Tanaman lada (Piper nigrum L.) adalah tanaman yang adaptif terhadap naungan, karena mempunyai lintasan fotosintesis C3, oleh karena itu tanaman lada termasuk tanaman ternaungi (sciophytes) yaitu tanaman yang dapat tumbuh baik dalam keadaan ternaungi (Das et al., 1976 dalam Syakir, 2001). Walaupun tanaman lada tergolong adaptif terhadap naungan namun untuk mendukung pertumbuhan dan produksinya memerlukan kisaran radiasi surya yang optimal, dengan tingkat intensitas radiasi surya minimal 50% atau setara dengan energi radiasi rata-rata 251,8 cal/cm2. hari-1 (Syakir, 1994).Tinggi rendahnya tempat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman lada. Untuk mencapai produktivitas optimal jika lada dibudidayakan di dataran rendah, yaitu di wilayah dengan ketinggian 3 – 1.000 m dari permukaan laut (m.d.p.l). Lada yang ditanam di dataran menengah atau tinggi (lebih dari 1.000 m.d.p.l), pertumbuhan vegetatifnya yaitu akar, batang, dan daun lebih dominan dibandingkan dengan kemampuannya menghasilkan buah (Sutarno dan Agus Andoko, 2005). Tingkat kemiringan lahan yang ideal bagi tanaman lada adalah maksimal 15% (http://www.ditjenbun.deptan.go.id).Curah hujan yang dihendaki tanaman lada yaitu 2.000 – 3.000 mm/tahun dengan rata-rata curah hujan 2.300 mm/tahun. Jumlah hari hujan dalam setahun rata-rata 177 hari dan tidak terdapat bulan-bulan kering dengan curah hujan kurang dari 60 mm bulan-1 (Wahid dkk., 1988). Lada cenderung menghendaki tempat-tempat dengan dominasi hujan sepanjang tahun untuk merangsang pertumbuhan vegetatif yang biasanya diikuti pertumbuhan generatif. Saat musim kemarau tiba, daun-daun lada berguguran dan ruas-ruas yang gundul akan ditumbuhi tunas-tunas baru dan pada musim hujan malai bunga akan muncul (Sutarno dan Agus Andoko, 2005).Sebagai tanaman yang berasal dari hutan-hutan yang lembab di wilayah tropis, lada menghendaki tempat tumbuh dengan kelembaban relatif tinggi terutama pada periode pembungaan (Sutarno dan Agus Andoko, 2005). Suhu yang dihendaki yaitu antara 20 derajat C – 34 derajat C, dengan kisaran terbaik antara 21 derajat C – 27 derajat C pada pagi hari, 26 derajat C – 32 derajat C pada siang hari dan 24 derajat C – 30 derajat C pada sore hari, sedangkan suhu tanah optimum untuk pertumbuhan akar berkisar antara 26 derajat C – 28 derajatC. Kelembaban nisbi udara yang dihendaki dengan kisaran optimal 60 – 80% (Wahid dan Suparman, 1986). Kukuh Wahyu, 20 Agustus 2014Sumber :Sutarno dan Agus Andoko (2005), Budi Daya Lada Si Raja Rempah-Rempah. PT AgroMedia Pustaka. Jakarta. Syakir, M. (1994), Pengaruh Naungan, Unsur Hara P dan Mg Terhadap Iklim Mikro, Indeks Pertumbuhan dan Laju Tumbuh Tanaman Lada. Buletin Littro IX. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor.Wahid, P., I. Las, dan R. Zaubin, (1988), Penetapan Kesesuaian Iklim Beberapa Daerah Untuk Pengembangan Tanaman Lada. Simposium II. Meteorologi PertanianWahid, P dan U, Suparman (1986), Teknik Budidaya Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Lada. Edisi Khusus Littro II. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor