Budidaya Padi sawah merupakan kegiatan Pertanian yang hingga saat ini masih dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat Kota Bandar Lampung. Adapun salah satu kecamatan yang masih berpotensi untuk dilakukan budidaya padi adalah Tanjung Senang. Kecamatan Tanjung senang masih memiliki luas 130 ha hamparan sawah yang dapat ditanami komoditas padi, paliwija dan hortikultura. Pada Musim tanam rendeng 2018-2019 Kecamatan Tanjung Senang telah melakukan pemanenan di awal bulan April s d Mei 2019. Hingga saat ini, kelurahan yang telah panen diantaranya, Labuhan Dalam,Pematang Wangi, Tanjung Senang dan sebagian kecil Perum Kandis, Way Kandis. Budidaya Padi sawah merupakan salah satu kegiatan pertanian untuk menciptakan dan memenuhi kebutuhan pangan. Kegiatan Panen dilakukan dengan berbagai cara dan alat yang digunakan. Tidak semua Kelompok Tani Kecamatan Tanjung senang memiliki mesin panen yang canggih, sehingga masih ada yang menggunakan sistem Gebyok, perakitan alat perontok gabah (Power Thresure), atau dengan sewa alat mesin panen (Combine Harvester). Adapun berbagai Keuntungan dan kelemahan yang dirasakan petani dalam penggunaan berbagai alat bantu panen antara lain : Gebyok, Keuntungan ; Melibatkan keluarga / tenaga kerja dalam berbagai proses budidaya dari tanam hingga panen, sehingga terlihat rukun dan membantu ekonomi keluarga lain, alat yang digunakan tidak membutuhkan bahan bakar relatif murah, memberikan kesempetan kerja bagi petani/ buruh lain. Kelemahan : Ketergantungan akan tenaga kerja, jika panen serentak akan sulit sehingga harus antri sedangkan kondisi tanaman harus segera dipanen, Dengan menggunakan alat tradisional ini kehilangan gabah dilapangan diperkirakan berkisar antara 10-14% dari hasil/ha. Kehilangan gabah di akaibatkan oleh gabah yang rontok dari tangkainya atau dikarenakan terinjak pada saat pemotongan berlangsung Power Thesure, Keuntungan : relatif lebih cepat dalam proses perontokan gabah, dapat dilakukan hanya dengan beberapa tenaga kerja, tidak perlu operator khusus semua petani bisa menggunakan alat ini. Kelemahan : Menggunakan bahan bakar, tidak semua petani mampu merakit sendiri atau mempunyai alat ini, sehingga tetap antri dalam penggunaannya sedangkan dalam proses perontokan padi tidak bisa lama-lama karena akan mengganggu kualitas gabah. Combine Harvester Besar, Keuntungan : Sangat cepat proses panennya menghemat waktu sangat significant 1 ha/1 jam, Menghemat tenaga kerja. Kelemahan Perlu operator khusus tidak semua petani mampu menggunakan, menggunakan bahan bakar, mengurangi penghasilan buruh panen padi yang bisa berdampak sulitnya mendapatkan buruh tanam nantinya. Dinamika proses panen dengan penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan) modern tidak serta merta memberikan keuntungan mutlak bagi para petani. Perlu adanya pendekatan sosial dan pemahaman teknologi dalam penerapan penggunaannya dilapangan. Petugas penyuluh memiliki peran yang cukup penting dalam membuka wawasan dan cara berpikir petani sehingga bisa terwujud kehidupan pertanian yang berkualitas dan berdaya saing pada masa mendatang. Salah satu kegiatan penting sekaligus rutinitas Petugas Penyuluh Pertanian Kota Bandar Lampung adalah kegiatan ubinan. Merupakan Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengetahui potensi hasil panen Padi Sawah di hamparan Sawah Tanjung Senang. Kegiatan ubinan yang telah dilalukan dengan menggunakan ukuran petakan 2,5 x 2,5 m kemudian gabah dirontokan dan hasil dilakukan penimbangan. Diambil beberapa sampel dari bebera petakan untuk bisa dirata-rata dan angka yang bisa menggambarkan potensi yang sebenarnya diwilayah Kecamatan Tanjung Senang. Perhitungan dilakukan dengan menghitung hasil timbangan x 1600 untuk mendapatkan potensi hasil panen per hektar sawah. Adapun Rata-Rata Potensi hasil panen yang bisa dicapai oleh petani Tanjung senang setelah dilakukan perhitungan adalah +7,5 ton/ha untuk MT Rendeng. Kondisi Tanah persawahan diperkotaan perlu dilakukan peremajaan dengan penggunaan bahan organik yang bisa dikatakan mulai minim dilakukan. Kondisi Persawahan yang merupakan tadah hujan murni juga menyebabkan Petani hanya dapat menggunakan sumber air bagi tanaman yang diambil dari parit-parit pembuangan limbah rumah tangga. Namun demikian, Petani Kota Bandar Lampung tetap semangat dalam melakukan Budidaya Padi untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Kelebihan dari hasil Panen mereka jual untuk pembelian modal budidaya Padi ataupun Palawija, dimusim tanam mendatang. Penulis Hermika Debataraja dan Mustika Rini