Loading...

TIPS BUDIDAYA CABAI AGAR PANEN TIDAK CEPAT BUSUK

TIPS BUDIDAYA CABAI AGAR PANEN TIDAK CEPAT BUSUK
Banyak orang yang beranggapan bahwa menanam cabai gampang-gampang sulit. Beberapa hama dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan juga buah cabai itu sendiri. Menanam cabai semakin dirasa sulit jika musim penghujan tiba, di mana tanaman cabai dapat mengalami rontok bunga dan busuk akar karena terlalu banyak terkena air hujan. Walaupun begitu, kita masih tetap bisa menanam cabai saat musim hujan. Berikut adalah tips menanam cabai saat musim hujan: Mengurangi pemberian pupuk nitrogen Pada musim hujan kandungan nitrogen bebas di udara sangatlah tinggi. Nah, nitrogen sebenarnya sangat bagus untuk pertumbuhan daun dan pucuk batang tanaman. Hanya saja kandungan nitrogen yang berlebihan dan belum diserap tanaman juga akan menyuburkan jamur patogen seperti antraknosa. Untuk itu, saat musim hujan sebaiknya pupuk nitrogen seperti ZA an UREA tidak dipakai. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 sebagai pupuk dasar lalu ditambah dengan SP-36 dan KCL. Hal ini akan membuat perbandingan unsur Nitrogen menjadi lebih kecil. Meninggikan bedengan Jika menanam cabai di halaman rumah, buat gundukan tanah lebih tinggi daripada biasanya di sekitar tanaman cabai karena genangan air pada parit-parit di sekitar tanaman akan mengakibatkan tanah menjadi terlalu lembab dan becek. Pada kondisi seperti ini beberapa jenis penyakit berkembang lebih cepat, terutama penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Penyebaran spora dari patogen antraknosa ialah melaui percikan air dan air bedengan yang menggenang sehingga menular melalui tanah dan percikan air. Mengatur pH tanah. Tingkat keasaman atau pH tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai, pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat atau kerdil. Adapun pH ideal untuk tanaman cabai adalah antara 5,5 hingga 6,5. Melakukan pengecekan pH tanah pada saat pengolahan lahan. Jika pH rendah, taburkan kapur dolomit atau kiserit secara merata dan biarkan tersiram hujan. Memanfaatkan jamur baik Jamur seperti Trichoderma, Gliocladium, Mikoriza, merupakan jamur antagonis bagi jamur dan bakteri patogen sehingga bisa dimanfaatkan untuk melindungi tanaman cabe pada musim hujan dari serangan berbagai jamur dan bakteri patogen. Selain itu jamur Trichoderma dan Mikoriza juga membantu dalam proses pengkomposan zat organik seperti pupuk dasar sehingga lebih mudah diserap akar tanaman. Menutup tanah dengan plastik mulsa Penggunaan plastik mulsa wajib dilakukan untuk menutup tumpukan tanah. Hal ini akan menghalangi air hujan untuk langsung menyerap ke bedengan, sehingga air hujan akan jatuh dan mengalir ke saluran irigasi yang sudah disiapkan. Plastik mulsa juga akan mengurangi terlalu banyak air pada akar yang memicu jamur dan akar busuk. Mengatur jarak tanaman Jika Anda memiliki lebih dari satu pohon cabai atau menanam pohon cabai di sebelah tanaman lain, berilah jarak 50-70 cm. Hal ini dilakukan agar cahaya matahari bisa merata hingga ke bagian bawah tanaman. Dengan demikian, jamur dan bakteri akan mati. Selain itu, jarak juga bisa mencegah penularan penyakit antar tanaman. Menyemprot dengan pupuk Kalsium dan Kalium Untuk menambah daya tahan tanaman terhadap serangan patogen di musim penghujan maka menggunakan pupuk Kalium dan Kalsium. Namun perlu diingat, ini sifatnya hanya menyehatkan bukan berarti bisa benar-benar membuat tanaman bebas pathek. Jika ada penyakit atau hama yang menyerang maka dapat segera diatasi sehingga belum terlalu parah. Menanam varietas unggul Memilih benih cabai yang berkualitas yang lebih tahan terhadap patek atau antraknosa. Demikian tips budidaya Cabai agar panen tidak cepat busuk. Selamat mencoba Susi Deliana Siregar Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber: Disarikan dari berbagai sumber Sumber Gambar: https://pertanian.ngawikab.go.id/2023/02/10/budidaya-cabai-merah/