Saat ini peternakan ayam kampung menjadi salah satu usaha yang menguntungkan. Tingginya tingkat konsumsi masyarakat akan daging ayam kampung maupun telur ayam kampung, dapat dijadikan sebagai target pasar yang cukup potensial.Enaknya daging ayam kampung lebih diminati konsumen dibanding daging ayam boiler. Hidangan dari olahan daging ayam kampung seakan menjadi primadona penikmat kuliner. Selain rasanya yang lebih nikmat dibandingkan ayam pedaging, ayam ini juga mempunyai asupan protein yang tinggi dan rendah lemak. Permintaan akan daging ayam kampung di berbagai daerah kian melonjak sehingga ini akan menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan ternak ayam kampung salah satunya Sistem perkandangan dimana rangka kandang dibuat dari bambu, atap kandang di buat dari rumbia atau ijuk dan dinding kandang dapat di buat dari bambu, papan rempesan, kayu gelam atau kawat ram. Untuk alas kandang dapat di buat berupa lantai tanah yang telah dipadatkan atau di semen dan di taburi dengan sekam atau serbuk gergaji setebal 6 cm. Pakan ayam kampung lebih mudah dan bervariatif karena ayam kampung lebih tahan terhadap segala gangguan penyakit di bandingkan ayam petelur. Pakan Ayam Kampung ada dua yaitu bahan pakan nabati yaitu bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang umumnya mempunyai serat kasar dan protein tinggi misalnya dedak halus, jagung, bungkil kelapa, singkong/ketela pohon, bungkil kedelai, daun lamtoro, daun turi dll. Bahan pakan asal hewan yang umumnya limbah industri yang tinggi protein antara lain, tepung ikan, tepung udang, tepung tulang, tepung kerang, bekicot dll. Pemberian pakan kepada ayam kampung harus secara intensif untuk mempercepat pertumbuhan ternak sampai umur siap panen. Selain pemberian pakan yang intensif yang harus diperhatikan yaitu pengendalian penyakit ayam kampung yang kerap kali menimbulkan masalah dan kerugian yang besar, beberapa tindakan yang biasa dilakuakan untuk mencegah penyakit antara lain menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang, pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak, melakukan vaksinasi secara teratur, pemilihan lokasi peternakan di daerah yang bebas penyakit dan kontrol terhadap binatang lain. Beberapa jenis penyakit dan hama yang sering menggerogoti ayam kampung dan patut di waspadai antara lain penyakit tetelo, berak kapur, cacingan, kutuan dan flu burung. Pemasaran ayam kampung pada dasarnya mudah karena disamping jumlah permintaan yang tinggi, harga ayam kampung masih stabil sedang produksi masih terbatas. Rosdiana Gaffar,S.Pt. Penyuluh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulsel