Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap masyarakat, selain itu pangan merupakan komoditi dagang yang sangat berperan dalam kehidupan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencegah pangan dari kemungkinan adanya bahaya karena cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia. Untuk mendapatkan pangan yang tidak membahayakan kesehatan manusia khususnya dikota Jambi maka Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Jambi mengadakan sosialisasi keamanan pangan untuk pengolah dan pengawas kantin sekolah SD dan SMP di Kota Jambi dan anggota kelompok pengolah pangan segar sebanyak 40 orang.Sosialisasi keamanan pangan diadakan pada hari senin tanggal 16 November 2015 bertempat di aula Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Jambi yang dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dan sebagai narasumber dari BPOM Provinsi Jambi dan Kepala Bidang Penganeka Ragaman Pangan Dan Kewaspadaan Pangan Dan Gizi.Masalah utama Keamanan Pangan yaitu Penggunaan pemanis dan pengawet yang melebihi takaran, Penggunaan bahan kimia yang dilarang pada pangan, seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamin B serta methanil yellow, Keracunan setelah mengkonsumsi pangan dan Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dalam memasak makanan.Tujuan diadakan sosialisasi keamanan pangan untuk menambah pengetahuan pengelola kantin sekolah tentang pangan yang layak dikonsumsi , adalah pangan yang tidak busuk, tidak menjijikan dan bermutu baik, sehingga tidak mengganggu kesehatan manusia, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakatDalam paparannya narasumber mengatakan bahaya pada pangan terdiri dari : bahaya biologi, fisik dan kimia. BAHAYA BIOLOGI bisa berupa bakteri, kapang, kamir, parasit, virus dan ganggang. Pertumbuhan mikroba bisa menyebabkan pangan menjadi busuk sehingga tidak layak untuk dimakan dan menyebabkan keracunan pada manusia bahkan kematian. Cara pencegahan bahaya Biologi anatara lain membeli bahan mentah dan pangan di tempat yang bersih, dari penjual yang sehat dan bersih, pilih makanan yang telah dimasak dan pangan yang dipajang, serta disimpan dan disajikan dengan baik,konsumsi pangan secara benar,kemasan tidak rusak,tidak basi (tekstur lunak, bau tidak menyimpang seperti bau asam atau busuk) dan Jangan sayang membuang pangan dengan rasa menyimpang.BAHAYA KIMIA merupakan bahan kimia yang tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam pangan. Bahaya kimia masuk ke dalam pangan secara sengaja maupun tidak sengaja dan dapat menimbulkan bahaya. Cara pencegahan bahaya Kimia : Selalu memilih bahan pangan yang baik untuk dimasak atau dikonsumsi langsung, mencuci sayuran dan buah-buahan dengan bersih sebelum diolah atau dimakan, menggunakan air bersih (tidak tercemar) untuk menangani dan mengolah pangan, tidak menggunakan bahan tambahan (pewarna, pengawet , dll) yang dilarang digunakan untuk pangan, menggunakan bahan tambahan Pangan yang dibutuhkan seperlunya dan tidak melebihi takaran yang diijinkan.. BAHAYA FISIK adalah benda-benda yang tidak boleh ada dalam pangan seperti rambut, kuku, staples, serangga mati, batu atau kerikil, pecahan gelas atau kaca, logam dan lain-lain. Benda-benda ini jika termakan dapat menyebabkan luka, seperti gigi patah, melukai kerongkongan dan perut. Pada akhir acara sosialisasi kemanan pangan beberapa hal dapat disimpulkan :Peserta sangat merespon materi yang diberikan karena berhubungan langsung dengan keamanan pangan untuk keluarganya.Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat .Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari bahaya biologis, kimia dan fisik. Penanganan pangan yang baik dapat membuat pangan menjadi terbebas dari bahaya tersebut.Penulis : Ilmi Defiarti, SP (Kasubbid Kewaspadaan Pangan Dan Gizi)