Loading...

BANTUAN PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN KEPADA SUBAK

BANTUAN PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN KEPADA SUBAK
Saat ini dan kedepan keberadaan mekanisasi pertanian berupa peralatan dan mesin pertanian dalam pelaksanaan usahatani khususnya usahatani lahan sawah semakin akan dibutuhkan. Beberapa peralatan dan hasil pertanian yang dominan dibutuhkan antara lain : alat pengolah tanah berupa traktor, alat tanam benih berupa Rice Transplanter, alat panen berupa Combine Harvester, alat perontok gabah berupa Power Threser dan disamping peralatan mesin pasca panen lainnya berupa pengering gabah berupa drayer dan penggilingan padi.Oleh karena harga peralatan dan mesin pertanian yang rata-rata mahal, tidak memungkingkan dimiliki oleh petani baik berkelompok apalagi perorangan. Untuk itu secara bertahap dan berkelanjutan pemerintah melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan kepada kelompoktani. Pada tahun 2014 saja telah disalurkan sebanyak 437 unit peralatan dan mesin pertanian tersebar pada beberapa kelompoktani/subak se Bali dan pada tahun 2015 direncanakan ada tambahan sebanyak 65 unit traktor.Peralatan dan mesin pertanian diperlukan tidak saja dalam rangka efisiensi usahatani dan menekan biaya produksi khususnya upah-upah tenaga kerja, akan tetapi juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda terjun ke pertanian. Bahwa pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara nyata dapat menekan biaya produksi karena lebih dari 50 % biaya produksi adalah berupa ongkos tenaga kerja, sehingga apabila pengerjaan usahatani sepenuhnya dilaksanakan secara manual tentu akan membebani ongkos produksi yang besar. Disamping untuk pengerjaan kegiatan usahatani secara manual memerlukan waktu yang lebih lama. Demontrasi mesin tanam benih padi berupa Rice Transplenter yang dilaksanakan tangal 2 Maret 2015 di Subak Tungkub, Mengwi Badung dimaksudkan untuk memberi pelatihan operator disamping pengenalan kepada masyarakat luas tentang keberadaan peralatan Rice Transplenter dimaksud. Bantuan Rice Transplenter di alokasikan pada akhir tahun 2014 kepada 6 subak masing-masing 1 unit di Kabupaten Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar dan Karangasem. Jumlah pengadaan alat yang diharapkan dapat dikembangkan di masing-masing Kabupaten/Kota untuk percepatan penanaman dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja khususnya pada musim tanam. Saat ini keberadaan Rice Transplenter di Bali tercatat baru sebanyak 31 unit, jumlah ini tentu sangat kurang dibandingkan kebutuhan terutama pada saat-saat musim tanam bulan Nopember dan Desember. Dari hasil uji coba tercatat bahwa dengan menggunakan Mesin Rice Transplenter untuk penanaman padi hanya butuh waktu 4 -5 jam (1/2 hari) untuk 1 (satu) Ha sawah dengan jumlah pekerja 2 -3 orang. Total biaya tanam per Ha sekitar Rp.950.000. Jika dibandingkan secara manual dengan tenaga kerja manusia, untuk 1 (satu) Ha sawah diperlukan waktu tanam sampai dengan 9 jam ( 2 hari), dengan jumlah pekerja sampai dengan 12 orang, dan total biaya tanam mencapai lebih dari Rp.1.500.000,- per Ha. Memperhatikan hal tersebut diatas, diharapkan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dapat membantu pengembangan keberadaan Rice Transplenter di lapangan pada waktu-waktu yang akan datang. Oleh : Ir. I Made Buda. PP. Madya Distan TP. Bali