Loading...

Beberapa Cara Pengawetan Telur Ayam

Beberapa Cara Pengawetan Telur Ayam
Beberapa Cara Pengawetan Telur Ayam Telur mempunyai nilai gizi tinggi, namun telur juga mempunyai sifat yang mudah rusak. Oleh karena itu untuk menjaga agar telur tetap terjaga mutunya perlu dilakukan suatu perlakuan, agar masa simpannya dapat diperpanjang/dipertahankan baik melalui pengolahan. Keadaan ini penting agar produksi telur yang dicapai dengan segala usaha dapat sampai ke konsumen dengan mutu yang tetap.baik.Pemilihan telur untuk diawetkan, telur yang akan diawetkan tentu tidak dalam kondisi retak, permukaaanya bersih dan rongga udara bersih kemudian keadaan kuning telur berada ditengah-tengah dan tidak bergerak bebas serta didalam kuning telur atau putih telur tidak terdapat bintik hitam atau merah.Hal tersebut dapat dilihat dengan cara menerawang telur dibawah sinar matahari atu menggunakan lampu pijar..Untuk menyeleksi telur yang baik, yaitu dengan cara (1) menggunakan sinar matahari atau lampu pijar dengan cara meneropong , bila telur terang dan kuning telur berada di tengah-tengah berarti telur masih baik. (2) Di rendam dalam air, telur yang baik adalah bila telur tersebut tenggelam dalam air sedangkan telur yang rusak akan terapung dalam air.Sebelum melaksanakan pengawetan telur terlebih dahulu dilihat kebersihan telur yang akan di awetkan. Apabila masih banyak kotoran yang melekat, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu. Ada dua cara untuk membersihkan telur yaitu (1) Cara Kering ; telur yang akan diawetkan terlebih dahulu dilap dengan kain bersih atau dapat juga digosok pelan-pelan dengan kertas ampelas halus, (2) Cara Basah ; telur yang kotor dimasukkan ked lam campuran air hangat dan sabun, kemudian digosok dengan menggunakan lap bersih. Telur yang sudah dicuci dikeringkan segera dengan lap bersih dan kering. Beberapa Cara Pengawetan 1. cara prendaman dalam larutan garam atau abu garam, cara ini sangat bervariasi sesuai dengan rasa asin yang di inginkan. Biasanya dipakai larutan garam 20 % - 40 %. Jadi untuk satu liter air diperlukan 200 – 400 gram garam. Larutan ini cukup untuk 5 butir telur. Perendaman dalam larutan selama 21 hari. Daya tahannya dapat mencapai kurang lebih 2 bulan. 2. Pengawetan telur dengan larutan kapur, telur yang digunakansebanyak 100 butir dan kapur (CaO) 1 kg dengan cara 1 kilogram kapur dilarutkan kedalam 15 liter air dan didiamkan dahuylu, Larutan pengawet ini dituangkan dengan menyaring kedalam tempat perendaman telur, kemudian masukkan telur kedlam larutan selama 21 – 30 hari. Daya tahan dapat mencapai 3 – 5 bulan 3. Pengawetan telur dengan daun jambu biji; telur digunakan 100 butir , 1 kg kapur sirih, 5 kg daun jambu biji yang sudah tua. Dengan cara yaitu larutkan 1 kg kapur kedalam 15 liter air dalam ember, sementara itu daun jambu biji dijemur dipanas matahari sampai kering. Telur dibersihkan satu persatu dengan kain bersih kemudian dimasukkan kedlam ember yang sudah berisi larutan kapur dan direndam selama 7 hari. Pada hari ke 6 perlu kita siapkan daun jambu biji untuk direbus sebanyak 0,5 kg kedlam 11 liter air.Setelah itu air rebusan daun jambu disaring, sementara itu telur yang berada di dalam larutan kapur diangkat kemudian dimasukkan ke dalam air rebusan daun jambu dan direndam selam 8 hari.Setelah itu telur diangkat dan disimpan pada rak telur. Telur akan terjadi perubahan warna. 4. Penyimpanan telur pada suhu rendah; telur dapat disimpan pada suhu rendah sekali karena telur mempunyai titik beku yan g rendah. Telur untuk membeku pada suhu 2 0 c, kuning telur pada 0,6 0 c dan putih telur membeku pada suhu 1,8 0 c dalam hal ini telur dapat disimpan dalam lemari es (kulkas). Daya tahan kurang lebih 1 bulan. 5.Pengawetan telur dengan lapisan lilin, bahan yang digunakan telur, lilin, air hangat sedangkan alat berupa baskom,kompor, panic, amplas, lap dan ember. Dengan cara (1) ambil beberapa butir telur sesuai dengan kebutuhan kemudian bersihkan dari kototran yang menempel pada kulit telur. (2) ambil beberapa lilin kemudian pathkan sehingga menjadi potongan kecil, kemudian masukkan kedlam panic dan panaskan diatas kompor sampai mencair. (3) celupkan telur pada cairan lilin terseabut yang telah agak dingin, lakukan secara cepat jangan sampai cairan lilin tersebut membeku kembali. Setelah itu angkat telur tersebut dan letakkan pada tempat yang telah disiapkan. Beberapa catatan (a) Pencelupan telur dilakukan satu demi satu dengan maksud untuk mencegah agar tidak terjadi benturan telur yang satu dengan yang lain. (b) apabila cairan lilin membeku maka panskan kembali, usahakan cairan llilin terseabaujt tetap mencair selam proses pencelupan telur berlangsung. 6. Pengawetan dengan minyak kelapa,bahan yang digunakan berupa minyak kelapa, telur dan air sedangkan alat yang dipakai berupa baskom, panciu, lap dan kompor. Cara membuat (1) bersihkan telur dari kotoran yang menempil di kulit telur, (2) panaskan minyak kelapa dalam panic diatas kompor kemudian angkat dan dinginkan, (3) celupkan telur pada minyak kelapa yang sudah agak dingin kemudian diangkat dan letakkan serta simpan pada wadah ytang telah disiapkan terlebih dahulu. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber bacaan : BIP Sulut.