Bawang Merah, Menghemat Biaya Pembelian Benih Dengan Budidaya Dari Biji
Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menjadi pilihan petani di wilayah kecamatan wates untuk ditanam ketika musim palawija atau disela-sela tanaman padi di lahan surjan. Selama ini petani di wilayah kecamatan Wates dan kebanyakan petani di wilayah lain pada umumnya menanam bawang merah yang benihnya berasal dari umbi. Dalam satu hektar rata-rata kebutuhan benih bawang merah yang berasal dari umbi bisa mencapai 1 ton/ha. Jika harga rata-rata benih bawang merah daru umbi adalah RP 30.000,- maka modal yang dibutuhkan untuk membeli benih adalah Rp 30.000.000,-/ha. Pengeluaran yang sedemikian besar menjadi keluhan petani ketika berencana untuk menanam bawang merah. Sedangkan jika menggunakan benih dari biji, hanya menghabiskan 2 kg/ha, harga per kilo benih biji Rp. 2.000.000,- sehingga modal untuk pengadaan benih dapat ditekan hingga Rp. 5.000.000,-/ha.Budidaya bawang merah menggunakan benih biji merupakan teknologi baru di wilayah kecamatan Wates, dan Kabupaten Kulon Progo pada umumnya. Untuk transfer teknologi tersebut 4 orang PPL dan 1 orang penyuluh swadaya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Bawang Merah Asal Biji yang diselenggarakan dari BPTP Yogyakarta pada 24-25 Juli 2018. Dalam Bimtek tersebut dijelaskan bagaimana cara membudidayakan bawang merah yang berasal dari benih biji. Kunci dari keberhasilan budidaya bawang merah asal biji ini adalah pada saat pesemaiannya, kemudian saat pindah tanam dan perlakuan pindah tanamnya. Pesemaian biji bawang merah membutuhkan waktu minimal 25 hari, kemudian benih siap untuk dipindah tanam.Dari Bimtek tersebut diharapkan penyuluh pertanian baik PPL maupun penyuluh swadaya dapat menguasai tata cata budidaya bawang merah asal biji. Pada akhirnya para penyuluh wajib menyampaikan teknologi tersebut kepada petani pembudidaya bawang merah. Teknologi budidaya bawang merah asal biji ini diharapkan dapat memberikan solusi untuk menekan modal pembelian benih bawang merah asal umbi. (Eko Purwanto)