Untuk memantabkan Target Pencapaian Swasembada Pangan sesuai dengan Program Kerja Pemerintah RI, pada Selasa (03/02) Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantul telah mengadakan Rapat Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan sekaligus Apel bersama yang dihadiri oleh segenap pimpinan serta staf BKP3, seluruh Penyuluh Pertanian dan THL TBPP 17 Kecamatan dan juga Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati, Bp. Sekda Bantul, Drs. Riyantono, MSi. serta SKPD terkait. Acara diselenggarakan bertempat di Bumi Perkemahan "Gua Payaman", Dusun Kepuhan, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu. Jarak tempuh ke lokasi bumi perkemahan ini sejauh ±1,5 km dari jalan raya Sedayu-Gesikan. Gua payaman sendiri merupakan gua alam yang berjumlah 2 gua, yang bernama Gua payaman lanang dan wadon. Menurut masyarakat setempat Gua ini pernah menjadi tempat persembunyian dan tempat tinggal sampai wafatnya Prabu Kerta Bumi atau Brawijaya V dengan putranya yang bernama Raden Panekti beserta cantriknya. Hal ini dikuatkan dengan adanya makam di sekitar gua tersebut yakni yang berada di dekat Gua payaman wadon. Makam tersebut diyakini sebagai makam dari Browijoyo V dan putranya serta 3 orang cantriknya, demikian seperti yang diceritakan oleh Juru kuncinya Ki Sastro Jumadiyono dan Ki Ngadiman yang turut hadir dalam acara tersebut. Gua ini pada masa perang Diponegoro juga pernah dipakai sebagai tempat persembunyian Pangeran Diponegoro saat kediamannya di Tegalrejo diserang oleh para tentara Belanda. Sebelum Apel dan Rapat berlangsung pimpinan dan staf serta Penyuluh BKP3 melakukan hiking melintasi alam di sekitar Bumi Perkemahan sampai melihat ke lokasi Gua Payaman, sebagai ajang penyegaran dari rutinitas tugas sehari-hari sekaligus menambah keakraban dalam keluarga besar BKP3. Apel bersama sekaligus Rapat Koordinasi Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dipimpin langsung oleh Ibu Bupati Bantul. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa target produksi yang harus dicapai Kabupaten Bantul pada tahun 2015 ini untuk komoditas: 1) padi : 198.959 ton gabah kering giling (GKG) dengan luas sawah : 15.453 ha, luas panen 29.698 ha, produktivitas : 67,08 kuintal/ha; 2) jagung : 23.668 ton pipil kering dengan produktivitas 59,50 kuintal/ha pipil kering, luas panen : 2.300 ha; 3) kedelai : 3.557 ton wose kering dengan produktivitas 15,47 kuintal/ha, luas panen : 2.300 ha. Adapun sasarannya : produktivitas padi meningkat 0,3 ton/ha gabah kering pungut (GKP), produktivitas jagung meningkat sebesar 1 ton /ha dan produkivitas kedelai meningkat 0,2 ton /ha. Dan untuk mencapai swasembada pangan yang diharapkan Kementerian Pertanian telah menetapkan upaya khusus (Upsus) pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai melalui kegiatan : 1). pengembangan jaringan irigasi 2). optimasi lahan 3). Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPTT) 4). optimasi perluasan areal tanam kedelai dan jagung 5). penyediaan sarana prasarana pertanian. Pemerintah Kabupaten Bantul sendiri sangat mendukung adanya upaya khusus pencapaian swasembada pangan tersebut dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan. Bentuk dukungan meliputi kebijakan yang kondusif dan pendampingan pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. Dalam melaksanakan pendampingan inilah peranan penyuluh pertanian dan petugas lainnya sangat penting artinya bagi petani dan pelaku agribisnis sebagai subyek dalam melaksanakan upaya khusus pencapaian swasembada pangan ini. Tugas pendampingan dan pengawalan ini dilakukan penyuluh bersama Babinsa dan petugas lainnya. Bupati mengharapkan program ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Konsolidasi dan koordinasi antara SKPD terkait harus dilaksanakan secara intensif. Pencapaian kemajuan program dan permasalahannya harus dipantau secara periodik untuk menentukan langkah berikutnya secara tepat. Sementara itu dalam laporannya kepada Bupati, Kepala BKP3, Ir. Pulung Haryadi, MSc. menyampaikan bahwa berdasarkan amanat Presiden RI serta Surat Edaran Menteri Pertanian, bahwa ditargetkan 3 tahun ke depan Indonesia sudah mampu Swasembada Pangan khususnya beras, yang ditandai dengan kemampuan melakukan ekspor beras. Ada 3 komoditas yang menjadi proritas pemenuhan pangan, yaitu padi, jagung dan kedelai, yang ditandai dengan munculnya program Upaya Khusus. Guna mencapai target upaya khusus tersebut serta kegiatan pengambangan pangan lainya, seperti swasembada daging, ikan, produk perkebunan dan kehutanan, di bawah kepemimpinan Hj. Sri Surya Widati, selama 2011-2014 Kabupaten Bantul telah mampu menorehkan 16 Prestasi peringkat 1 tingkat Nasional di bidang Penyuluhan dan Pangan. Dari ke 16 prestasi tersebut di antaranya, penghargaan MDGs Award bidang Diversifikasi pangan, karena adanya Instruksi Bupati tentang jamuan pangan dengan bahan baku lokal dan pemanfaatan pekarangan yang dilaksanakan secara konsisten, serta Adhikarya Pangan Nusantara, sebuah penghargaan tertinggi di bidang pangan yang diterima Ibu Bupati pada tahun 2013. Berdasarkan hal tersebut maka tidak ada kata lain Kabupaten Bantul harus siap mempertahankan dan melanjutkan keberhasilan dan prestasi tersebut di masa yang akan datang. Acara dilanjutkan dengan Ikrar Penyuluh untuk mendukung pencapaian swasembada pangan yang dipimpin Koordinator Penyuluh Sugeng Prayitno, SP., MSc. Para penyuluh menyatakan siap mendampingi para petani dan pelaku agrobisnis untuk mensukseskan program Upsus maupun program regular lainya yang berkaitan dengan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan sehingga harapan untuk tercapainya Bantul yang Projotamansari Sejahtera, Demokratis dan Agamis segera dapat diwujudkan. Ibu Bupati kemudian berkenan menyerahkan secara simbolis sarana prasarana sepeda motor untuk operasional penyuluh guna memperkuat tekad untuk mencapai target yang telah dicanangkan. Beliau juga menyerahkan sebuah alat bantu pertanian kepada Penyuluh yang merupakan hasil kreativitas PPL Imogiri, Lukito, AMd. yang bekerjasama dengan Kelompok Tani, yang disebut "Albatan SRI" yang mempunyai manfaat untuk menghemat benih, tenaga kerja dan pupuk yang selanjutnya agar dapat dimasyarakatkan di seluruh wilayah Bantul.