Loading...

BAHAN TANAM KARET BERUPA BIBIT OKULASI STUM MATA TIDUR DAN STUM MINI

BAHAN TANAM KARET  BERUPA BIBIT OKULASI STUM  MATA TIDUR DAN STUM MINI
Perbanyakan tanaman Karet (Hevea brasilliensis) umumnya dilakukan dengan cara vegetatif melalui okulasi. Okulasi adalah perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan cara menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman lain yang sejenis agar mendapatkan sifat tanaman yang diinginkan/unggul. Bibit okulasi dapat diperoleh dari stum mata tidur dan stum mini. Yang dimaksud dengan stum mata tidur adalah bibit okulasi yang mata okulasinya masih belum tumbuh. Sedang stum mini adalah bibit hasil okulasi yang ditumbuhkan di pembibitan selama 6-8 bulan sebelum pembongkaran sehingga bibit mempunyai mata lebih banyak. Keuntungan dengan bibit stum mata tidur antara lain waktu penyiapannya lebih mudah dan cepat dan harganya relatif murah. Namun ada kelemahannya yaitu presentase kematian cukup tinggi (15%-20%) dan pertumbuhan tanaman kurang seragam. Keuntungan bibit dengan stum mini antara lain mata tunas lebih banyak, presentase kematian rendah, pengangkutan dan penanaman lebih mudah, masa tanaman belum menghasilkan (TBM) lebih singkat. Kelemahan stum mini adalah waktu penyiapan lebih lama dan harga relatif mahal. Bibit hasil okulasi stum mata tidur Cara pencabutan bibit hasil okulasi stum mata tidur dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan cangkul dan alat dongkrak bibit (pulling jack). 1. Pencabutan dengan cangkul dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) satu sampai dua minggu sebelum bibit dicabut, bibit dipotong miring ke arah luar pada ketinggian 5-7cm diatas tempelan okulasi, kemudian bekas potongan diolesi dengan parafin; b) sebelum dicabut dengan cangkul, dibuat lubang sedalam 60 cm pada salah satu sisi barisan tanaman dengan jarak 10 cm dari tanaman; c) kemudian akar tunggangnya di potong pada kedalaman sekitar 45 cm dan bibit didorong kearah lubang tanaman; d) potong akar lateralnya dan sisakan sekitar 5 cm, sehingga akan didapat stum mata tidur siap tanam.2. Pencabutan dengan dongkrak bibit (pulling jack) dilakukan pada bibit yang tidak terlalu besar yaitu bibit berumur kurang dari 1 tahun dengan cara sebagai berikut: a) dua sampai tiga minggu sebelum dicabut, bibit dipotong pada ketinggian 50 cm diatas tempelan okulasi; b) batang bagian atas dijepit dengan dongkrak bibit; c) bibit kemudian dicabut dengan hati-hati dengan cara mengungkit tangkai dongkrak. Setelah bibit dicabut kemudian bibit tersebut di perlakukan sebagai berikut: a) Bagian atas bibit dipotong pada ketinggian 5-7 cm diatas tempelan okulasi dan bekas potongan diolesi parafin; b) arah potongan miring kebelakang tempelan okulasi; c) akar tunggangnya dipotong dan disisakan 35 cm sedang akar lateral disisakan 5 cm.Seleksi bibitUntuk mendapatkan bibit yang baik, setelah bibit dicabut dari lahan pembibitan, selanjutnya dilakukan seleksi bibit. Kriteria bibit stum mata tidur yang baik adalah bibit yang mempunyai akar tunggang lurus dengan panjang sekitar 35 cm. Bila bibit akarnya bercabang maka akar yang kecil yang dipotong, agar tidak terkena infeksi yang menyebabkan akar busuk atau terkontaminasi jamur, luka bekas potongan pada akar tersebut diolesi dengan parafin. Bibit stum mata tidur yang mempunyai mata okulasinya rusak, atau akarnya bercabang banyak atau bengkok, sebaiknya tidak digunakan. Bibit hasil okulasi stum mini Bibit hasil okulasi stum mini disiapkan dengan cara sebagai berikut:1. Bibit hasil okulasi dipotong pada ketinggian 5-7 cm diatas tempelan okulasi;2. Mata okulasi dibiarkan tumbuh dan dipelihara di pembibitan selama 6-8 bulan. Pada saat tersebut batang tanaman berdiameter 2 cm dan berwarna coklat dengan tinggi sekitar 50 cm;3. Bibit yang telah berumur 6-8 bulan tersebut dipotong pada ketinggian 50 cm diatas pertautan okulasi;4. Dua minggu setelah pemotongan, bibit baru akan dibongkar dengan menggunakan cangkul 5. Akar tunggang dan lateral masing-masing disisakan sepanjang 40 cm dan 5 cm, Luka bekas potongan diolesi dengan parafin. PengangkutanLangkah penting selanjutnya adalah cara pengangkutan, supaya bibit stum mata tidur tidak rusak, dengan menyusun bibit sedemikian rupa sehingga bibit stum mata tidak rusak. Oleh : Ir.Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Nasipiah, Chakent, Zainal Arifin, 2009. Pengelolaan Bahan Tanam Karet, Balit Sembawa, Puslit Karet ;2) Ir. Nurhawaty Siagian, MS, 2006. Pembibitan dan Pengadaan Bahan Tanam Karet Unggul. Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, Medan; 3) Dari berbagai sumber