Dampak yang dirasakan dengan adanya kenikir sebagai refugia memang tidak dapat dilihat hanya dalam hitungan hari, pengaruhnya baru bisa dirasakan setelah beberapa minggu, tetapi efeknya akan dirasakan sepanjang tahun. Pemanfaatan kenikir dan tanaman refugia lainnya dinilai lebih ramah lingkungan, tidak merusak ekosistem dan lebih ekonomis karena akan menekan pengeluaran biaya usaha tani untuk pengendalian hama sehingga petani dapat meningkatkan penghasilannya. Selain hal diatas dengan keberadaan tanaman kenikir maupun refugia lain akan membuat lahan pertanian semakin indah dipandang dan dapat menjadi sarana rekreasi bagi petani sendiri ataupun pihak-pihak lain.Penutup Kenikir merupakan salah satu tanaman yang kaya manfaat. Selain sebagai sayur, tanaman ini juga bermanfaat sebagai obat. Manfaat lain dari kenikir adalah sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk menjadi tempat hidup bagi musuh alami dan parasitoid serangga hama. Keberadaan kenikir di sekitar tanaman padi mampu menekan populasi serangga hama, sehingga mengurangi biaya pengendalian OPT, ramah lingkungan, keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan lingkungan sawah tampak indah sehingga dapat menjadi tempat rekreasi bagi petani dan pihak lain.Daftar PustakaMartono, Edhi. 2015. Peran Tumbuhan Berbunga Sebagai Media Konservasi Artropoda Musuh Alami. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia. 53-59.Prabaningrum, Laksaminiwati. 2015. Empat Prinsip Dasar dalam Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). (balitsa.litbang.pertanian.go.id).