Telur merupakan salah satu hasil ternak terutama telur unggas yang bernilai gizi tinggi seperti hasil ternak lainnya. Dari sekian banyak telur yang dihasilkan oleh berbagai hewan adalah jenis telur itik yang dapat dikonsumsi manusia. Ukuran bentuk telur biasa dinyatakan dengan indeks perbandingan antara panjang dengan lebar dikalikan 100. Disamping itu bentuk dan ukuran telur bermacam- macam. Besar telurpun bervariasi, ada yang berat ada pula yang ringan. Telur itik banyak di hasilkan di desa Kayu Abang Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan, meskipun hasilnya tidak terlalu signifikan dan hanya diusahakan sebagai usaha sampingan saja. Namun upaya agar daya simpan telur menjadi lebih awet menjadi salah satu topik permasalahan yang semestinya bisa di pecahkan oleh petani. Daya simpan telur amat pendek, maka perlu perlakuan khusus jika akan disimpan lebih lama, terutama dalam bentuk segar. Salah satu cara memperpanjang kesegaran telur adalah dengan mengawetkannya. Pengawetan telur segar ini berguna untuk mengatasi saat-saat harga telur rendah, sehingga peternak tidak mengalami kerugian. Berikut disajikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengawetkan telur diantaranya : menggunakan kulit akasia, minyak kelapa, parafin dan kantong plastik dan menggunakan garam dapur 1. Menggunakan kulit akasia Pengawetan dengan kulit akasia dapat mempertahankan kesegaran telur sampai sekitar 2 bulan. Caranya dengan menumbuk kulit akasia dan merebusnya. Air rebusan ini digunakan untuk merendam telur segar sebelum disimpan. Untuk setiap 10 liter air diperlukan 80 gram serbuk kulit akasia. 2. Menggunakan minyak kelapa Pengawetan telur dengan metode ini dapat memperpanjang umur simpan telur sampai 3 minggu. Cara pengawetannya dengan memanaskan minyak kelapa sampai mendidih dan didiamkan sampai dingin. Telur yang akan di awetkan dibersihkan dulu, kemudian dicelupkan satu per satu dalam minyak tersebut. Telur selanjutny diangkat dan ditiriskan, lalu disimpan dalam rak-rak. Untuk setiap 1 liter minyak kelapa dapat untuk mengawetkan telur sekitar 70 kg. 3. Menggunakan parafin Dengan menggunakan parafin, telur akan bisa diawetkan hingga 6 bulan. Caranya dengan membersihkan telur dengan alkohol 96%. Sementara parafin dipersiapkan dengan memanasakan parafin hingga suhu 50-60oC. Telur dicelupkan selama 10 menit, telur selanjutnya diangkat, ditiriskan dan disimpan dalam rak telur. Untuk 1 liter parafin dapat mengawetkan sekitar 100 kg. 4. Menggunakan kantong plastik Pengawetan dengan kantong plastik hanya dapat memper- panjang umur simpan sampai 3 minggu, caranya adalah dengan membersihkan telur terlebih dahulu, kemudian masukkan dalam kantong plastik yang cukup tebal. Selama penyimpanan tidak boleh ada keluar masuk kantong. Oleh karena itu, kantong harus ditutup rapat- rapat, misalnya menggunakan patri kantong plastik elektrionik (sealer). 5. Pengawetan telur dengan daun jambu biji; Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang. 6. Pengawetan telur dengan garam dapur: Telur direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25-40% selama 3 minggu. Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tapi rasanya akan semakin asin Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa proses pengawetan telur sangat bervariasi dan tergolong sederhana serta mudah diterapkan. Proses pengolahan produk ini cukup sederhana sehingga berpeluang diadopsi oleh masyarakat pedesaan. Akhirnya Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat bagi kita yang membacanya DAFTAR PUSTAKA Sri,D.R.,et al. 2008. Teknologi Pangan Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Kelompok Teknologi Industri. Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional. http://banten.litbang.pertanian.go.id/new/index.php/publikasi/folder/172-telur-asin Penyusun : Mulyadi, S.TP (Penyuluh Pertanian Muda - BPP Angkinang)