AYAM JOPER (JAWA SUPER) SAMARINDA Usaha Ayam Joper (Jawa Super) kini tengah hangat diperbincangkan, pasalnya masa panen ayam joper diketahui lebih cepat dibanding ayam kampung biasa yaitu kurang lebih 45 s/d 60 hari dengan berat rata-rata antara 0,9 s/d 1,3 kg, apalagi ayam kampung joper dibandrol cukup tinggi dipasaran yaitu untuk saat ini kurang lebih Rp.40.000 per kilo. Jadi tidaklah mengherankan jika banyak orang yang tertarik untuk membudidayakannya, termasuk Bapak Sarminto peternak asal Samarinda. Dari hasil persilangan ayam kampung dengan ayam broiler ini menghasilkan ayam super yang punya banyak keunggulan. Ayam Broiler punya daging yang banyak dan perkembangannya cepat, sedangkan ayam kampung dikenal rasa daging yang lezat dan agak tahan terhadap penyakit. Kelebihan Ayam Joper Salah satu kelebihan ayam joper dibanding ayam kampung biasa adalah : Mempunyai citra rasa lebih gurih dibanding ayam pedaging; Memiliki harga jual lebih tinggi dibanding ayam pedaging; Resiko kematian lebih kecil, hal ini disebabkan masa panen lebih cepat 45 – 60 hari; Kandungan gizi ayam Joper sangat baik. Ayam Joper memiliki kandungan lemak lebih rendah, maka aman bila dikonsumsi oleh segala komunitas termasuk juga yang memiliki persentasi kolesterol yang tinggi; Pertumbuhan Ayam Joper lebih cepat, masa panen 45–60 hari. Pada prinsipnya beternak ayam joper relatif mudah, dibawah ini menurut pengalaman Pak Sarminto peternak asal Samarinda yang kurang lebih 2 (dua) tahun membudidayakan Ayam Joper adalah sebagai berikut : Bibit : Bibit DOC ayam Joper dipesan dari perusahaan bibit ayam Joper dari pulau Jawa dengan harga Rp. 850 per ekor. Kandang : Kandang bisa dibuat dari bahan yang sederhana kayu atau bambu yang penting kebersihan kandang harus diperhatikan. kandang yang baik adalah kandang yang mendapatkan sirkulasi udara yang cukup dengan arah kandang membujur dari timur ke barat. Pemberian pakan : Umur ayam 0 – 21 hari menggunakan pakan pabrik BR.1 Atau S.11. Umur 21-35 hari diberi pakan campuran terdiri dari : 50% Bama, 30% Dedak, 15% Jagung dan 5% serat dedaunan. Umur 35-60 diberi campuran bama hanya 30% dan yang 70% diberi campuran dedak, jagung dan serat dedaunan. Untuk jumlah pemberian pakan per ekor per minggu dapat dilihat pada tabel berikut : Minggu ke Jumlah Pakan Target bobot 0 – 1 1 - 2 2 - 3 3 - 4 4 - 5 5 - 6 6 - 7 7 – 8 10 gr/ekor 15 gr/ekor 20 gr/ekor 30 gr/ekor 40 gr/ekor 50 gr/ekor 60 gr/ekor 75 gr/ekor 30 - 60 gr 60 - 100 gr 100 - 150 gr 150 - 250 gr 25 - 400 gr 400 - 550 gr 550 - 800 gr 800 - 1100 gr Manajemen Pemeliharaan : Manajemen pemeliharaan diantaranya mengontrol selalu kebersihan kandang, pemberian pakan dan Vaksinasi ayam Joper. Anda harus teratur membersihkan kandang agar tidak kotor serta menyebabkan efek jelek pada ayam joper. Kebutuhan pakan setiap harinya dipenuhi dengan baik. Beberapa ayam joper harus ditimbang bobotnya setidaknya seminggu sekali untuk mengetahui apakah pakan memberikan pertumbuhan positif terhadap pertumbuhan ayam joper atau sebaliknya. Pengendalian Penyakit : Ayam joper sebagai mana ayam umumnya bisa juga terserang penyakit, terlebih kalau yang diternak dalam jumlah besar. Oleh sebab itu anda harus jeli mengontrol kesehatan ayam joper. Jika ditemukan ayam joper yang sakit dan pisahkan dengan ayam yang sehat agar tidak menyerang ternak yang lain. Obat untuk ayam yang sakit bisa dibeli di Toko obat yang terdekat. Panen Menurut pengalaman Peternak Pak Sarminto umur panen antara 45 hari sampai 60 hari dengan rata-rata antara 0,9 kg sampai 1,3 kg , dengan harga jual Rp 40.000 per kilo dan biaya (Cost) per ekor antara 20 ribu sampai 23 ribu. Saat ini peternak Ayam Joper di Samarinda membentuk komunitas dengan Nama : Sahabat Ternak Mandiri dengan anggota 60 orang. Selamat mencoba. Untuk info lebih lanjut Hubungi Bapak Sarminto Telp. 081253859578 Editor :