Ada 3 (tiga) teknik pembuatan amoniasi cara basah, yaitu : (1) Teknik menggunakan plastik; (2) Teknik menggunakan drum; (3) Teknik menggunakan silo.Pakan merupakan salah satu faktor utama dan menentukan dalam keberhasilan usaha peternakan. Tanpa ketersediaan pakan yang cukup, baik dari segi kuantitas maupun kualitas mustahil usaha peternakan akan berhasil dengan baik. Bagi ternak ruminansia, pakan terdiri dari pakan hijauan dan konsentrat. Hijauan yang biasa digunakan sebagai pakan pada usaha peternakan rakyat di pedesaan adalah rumput lapangan dan limbah pertanian, serta beberapa rumput itroduksi sebagai rumput unggulan. Limbah pertanian yang sering digunakan adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami sorgum, daun ubi jalar, daun ubi kayu dan pucuk tebu. Sedangkan bahan baku konsentrat yang sering digunakan adalah dedak padi, bungkil kedelai dan lain-lain.Di Indonesia, jerami padi banyak dihasilkan di wilayah sentra-sentra padi. Jerami padi merupakan bagian tanaman yang telah dipanen butir-butirnya bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelah disabit. Rata-rata produktivitas padi sawah adalah 3,86 ton/ha dan padi gogo sebesar 2,76 ton/ha.Limbah pertanian seperti jerami padi ini perlu ditingkatkan kualitas nutrisinya agar lebih palatabel dan lebih mudah dicerna sebagai pakan ternak. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan dan salah satu diantaranya melalui proses Amoniasi Cara Basah. Amoniasi adalah cara pengolahan pakan secara kimia menggunakan amoniak (NH3). Adapun Proses pembuatan Amoniasi Cara Basah seperti berikut.Pembuatan Amoniasi Cara Basah, dapat dilakukan dengan menggunakan urea dan air sebagai sumber amoniak (NH3). Bahan-bahan dan komposisi yang diperlukan untuk pembuatan Amoniasi Cara Basah ini tergantung teknik yang digunakan, sebagai berikut : (1) Teknik menggunakan plastik : bahan pakan yang dapat digunakan : tumbuhan yang berdinding keras seperti batang padi atau jerami padi. Misalnya bahan yang digunakan adalah jerami padi 15 kg, urea 870 gram dan air 5 liter; (2) Teknik menggunakan drum : jerami padi yang dipakai adalah 30 kg, urea 1,74 kg dan air sebanyak 10 liter; (3) Teknik menggunakan silo : jerami padi yang dipakai adalah 1000 kg, urea 60 kg dan air sebanyak 400 liter.Sedangkan peralatan yang diperlukan untuk pembuatan Amoniasi Cara Basah, sebagai berikut : timbangan, gelas ukur (literan), kantong plastik (disesuaikan dengan jumlah bahan yang akan diamoniasi), 1 (satu) lembar plastik (180-200 cm) untuk mencampur, 1 (satu) lembar plastik kantong (100-150 cm) rangkap atau drum bekas, 1 (satu) ember, 1 (satu) alat pengaduk, silo tanah ukuran 1x2x1 meter (lebar 1 meter, panjang 2 meter, dan dalamnya 1 meter), dua buah drum bekas terbuka atasnya, kapasitas 200 liter, 25 meter lembaran plastik lebar 2 meter (1/2 rol). Adapun cara pengerjaan ketiga teknik tersebut seperti berikut.Cara pengerjaan "Teknik Menggunakan Plastik dan Drum" : (1) Kantong plastik langsung dilapisi dua yaitu dengan cara plastik pertama dimasukkan ke dalam plastik yang ke dua. Bila menggunakan drum tidak perlu dilapisi plastik; (2) Seluruh jerami dimasukkan ke dalam plastik atau drum tersebut dan dipadatkan dengan cara menekan jerami tersebut, untuk yang kantong plastik didorong dengan tangan dan dijaga agar plastik tidak bocor serta untuk yang dipakai drum bisa didapatkan dengan diinjak-injak supaya keseluruhan jerami dapat masuk ke dalam drum dan merata sampai kepermukaan drum; (3) Larutan urea dengan mencampurkan 870 gram ke dalam ember yang berisi air sebanyak 5 liter (pembuatan yang menggunakan plastik). Larutkan pula urea sebanyak 1,74 kg ke dalam air 10 liter (pembuatan yang menggunakan drum). Kemudian aduk rata sampai urea larut; (4) Siram larutan urea tersebut sedikit demi sedikit pada jerami padi di dalam kantong plastik atau drum, aduk dan bolak-balik sampai merata secara keseluruhan. Kemudian jerami padi yang ada di dalam plastik atau drum dipadatkan; (5) Selanjutnya tutup/ikat plastik pertama pada bagian atasnya, kemudian plastik yang ke dua. Plastik atau drum ini dapat disimpan pada tempat yang aman. Bila menggunakan drum, maka permukaan drum ditutup dengan plastik rangkap dua; (6) Tunggu sampai 4 minggu, amoniasi jerami padi baru dapat dibuka. Sebelum diberikan kepada ternak, jerami amoniasi tersebut harus diangin-anginkan selama 1-2 hari sampai dengan bahu amoniaknya hilang.Cara pengerjaan "Teknik Menggunakan Silo" : (1) Pada dasar silo dihamparkan plastik agar cairan urea tidak langsung meresap kedalam tanah. Ujung-ujung plastik dibiarkan berada diatas tanah dan diganjal dengan batu. Pada dasar dan sudut-sudutnya juga harus ditindih dengan batu atau bata agar plastik tidak bergerak ditiup angin sebelum jerami dimasukkan ke dalam silo; (2) Jerami dimasukkan ke dalam lubang di atas plastik sedikit demi sedikit dan disusun melintang agar mudah saat didapatkan. Untuk memadatkan jerami dapat diinjak-injak; (3) Siapkan larutan urea dalam kedua drum yang berisi air, agar tidak lumer airnya maka masing-masing drum dikurangi airnya sebanyak 30 liter langsung disiramkan kedalam silo secara merata untuk membasahi jerami. Setelah itu masing-masing drum diisi dengan 30 kg urea lalu diaduk dengan alat pengaduk sampai seluruh urea tersebut larut. Dengan menggunakan ember seluruh isi kedua drum tersebut disiramkan keatas jerami secara merata. Biasanya permukaan jerami yang muncul di permukaan tersebut akan mulai turun karena memadat sendiri akibat basah; (4) Bagian plastik yang berada diluar silo dilipat hingga menutupi seluruh permukaan jerami, kemudian ditimbun dengan tanah di atasnya setebal ± 30 cm. Lebih tinggi lebih baik, agar air tidak menggenang di atas tumpukan jerami tersebut. Sebaiknya, timbunan ini dibuat seperti punggung kura-kura (gunungan); (5) Kemudian silo dbiarkan kira-kira 1 bulan, setelah itu silo sudah bisa dibongkar dan jerami disimpan dibawah atap penyimpanan. Seperti halnya dengan teknik plastik dan drum, jerami diangin-anginkan paling sedikit 2 hari sebelum diberikan pada ternak. Setelah silo ini dibongkar dapat dipakai lagi dan langsung diisi lagi dengan cara yang sama (Inang Sariati). Sumber : 1) Buku/Brosur "Teknologi Pengolahan Pakan", Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2011.2) https://www.google.co.id/search?q=AMONIASI+CARA+BASAH&newwindow=1