Alpukat merupakan buah populer di indonesia, hampir semua orang menyukai buah ini. Selain rasanya yang enak, alpukat juga mengandung berbagai macam vitamin. Buah alpukat matang enak dimakan segar, lebih lezat bila ditambah susu, gula dan es. Belakangan ini mulai populer pembudidayaan alpukat cipedak namanya, alpukat ini merupakan tanaman asli dari jakarta selatan. Awal mulanya tanaman alpukat cipedak ini diperbanyak dengan sistem okulasi yang berasal dari tanaman induk umur ±23 tahun yang ada di salah satu rumah warga milik Bpk.Jazuri ,dinamakan cipedak karena diambil dari sebuah nama kampung yang ada dikecamatan Jagakarsa yakni cipedak. Keunggulan tanaman ini adalah masa berbuah yang produktif, Alpukat Cipedak berbeda dengan buah alpukat pada umumnya, karena memiliki bentuk yang bulat dan daging yang lebih tebal, juga tidak terdapat urat di dalamnya sehingga tidak meninggalkan rasa pahit saat dimakan. Selain itu alpukat cipedak memiliki tekstur daging yang manis dan juga legit, memiliki kulit yang tipis, sehingga dapat dikupas layaknya buah pisang yang telah masak. DESKRIPSI ALPUKAT VARIETAS CIPEDAKAsal : Dalam Negeri (Kampung Cipedak,Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan)Silsilah : Seleksi Pohon induk Golongan varietas : KlonTinggi tanaman : ± 12,0 meterBentuk tajuk tanaman : MenjulangBentuk penampang batang : BulatDiameter batang : 50,93 cmKeliling batang : 160,0 cmWarna batang : Coklat (RHS 137 A)Bentuk daun : LonjongWarna daun : Panjang 15-28 cm, lebar 6-8 cmBentuk bunga : MajemukWarna bunga Warna kelopak bunga : Hijau kekuningan (RHS 146 D)Warna mahkota bunga : Hijau kekuningan (RHS 146 D)Warna kepala putik : Hijau kekuningan (RHS 146 D)Warna benang sari : Kuning orange (RHS 21 A)Waktu berbunga : Juni-Juli dan Desember-JanuariWaktu panen : Panen raya: Maret-April, September-oktoberBentuk buah : BulatUkuran buah : Tinggi 10-11 cm, Diameter 8-8,9 cmWarna kulit buah : Hijau zaitun keabuan (RHS NN 137) dengan bintik- bintik Hijau kuning terang (RHS N 144D)Warna daging buah : Kuning (RHS 12A) dibagian dalam dan hijau kekuningan (RHS N 144 A) dibagian luarTekstur daging buah : Lembut/halusRasa daging buah : GurihBentuk Biji : BulatWarna biji : Orange (RHS 26 A)Kandungan air : 75,11%Kadar gula : 1,650 BrixKadar protein : 2,01%Kadar lemak : 2,48%Kadar serat : 5,58%Kadar abu : 1,21%Karbohidrat : 3,02%Kandungan Vit-C : 32,43 mg/100 gramBerat per buah : 365,0 – 569,0 gramJumlah buah per tanaman : 527 – 685 buahPresentase bagian buah yang dapat dikonsumsi : 70 – 73%Daya Simpan buah pada suhu 25-28 0 C : 3 – 5 hari setelah panenHasil buah per pohon per tahun : 250 – 300 kg/pohon/tahunIdentitas pohon induk tunggal : Pohon Induk Tunggal (PIT) milik Bpk.Jazuri dikampung Cipedak, Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa, Kota Adm. Jakarta Selatan.Nomor pohon induk tunggal : PI/AP.Cpd/JS/BPMHTPH/319Perkiraan umur pohon induk tunggal : ± 23 tahunPenciri utama : Kulit buah matang dapat dikelupas Seperti kulit buah pisang matangKeunggulan Varietas : Produksi tinggi dan rasa daging buah gurih dengan Tekstur yang lembutWilayah adaptasi : Sesuai didataran rendahPemohon : Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI JakartaPemulia : Jazuri (Pemilik PIT)Peneliti : Darjamuni, Mardalena, Kristrisasi Helenandari, Endang Eko Retnowati, Edi Setiawardana, Dadang, Namin Yuniarto, Warno.Dalam rangka meningkatkan produksi, konsumsi, dan perdagangan ,Alpukat cipedak telah memperoleh legalitas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 172/Kpts/SR.120/D.2.7/12/2015 Tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura.Sebagai bagian dari penghijauan lingkungan dan juga sebagai peningkatan gizi serta pendapatan keluarga, Oleh masyarakat, tanaman alpukat cipedak ini dibudidayakan di halaman rumah, hampir semua rumah memilikinya, diantaranya dalam wadah Kelompok Tani binaan Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Administrasi Jakarta Selatan, yakni Kelompok Tani Sejahtera Makmur yang diketuai Bp.H.A.Karim, Kelompok Tani Sirih Kuning yang diketuai Bp. Jazuri, dan Kelompok Wanita Tani Cempedak Lestari yang diketuai oleh Ibu Hj.Eti. (Tony Suprayitno/PPJakarta Selatan). Sumber : Sunarjono, Hendro, Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah (Bogor: Penebar Swadaya, 2004).Direktur Jenderal Hortikultura (Jakarta: Keputusan Menteri Pertanian Tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura, 2015).