Loading...

5 RESEP PESTISIDA ALAMI

5 RESEP PESTISIDA ALAMI
Pestisida sintetis mengandung banyak bahan kimia. Memang, pestisida ini mampu membasmi hama dan serangga pada tanaman. Namun, makin besar, tanaman menyerap makin banyak pestisida dan residunya menempel pada kulit buah dan sayuran. Walau dicuci, masih ada sisa pestisida yang ikut termakan. Padahal pestisida sintetis yang tak alami buruk untuk kesehatan. Pestisida alami atau organik, adalah alternatif yang lebih sehat. Fungsinya sama, mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Bedanya, bahan-bahan pestisida ini berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Jadi lebih ramah lingkungan dan kesehatan.Ini ada beberapa racikan pestisida organik yang bisa dibuat yaitu :Bawang dan cabaiCacing, ulat bulu, ngengat bisa dibasmi dengan dua bahan masak ini. Begini cara membuatnya:1. Rebus tiga siung bawang putih yang sudah dikupas dan segenggam cabai merah dalam sepanci air2. Tambahkan 1/4 batang sabun atau deterjen, aduk rata, diamkan sehari. Sabun berguna untuk membuat larutan lebih mudah menempel pada tanaman dan serangga.3. Saring cairan dengan kain halus.4. Gunakan dua cangkir larutan untuk sekali semprot tanaman.Daun sirihKandungan zat fenol dan kavokol di dalam daun sirih bisa mengendalikan hama pengisap, misal tungau. Cara membuatnya:1. Tumbuk halus satu kilogram daun sirih, tiga siung bawang merah, lima batang serai2. Masukkan air 8 sampai 10 liter, tambahkan deterjen sekitar 50 gram, aduk rata3. Saring dengan kain halus, dan pestisida organik ini siap dipakaiDaun pepayaTak hanya enak dijadikan lalap, daun ini mengandung zat papain yang dibenci rayap, ulat bulu, hama pengisap. Begini cara membuatnya:1. Potong halus daun pepaya segar, rendam dalam satu liter air, dua sendok makan minyak tanah, 30 gram deterjan. Diamkan semalaman.2. Saring dengan kain halus sampai ampas daun pepaya terpisah. Siap digunakan.Biji jarakKandungan reisin dal alakoit di dalam biji jarak efektif mengendalikan ulat dan hama pengisap. caranya:1. Menumbuk satu biji jarak, masukkan ke dalam dua liter air, panaskan 10 menit2. Tambahkan dua sendok makan minyak tanah, 50 gram deterjen, aduk hingga rata, tambahkan 10 liter air. Pestisida siap digunakan.Daun tembakauKandungan nikotinnya dapat membunuh serangga yang berguna. Jadikan daun tembakau sebagai alternatif terakhir. Pestisida ini tidak bisa digunakan untuk tomat, kentang, terong, cabai, juga bunga mawar. Gunakan masker hidung dan sarung tangan saat menyemprotnya. Begini cara membuatnya:1. Potong halus 250 gram atau sekitar empat daun tembakau. Rendam dalam 8 liter air, diamkan semalaman.2. Tambahkan dua sendok deterjen atau sabun cair. Aduk hingga rata.3. Saring dan pestisida daun tembakau ini siap digunakan.Anda juga bisa mengeringkan dan menumbuk daun tembakau. Hasilnya berupa bubuk bisa dipakai untuk membasmi aphid, keong, siput, ulat bulu, juga virus daun keritingNamun pestisida organik punya beberapa kekurangan. Pertama, kurang praktis karena tak bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Kedua, bahan-bahannya agak sulit didapatkan dalam jumlah dan kelanjutan yang cukup. Ketiga, perlu waktu dan frekuensi penyemprotan lebih sering agar efektif. Terakhir, pestisida organik cenderung tidak tahan sinar matahari dan hujan.