Loading...

ANJING TANAH MENYERANG PADI DI DESA HADIWARNO KUDUS

ANJING TANAH MENYERANG PADI DI DESA HADIWARNO KUDUS
Anjing tanah termasuk serangga yang berukuran sedang, berwarna coklat terang hingga gelap, memiliki kulit pelindung yang tebal yang hidup di dalam tanah dengan sepasang tungkai depan termodifikasi berbentuk cangkul untuk menggali tanah dan berenang. Orang Jawa menyebutnya orong-orong, di Desa Hadiwarno Kudus lebih akrab dikenal sebagai angge-angge. Anjing tanah termasuk hewan pemakan segala, meskipun pada dasarnya ia adalah karnivora (pemakan daging). Menunya adalah larva-larva serangga lain atau cacing. Bila kekurangan makanan ia akan memakan akar dan rumput-rumputan. Akibat tindakan yang terakhir ini anjing tanah atau angge-angge digolongkan sebagai hama tanaman, khususnya tanaman padi. Biasanya tanaman yang diserang adalah tanaman padi yang berada di dekat pematang atau sekitar 1 meter dari pematang. Beberapa predatornya yaitu burung, ayam, tikus, segung hingga rubah. Beberapa petani yang ditemui di sawah blok Daleman desa Hadiwarno pada tanggal 8 November 2016, mengeluhkan adanya angge-angge yg merusak tanaman padi miliknya. Dari beberapa petak sawah yang di monitor, memang semuanya menunjukkan adanya kerusakan akibat angge-angge / orong-orong / anjing tanah ini. Beberapa petani juga terlihat sibuk melakukan sulaman pada lahan sawah miliknya. Imam Sudjono, ketua Gapoktan Rukun Tani mengeluhkan hasil sulamannya pun dirusak juga. Diinformasikan secara terpisah, POPT kec. Mejobo, Didik Kuswadi, SP memberikan keterangan terkait dengan penanganan hama ini. Beliau mengatakan bahwa angge-angge bila dikendalikan dengan pestisida bisa memakai insektisida granuler atau garam halus yang ditebar di sepanjang pematang. Sementara itu, Ka Sie Perlintan Distankanhut Kudus, Ratih Rustiyorini, SP menambahkan Kalau angge-angge biasanya menyerang tanaman padi yang lahannya kurang air atau berada di dekat lahan tanaman tebu, biasanya juga tanaman yang diserang berjarak sekitar 1 m dari pematang. Adapun cara mengatasinya yaitu dengan diairi atau memakai gerusan kapur pengusir semut 2 batang dicampur 1 lt air, kemudian dipercikkan di sekitar pematang. (Indri Subekti P, SP – Kudus)