Loading...

APPSP PANEN BAWOR 9

APPSP PANEN BAWOR 9
Mendung mengiringi panen padi bawor 9 temuan Dosen Unsoed di Desa Gondang Kecamatan Taman. Panen padi hari Minggu tanggal 8 Maret 2015 dilahan milik Pak. Danu yang juga berprofesi sebagai guru SMP Negeri 4 Taman menghasilkan padi 2,9 ton pada lahan seluas 3.700 M2, suatu hasil yang cukup fantastis dilahan yang tidak bisa dikeringkan akibat hujan dan banyaknya air masuk karena lokasi dipinggiran tersier. Panen menggunan power treser hasilnya memuaskan juga harga yang diterima tinggi. Ketua Asosisasi Padi Sehat Pemalang (APPSP) Warnoto berani membeli hasil panen tersebut per Kw Rp.450.000,- lebih tinggi Rp.500,- dari pada padi varietas lain dan dengan teknologi yang konvensional.Pak Danu merupakan salah satu binaan APPSP yang sudah berkali-kali panen di lahan sendiri pada musim penghujan sering rugi karena tanamannya kena kerapak, bulirnya kurang berisi dan roboh." Syukur Alhamdulillah kami ketemu Ketua APPSP pak. Warnoto dan diminta menjadi binaannya untuk mencoba paket teknologi yang telah diterapkan" jelasnya dengan puas. Sambil menghisap rokoknya Pak Danu memberikan uraian biaya yang ia keluarkan dalam budidaya padi sehat kali ini. Biaya sewa 2 juta rupiah, traktor 300 ribu rupiah, galeng dan meratakan tanah 500 ribu, tanam 300 ribu, semprot pupuk organic cair 120 ribu rupiah, cari keong 80 ribu rupiah , sarana produksi seperti pupuk kompos, POC, Bio Pestisida, Phospat alam, bakterial dan biaya lainnya kalau dijumlah sekitar 4 juta rupiah. "saya akan mengulanginya lagi pada musim kemarau ini semoga lebih baik lagi dan ini hasilnya melebihi dari perolehan sertifikasi guru." Ungkapnya dengan tersenyum.Warnoto selaku ketua APPSP menjelaskan bahwa dalam rangka mensukseskan swasembada beras APPSP ikut berpartisipasi dengan membuat paket teknologi terobosan hasil bimbingan dan masukan para penyuluh dan petugas teknis terkait termasuk para ahli dari perguruan tinggi. APPSP kemudian melakukan berbagai percobaan ternyata formula seperti yang diterapkan pak Danu ini terbukti mampu meningkatkan produksi dan produktivitas padi serta memperbaiki kesuburan lahan." Kita sudah melakukan pembinaan pada petani dengan luas lahan hampir 50 ha yang nantinya kita akan berusaha membeli hasil panennya" jelasnya. "Kita memang memprioritaskan varietas bawor 9 karena produksinya tinggi , tahan wereng, bulir gabahnya besar, pulen dan wangi, beras ini sudah diterima pasar, kita masih kekurangan" jelasnya dengan mantapPadi bawor 9 temuan Dosen Unsoed memiliki keistimewaan dibandingkan dengan jenis padi lainnya karena memiliki karakter keras, wangi dan pulen serta produktivitasnya mampu mencapai 7,5 ton lebih dengan umur tanaman antara 95 hingga 100 hari . padi bawor 9 di bawa dari Unsoed oleh penyuluh KJF Dipertanhut kabupaten pemalang dan diujicobakan di Desa Tambakreja dan Sewaka kurang lebih setahun lalu. Varitas padi ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh APPSP dan menjadi idola untuk disebarluaskan dan dipasarkan.Sudiyanto Penyuluh Pertanian pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang yang ikut membawa bawor 9 dari Unsoed ke Pemalang menjelaskan bahwa beras bawor 9 beberapa waktu lalu ikut di pamerkan di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari 2015 oleh APPSP mewakili produsen padi sehat pemalang. Bulir berasnya yang besar serta bau wanginya menarik para pengunjung. " kami sekarang kebanjiran pesanan baik dari Intansi Pemerintah maupun swasta dan juga supermarket, makanya kami mendorong APPSP untuk mengembangkannya, karena permintaan pasarnya sudah jelas serta paket teknologinya juga tersedia". Jelasnya dilahan panenan.Hujan gerimis menutup acara panen padi bawor 9, beberapa orang yang hadir pada acara tersebut merasa senang bahwa harga beras bakal tidak akan semahal lagi seperti yang terjadi pada bulan yang lalu. Petani inggin harga wajar dan terjangkau sehingga masyarakat juga ikut menikmati jerih payah petani.Penulis: Nurul Ashar (PP Madya Pada Dipertanhut Kabupaten Pemalang).