Ketersediaan hijauan sebagai sumber pakan utama merupakan salah satu faktor penentu kestabilan usaha peternakan sapi. Sebab, pakan merupakan komponen terbesar biaya produksi dan berpengaruh langsung terhadap produktivitas serta kesehatan ternak sapi itu sendiri. Persoalan pakan akan menjadi rumit ketika musim kemarau tiba. Sumber pakan berupa hijauan yang tadinya tersedia dan melimpah, berubah seketika menjadi paceklik dan langka. Kondisi ini akan diperparah lagi dengan datangnya El Nino yang menyebabkan kemarau semakin Panjang, kekeringan dimana-mana serta cuaca ekstrim dan suhu lebih panas dari biasanya. Lantas bagaimana cara menyiasati musim kemarau panjang serta dampak El Nino ini agar ketersediaan pakan tetap terjaga dan produktivitas ternak sapi tetap optimal ? Solusinya adalah melakukan pengawetan pakan yang tersedia melimpah di musim hujan sebagai cadangan atau stok yang digunakan di musim kemarau atau El Nino. Salah satu pengawetan yang bisa dipakai adalah cara Amoniasi. Berikut penjelasannya. PENGAWETAN HIJAUAN DENGAN AMONIASI Amoniasi adalah cara pengolahan kimia menggunakan amoniak (NH3) sebagai bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan daya cerna bahan pakan berserat sekaligus meningkatkan kadar N (proteinnya). Cara ini mempunyai beberapa keuntungan yaitu: sederhana, mudah dilakukan, murah (sumber NH3 diambil dari urea), juga sebagai pengawet, anti aflatoksin, tidak mencemari lingkungan dan efisien. Amoniak dapat menyebabkan perubahan komposisi dan struktur dinding sel sehingga membebaskan ikatan antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa, sehingga memudahkan pencernaan oleh selulase mikroorganisme rumen. Amoniak akan terserap dan berikatan dengan gugus asetil dari bahan pakan, kemudian membentuk garam amonium asetat yang pada akhirnya terhitung sebagai protein bahan. Proses pembuatan amoniasi ada 2 (dua) cara, yaitu cara kering dan cara basah. Perbedaannya hanya terletak pada urea yang dilarutkan dalam air atau tidak. CARA KERING Bahan-bahan : a)100 kg jerami padi kering udara; b) 3-4 kg urea (3-4% dari bahan) Peralatan : a)Lembaran plastik sebagai alas; b)Timbangan Cara Pembuatan : a)Jerami yang sudah terpilih dan ditimbang diikat dengan tali yang terbuat dari bambu; b)Bungkus dengan plastic, sebelum diikat taburi urea secara merata pada setiap ikatan/bal jerami; c)Setelah merata, ikat bungkus secara rapat agar tidak ada udara yang masuk/anerob; d)Simpan di tempat yang teduh dan tidak kena hujan/ air. Sebaiknya di atas plastik pembungkus ini diberi beban agar ada tekanan ke bawah, sehingga gas amoniak yang terbentuk dimanfaatkan oleh jerami. Lama proses penyimpanan selama satu bulan; e)Setelah satu bulan jerami olahan dapat dibuka, hasil yang baik ditandai dengan bau amoniak yang menyengat, oleh karena itu hati-hati ketika membuka karena dapat menyebabkan mata pedih; f)Setelah bau yang menyegat berkurang pindahkan ke ruang penyimpanan. Simpan di tempat yang beratap dan tidak kena hujan. Perhatikan ventilasi gudang penyimpanan udara harus bebas mengalir. CARA BASAH Teknik yang digunakan dalam proses amoniasi cara basah ialah dengan : kantong plastik Bahan-bahan : a)15 kg jerami kering udara; b)870 gram urea; c)5 liter air Peralatan : a)2 lembar kantong plastik ukuran 100 x 150 cm dengan ketebalan 0,4 cm; b)1 buah ember; c)1 buah gembor; d)1 timbangan; e)1 alat pengaduk Cara pembuatan : a)Kantong plastik langsung dilapis dua dengan cara memasukan lembar pertama ke dalam lembar kedua, agar lebih kuat dan menghindarkan bocor; b)Seluruh jerami dimasukkan ke dalam plastik agak dipadatkan dengan cara menekan/ mendorong jerami jangan diinjak dapat menyebabkan plastik sobek; c)Larutkan 870 gram urea ke dalam ember yang berisi 5 liter air dengan cara diaduk sampai benar-benar larut hingga tidak ada lagi butir-butir urea yang terlihat; d)Siramkan larutan urea tersebut ke dalam kantong plastik yang berisi jerami dengan gembor agar lebih mudah dan dapat merata, sampai seluruh larutan tersebut habis; e)Tutup dahulu kantong plastik lapis dalam dengan cara mengikat bagian atasnya, kemudian baru kantong plastik bagian luarnya. Kantong plastik ini dapat disimpan di tempat yang telah disediakan dan cukup aman; f)Setelah satu bulan kantong plastik dapat dibuka, ketika membuka plastik harus hati-hati karena selama proses amoniasi ini terjadi pembentukan gas, sehingga ketika plastik tersebut dibuka gas akan keluar dan dapat menyebabkan pedih di mata. Jerami hasil amoniasi kemudian diambil lalu diangin-anginkan selama dua hari sebelum diberikan kepada ternak. Yang tidak kalah penting diketahui adalah : 1)Untuk proses amoniasi dalam jumlah banyak maka jumlah kantong plastik harus disediakan dalam jumlah yang cukup. Bila pengolahan cara ini dilakukan, maka kantong plastik tersebut dapat dipakai ulang sampai tiga kali; 2)Untuk disimpan jangka lama maka jerami amoniasi tersebut harus dijemur dan dikeringkan di panas matahari selama kurang lebih satu minggu hingga kadar air mencapai 20 %; 3)Bila jerami tersebut sudah dijemur dan kering maka dapat disimpan di bawah atap dan tahan 6 bulan sampai satu tahun tanpa adanya penurunan kualitas; 4)Dalam penyajian jerami amoniasi ini tidak perlu dicacah, jadi dapat diberikan dalam bentuk utuh, karena dari hasil penelitian jumlah yang dikonsumsi oleh ternak baik yang dicacah maupun yang utuh akan sama saja, sehingga untuk ekonomisnya tidak perlu dicincang; 5)Bila tersedia konsentrat, maka sebaiknya konsentrat diberikan terlebih dahulu kira-kira satu jam sebelum pemberian jerami, hal ini dimaksud untuk merangsang perkembangbiakan mikroorganisme dalam rumen karena karbohidrat siap pakai dan protein yang tersedia dalam konsentrat cukup sebagai pendorong perkembangbiakan mikroorganisme dalam rumen terutama bakteri selulolitik yang mencerna serat kasar jerami. Demikian sekilas informasi tentang Amoniasi sebagai cadangan pakan ternak dikala datangnya musim kering yang panjang dan El Nino, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: https://www.ilmuternak.com/2015/01/cara-membuat-jerami-amoniasi-mudah.html http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/83185/CARA-MEMBUAT-JERAMI-AMONIASI-DENGAN-MUDAH/ https://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/budi-daya-ternak-ruminansia/mengawetkan_hijauan_pakan.pdf