Aren (Arenga saccharifera labiil) termasuk jenis palma yang seluruh bagian tanaman dari akar, batang, daun, buah dan nira dapat dimanfaatkan. Permintaan produk-produk aren seperti buah (kolang-kaling) dan nira makin lama makin meningkat. Khususnya nira sebagai bahan etanol yang dapat dipergunakan sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) bioetanol produk energi alternatif yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia. Produksi nira aren berkisar 8-22 liter/pohon/hari. Untuk memperoleh 1 liter etanol (kadar alkohol 70-90%) membutuhkan 20-25 liter nira aren segar. Pengambilan niraNira aren dihasilkan dari penyadapan tandan bunga. Dibanding bunga betina, tandan bunga jantan lebih banyak menghasilkan nira dengan kualitas yang lebih baik. Cara penyadapan nira sebagai berikut:1. Memilih bunga jantan yang siap disadap yaitu bunga yang tepungsarinya sudah banyak yang jatuh ditanah;2. Membersihkan tandan bunga dengan cara memukul-mukul dan mengayun tandan bunga untuk memperlancar keluarnya nira. Kegiatan ini dilakukan berulang selama tiga minggu dengan selang dua hari pada saat pagi dan sore, kemudian tandan tersebut ditoreh untuk mengeluarkan nira. Penyadapan dilakukan dengan memotong tandan bunga pada bagian yang ditoreh. Selanjutnya pada potongan tandan dipasang bumbung bambu sebagai penampung nira yang keluar.3. Penyadapan bunga jantan dapat dilakukan selama 3-4 bulan sampai tandan kering. Hasil air aren dapat diolah menjadi gula aren, tuak, cuka, minuman segar dan bioetanol Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar Bioetanol dapat digunakan sebagai BBN dapat digunakan 1. Sebagai bahan bakar campuran bensin-bioetanol dengan perbandingan 90 : 10, hal ini mampu menghemat penggunaan bahan bakar bensin sebesar 12,5-29,0%. Penggunaan campuran bensin-bioetanol pada mesin 4 tak lebih hemat bahan bakar dibanding mesin 2 Tak;2. Sebagai bahan bakar campuran bensin-alkohol (90:10) sesuai untuk mesin 4 Tak dan 2 Tak pada Toyota Kijang, ternyata konsumsi bahan bakar lebih hemat dibanding Pertamax dan bensin murni.3. Bioetanol dalam wujud cair tidak aman sebagai bahan bakar di rumah tangga karena memiliki titik nyala yang rendah dan bersifat mudah menguap, uap bioetanol berpotensi menimbulkan kebakaran apabila terkena panas, sehingga perlu dibentuk menjadi bioetanol gel. Bioetanol gel adalah gabungan bioetanol dan pulp, yang mengalami proses pengentalan dengan penambahan air, merupakan campuran bening dan transparan dan membentuk gel. Pembuatan bioetanol gelBahan baku bioetanol gel terdiri atas etanol berkadar 70%-90%, aquades, bahan pengental seperti kalsium asetat dan berbagai turunan selulosa. Proses pembuatan bioetanol gel diawali dengan melarutkan bahan pengental ke dalam aquades, kemudian diaduk hingga terbentuk larutan kental. Bioetanol ditambahkan kedalam larutan pengental dan diaduk agar campuran bioetanol gel menjadi homogen. Pembakaran bioetanol gel tidak berasap, warna biru, nilai kalori 21,7 MJ/kg dan daya bakar 200 g bioetanol gel setara dengan satu liter minyak tanah. Aplikasi bioetanol gel dilakukan dengan membakar secara langsung tanpa sumbu sehingga penggunaan bioetanol gel untuk bahan bakar rumah tangga membutuhkan kompor dengan model khusus. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : Dihimpun dari berbagai sumber.