Setiap daerah mempunya komoditas spesifik lokasi yang berbeda- beda, contohnya di Desa Tegalrejo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan mempunyai spesifik produksi beras merah yang di usahakan petani dan sudah ditanam petani dari nenek moyangnya.Dalam berusaha tani padi beras merah varietas lokal yang biasa di sebut petani padi slegreng juga sangat berbeda dengan budidaya padi lainnya. Di Desa Tegalrejo padi beras merah slegreng dibudidayakan sebagian besar sebagai padi gogo di tanah tegalan dan sebagian di sawah.Menanam padi beras merah di tegalan lebih mudah dan lebih efisien dari sisi tenaga serta biaya dan hasilnya lebih besar dibanding dengan budidaya padi yang lainnya. Pada saat musim hujan tiba petani segera menanam padi dengan cara ditugal. Benih yang ditanam tidak melalui perlakuan sama sekali. Padi gogo ditanam dengan jarak tanam 15 cm x 20 cm dengan benih per lubang tanam 4-8 biji, kemudian ditutup dengan pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi yang sudah di simpan selama satu tahun. Padi beras merah slegreng akan lebih bagus hasilnya apabila di pupuk dengan pupuk kandang yang cukup. Setelah berumur 10 hari gulma dibersihkan dan disusul pemupukan setelah padi berumur 14 hari dengan menggunakan 100 kg pupuk urea dan 50 kg pupuk phonska setiap hektarnya. Jadi pupuk kimia untuk padi gogo beras merah slegreng sangat sedikit. Apabila pemupukan kimia terlalu banyak, pada saat padi masak susu sampai mulai merunduk akan mudah roboh. Akibatnya kualitas padi akan menurun. Petani Desa Tegalrejo sudah sangat hafal dengan karakter tersebut. Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali.Selain ditanam dengan cara gogo, padi beras merah juga ditanam di sawah, tetapi petani tidak bisa langsung menyemai apabila telah turun hujan. Menanam padi beras merah slegreng di sawah harus menunggu hujan cukup banyak, baru bisa menabur benih di pesemaian, supaya pada saat pindah tanam air sudah cukup tersedia. Prinsip pemupukan sama dengan padi gogo yaitu pemupukan organik baik padat maupun cair, semakin banyak akan semakin bagus dan tidak beresiko, dengan didampingi pemupukan anorganik yang lebih kecil dosisnya daripada padi pada umumnya. Pada penanaman padi sawah apabila pemupukan anorganiknya terlalu besar akan membuat padi mudah rebah, bahkan ada beberapa petani yang tidak menggunakan pupuk kimia sama sekali. Kandungan organik pada padi beras merah slegreng pernah diujikan di laboratorium di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan salah satu rumah sakit, dan hasilnya kandungan organiknya mencapai 82 % dan kandungan kimianya hanya 18 %. Ini menunjukan bahwa kualitas beras merah yang ada di Desa Tegalreja sangat sehat untuk dikonsumsi.Menanam padi beras merah memiliki banyak keuntungan, selain sehat untuk dikonsumsi sendiri, bertanam beras merah akan mendapatkan keuntungan lebih besar apabila dilakukan tunda jual sampai akhir tahun atau menjelang musim tanam berikutnya (MT I). Tunda jual beras merah berkisar antara 4 - 8 bulan, yaitu sejak menanam padi di MT I sampai MT I tahun berikutnya (8 bulan), untuk benih atau untuk memenuhi kebutuhan pabrik bubur beras merah. Benih padi yang sudah disimpan selama 8 bulan masih bisa ditanam dan tumbuh dengan baik, walaupun tetap melalui seleksi benih. Tunda jual juga dilakukan pada padi hasil panen dari sawah di MT II sampai MT I tahun berikutnya (4 bulan). Padi yang ditundajual selama 4 bulan ini sangat bagus digunakan untuk benih.Keuntungan tunda jual beras merah slegreng adalah sebagai berikut :1. Mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Pada saat panen raya harga beras merah berkisar antara Rp 4.600,- s/d Rp 4.800,- per kg, dan padi tunda jual sampai kemarau berkisar antara Rp 5.800,- s/d Rp 7.000,-.2. Memenuhi kebutuhan benih bagi petani yang lain.3. Mendapatkan kualitas barang yang dibutuhkan pasar. Untuk masuk ke pabrik bubur beras merah, warna beras harus benar-benar merah dan kering. Jadi beras merah semakin merah semakin mahal. PENULIS : CAHYO MULYADI,SP,Penyuluh Pertanian Kecamatan Wirosari