Loading...

BENIH DAN PERBENIHAN PADI

BENIH DAN PERBENIHAN PADI
BENIH DAN PERBENIHAN PADI Benih/Perbenihan Benih yang bermutu tinggi dan berasal dari varietas unggul merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan tinggi rendahnya produksi. Usaha lain seperti perbaikan bercocok tanam, pengairan yang baik, pemupukan dan pengendalian hama/penyakit hanya dapat memberikan pengaruhnya yang maksimal, apabila disertai penggunaan benih bermutu yang berasal dari varietas unggul. Mutu benih akan dipengaruhi oleh proses perkembangan dan kemasakan benih, panenan dan perontokan, pembersihan, pengeringan dan penyimpanan benih, sampai fase tumbuh dipersemaian berakhir. Mengingat pentingnya masalah benih maka sudah sewajarnya penggunaan benih dan pemilihan benih perlu mendapat perhatian. Klasifikasi Benih Benih adalah gabah yang dihasilkan dengan cara yang khusus dengan tujuan untuk disemai atau ditabur menjadi pertanaman. Ditinjau dari segi varietas dan sistem pengadaan benih dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : Benih Bersertifikat Benih Tidak Bersertifikat Benih yang bersertifikat adalah benih yang proses produksinya melalui sistem sertifikasi, yaitu sistem produksi benih yang mendapat pemeriksaan lapangan dan pengujian dilaboratorium oleh instansi yang berwenang serta memenuhi persyaratan standar yang ditentukan. Benih tidak bersertifikat adalah benih yang proses produksinya tidak melalui sistem tersebut, tetapi memenuhi standar mutu. Sesuai dengan urutan dan tingkat mutunya, maka benih bersertifikat dibagi menjadi empat kelas, yaitu : Benih Penjenis ( Breeder Seed - BS ) Benih Dasar ( Foundation Seed - FS ) Benih Pokok ( Stock Seed - SS ) Benih Sebar ( Extension Seed - ES ) Benih Penjenis – BS. Adalah benih yang dihasilkan oleh / dibawah pengawasan pemulia tanaman yang bersangkutan /instansinya, dan harus merupakan sumber untuk perbanyakan benih dasar. Benih Dasar – FS. Adalah keturunan pertama dari benih penjenis / benih dasar yang diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat hingga keturunan varietas yang tinggi dapat dipelihara. Benih ini diproduksi oleh lembaga pusat penelitian dan produksinya harus disetifikasi oleh instansi berwenang. Benih Pokok – SS. Adalah keturunan dari benih penjenis / benih dasar yang diproses dan dipelihara sedemikian rupa, sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas yang ditetapkan dapat terpelihara dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Benih Sebar – ES. Adalah keturunan benih penjenis, benih dasar, atau benih pokok yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa hingga identitas dan tingkat kemurnian varietas memenuhi standar yang ditetapkan dan telah disertifikasi benih sebar oleh instansi berwenang. Mutu Benih Sebar Benih sebar yang bermutu, memiliki sifat-sifat sebagai berikut : Persentase benih murni minimal 90 % Persentase kotoran benih maksimal 2 % Persentase benih tanaman /varietas lain maksimal 0,5 % Persentase benih rerumputan maksimal 0,1 % Persentase daya tumbuh minimal 80 % Kadar air maksimal 13 % Manfaat dari penggunaan benih bermutu antara lain : Mempertahankan sifat-sifat unggul termasuk daya hasil yang tinggi dari varietas yang bersangkutan, dan dapat menaikan hasil 5-15 % Jumlah pemakaian benih per satuan luas areal tanaman lebih hemat Pertumbuhan pertanaman dari tingkat kemasakan dilapangan lebih merata dan seragam Rendemen beras tinggi dan mutu beras seragam Udin Suhardin, SP THL-TBPP UPTD Pertanian Cidahu - Kuningan 6 Maret 2019 Sumber http://nurifauzi.blogspot.com/2013/01/pentingnya-penggunaan-padi.hmtl J.R Hidayat, Sri W, M. Yamin S dan H. Sembiring. 2010. Pedoman Umum Produksi Benih Sumber Padi