Loading...

“Penyuluh Pertanian, tidak pernah Pensiun” Mulyono Machmur, Mantan Kepala Pusat Penyuluhan

“Penyuluh Pertanian, tidak pernah Pensiun” Mulyono Machmur, Mantan Kepala Pusat Penyuluhan
Salah satu profesi yang mulia adalah penyuluh pertanian. Mengapa…..? karena tugas penyuluh pertanian tidak hanya sekedar memberikan transfer teknologi saja… tidak hanya sekedar berbicara ditengah-tengah anggota kelompok lalu sudah itu selesai…. Tetapi lebih jauh dari itu.. yaitu merubah sikap perilaku kelompoktani sasaran. Disinilah titik kritis tugas penyuluh pertanian. Perubahan perilaku masyarakat memerlukan waktu, keuletan dan kesungguhan penyuluh dalam membina, menyuluh dan mendampingi kelompoktani. Selain dari merubah sikap dan perilaku anggota kelompoktani, penyuluh harus memberikan suatu informasi yang baru, teknologi baru sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja petani dan pada akhitnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Disisi lain Mulyono menjelaskan bahwa penyuluh harus memiliki kemampuan adragogi, yaitu menciptakan pendidikan informal bagi orang dewasa yang mengasyikan.Demikian beberapa saran dan pendapat yang disampaikan oleh Mulyono Machmur; mantan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian periode 2005 s/d 2009 Badan Pendidikan dan Penyuluhan SDM Pertanian ketika memberikan motivasi dan merefresh kembali pengertian-pengertian, falsafah, etika dan prinsip-prinsip penyuluhan kepada kurang lebih 90 orang Penyuluh Pertanian dan THL – TB PP di Provinsi DKI Jakarta dalam acara Evaluasi Penyuluhan Pertanian di Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 15 November 2016 di Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta.Lebih jauh Mulyono menyampaikan kalau Penyuluh Pertanian mau sukses harus memiliki rumus 4 H. Apa itu 4 H..? H pertama yaitu Head dengan pengertian kepala; yang dimaksud adalah isi kepala; jadi Penyuluh haru memiliki pengetahuan, teknologi yang banyak luas dan komprehensif sehingga suatu saat mampu memberikan informasi kepada sasaran penyuluhan pertanian. H yang kedua adalah Hand yang berarti tangan; dimana penyuluh pertanian harus memiliki ketrampilan yang komplit; sehingga ketika memberikan contoh kepada kelompoktani sudah mampu memberikan hasil yang nyata. H yang ke tiga adalah Hati (Heart) isi hatinya harus baik, lembut, dan mampu memberikan kenyamanan kepada semua orang yang akan mengikuti penyuluhan. Dan H yang terakhir adalah Healthy artinya penyuluh harus sehat sehingga diharapkan mampu senantiasa memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dimanapun dan kapanpun serta bagaimanapun. Penyuluh Pertanian tidak hanya sekedar menjadi ujung tombak bagi pembangunan pertanian secara keseluruhan tapi sekaligus juga menjadi ujung tombok; penyuluh pertanian harus berani berkorban dari sisi materi kalo memang benar-benar dibutuhkan oleh para anggota kelompoktani.Peranan penyuluh pertanian dalam pembangunan pertanian dari dahulu kala hingga sekarang sangat penting dan strategis. Namun demikian keberadaan penyuluh pertanian secara ideal satu orang Penyuluh Pertanian dapat membina satu Desa masih masih jauh bisa tercapai. Sekarang saja tingkat pemenuhan kebutuhan penyuluh baru mencapai 40% nya, padahal perannya sangat penting dan menentukan tingkat keberhasilan pembangunan pertanian di masing-masing daerah. Selain dari itu masalah lain yang dihadapi oleh penyuluh adalah pelaksanaan pelatihan ketrampilan bagi penyuluh pertanian masih sangat kurang. Kalo diibaratkan otak penyuluh adalah bateray HP, maka proses recharging bateray tersebut sekarang ini masih sangat kurang, sehingga mau tidak mau kemapuan para penyuluh pertanian agak tertinggal dari kelompoktani sasaran. Terakhir masalah penyuluhan adalah adanya "gagal faham" terhadap fungsi penyuluhan. Bahwa penyuluh pertanian tidak hanya sekedar berfungsi sebagai transfer teknologi tetapi lebih dari itu, penyuluh juga harus melakukan motivasi, mendampingi hingga tercapai perubahan sikap dan perilaku petani sasaran.Lebih Jauh Mulyono Machmur berbicara tentang penyuluhan pertanian sebagai suatu system yang terhubung satu dengan yang lainnya, JIka salah satu komponen system tersebut tidak bekerja, maka proses kegiatan penyuluhan pertanian berjalan pincang atau bahkan bisa terhenti sama sekali. Oleh karena itu Mulyono menekankan bahwa Penyuluhan Pertanian akan mampu menjadi penggerak pembangunan jika 4 komponen dalam system penyuluhan pertanian dapat berjalan secara seimbang dan bersinergy. Keempat sub system penyuluhan pertanian tersebut antara lain : 1. Sub system Ketenagaan yang meliputi kuantitas, kualitas, dan pembinaan, 2 Sub system Kelembagaan ; dimana kelembagaan penyuluhan harus berdiri diantara semua fihak dan mampu menjembatani seluruh komponen kepentingan bidang teknis yang berkepentingan dalam pembangunan pertanian secara keseluruhan. 3. Sub system sarana dan prasarana ; sub system ini sangat dibutuhkan dalam mendukung setiap kegiatan dan aktifitas penyuluhan pertanian seperti halnya peralatan pertanian, peralatan audia visual dan teknologi informasi untuk mengakses pusat-pusat informasi pertanian dan sarana pendukung lainnya, 4. Sub system Pembiayaan/ pendanaan; sub system ini sangat menentukan kapasitas kegiatan penyuluhan pertanian yang akan dilaksanakan di masing-masing wilayah.Pada bagian akhir Mulyono mengingatkan bahwa para penyuluh pertanian tidak pernah mengenal kata pensiun dari penyuluh pertanian. Sekali kita terjun dan masuk dalam dunia penyuluhan pertanian, maka selamanya akan terhubung secara emosional dengan kelompoktani dan anggota kelompoktani, cara, teknis dan metoda penyuluhan pertanian, yang kesemua itu menimbulkan "bekas" yang mendalam bagi setiap insan penyuluhan pertanian. Mulyono selalu mencontohkan dirinya yang sudah lama tidak lagi menjabat sebagai Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Namun karena kesan penyuluhan sudah terpatri dalam sanubarinya, maka berkumpul dengan teman penyuluh, bertemu dengan petani dan kelompktani sasaran merupakan proses penyaluran "energy positif" baru yang terus mengalir dalam jiwa dan raga penyuluh pertanian. Bertemu dengan sesama penyuluh pertanian dan Kelompoktani memberikan gairah baru, semangat baru dalam mengaruhi kehidupan yang sudah semakin sulit ini ; demikian pesan yang disampaikan oleh Mulyono Machmur ditengah pertemuan Evaluasi Penyuluh Pertanian di DKI Jakarta, baru-baru ini Penulis : Didi Setiabudi (Penyuluh Pertanian Madya, Dinas KPKP DKI Jakarta) Admin : Sri Hurustiati