Loading...

Antisipasi Perubahan Iklim Maksimalkan Teknologi Smart Farming

Antisipasi Perubahan Iklim Maksimalkan Teknologi Smart Farming
[PADANG] Kementerian Pertanian terus berupaya mengantisipasi perubahan iklim salah satunya dengan memaksimalkan pertanian modern, Smart Farming. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perubahan iklim tidak bisa ditangani dengan cara yang biasa-biasa saja. "Karena, perubahan iklim bisa mengancam hasil pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi serta terobosan untuk menghadapinya. Salah satunya melalui Smart Farming," jelas Mentan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa melalui Smart Farming harapannya dampak perubahan iklim dan el nino dapat diminimalisir. "Selain itu produksi pangan terjaga efisiensi meningkat dan ramah lingkungan," ujar Dedi Nursyamsi. Lebih lanjut pada agenda Ngobrol Asyiki (Ngobras) penyuluhan volume 23, Selasa (13/06/2023) yang bertemakan gelar percontohan pengembangan agribisnis BPPSDMP pada PENAS petani nelayan XVI di Padang, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pada gelar percontohan pengembangan agribisnis terdapat inovasi teknologi pertanian, termasuk didalamnya smart farming yang dilakukan oleh petani milenial. PENAS gelar percontohan diramaikan oleh semua eselon 1 kementerian pertanian, ini merupakan ajang unjuk gigi para petani milenial yang sebelumnya mereka sebagai pengikut, namun di PENAS sekarang petani milenial tampil di agribisnisnya masing-masing”. jelas Dedi Nursyamsi. Evrina Budiastuti yang merupakan duta penyuluh milenial mengatakan bahwa pada PENAS kali ini ada miniatur pusat penyuluhan desa atau yang biasa disingkat posluhdes yang dikelilingi oleh berbagai tanaman. Posluhdes tidak harus berbentuk rumah tetapi saung juga bisa seperti di gelar percontohan di PENAS saat ini, dengan di kelilingi oleh berbagai tanaman, peternakan, adapun fungsi posluhdes sebagai tempatnya kordinasi anatara petani dan penyuluh pertanian, tempat curhatnya mereka”. jelas Evrina Busiastuti. Adapun Duta Polbangtan Medan yaitu Zainal Abidin mengatakan bahwa di gelar percontohan pengembangan agribisnis BPPSDMP ada stand kopi Polbangtan Medan yang harus dicoba karena rasa kopinya yang khas. Di stand ini, kopi dimulai dari biji kopi serta pengolahannya salahsatu jenis kopinya yaitu arabika gayo yang pengolahannya dilakukan di Polbangtan Medan, tentunya di stand ini lengkap dengan baristanya”.jelas zainal Abidin. Sementara itu Pradoto Hutomo, Kordinator Widyaiswara Bapeltan Lampung menjelaskan bahwa di PENAS ini Bapeltan Lampung menampilkan low cost smart farming. Berbicara smart farming tidak selalu mahal, menyusun smart farming dapat dilakukan dengan modul yang ada di toko elektronik , selanjutnya nanti akan di bimbing oleh teman-teman dari Bapeltan lampung”. ujar Pradoto Hutomo. Dengan smart farming maka semua dapat dilakukan dengan teknologi pertanian yang modern. Modul smart farming dapat dibantu perakitannya oleh Bapeltan Lampung, teknologi ini dapat dikemudikan jarak jauh dan juga dapat di kontrol melalui HP berbasis android”. imbuh Pradoto Hutomo.hvy