Loading...

BERTANAM CABE

BERTANAM CABE
a. Cara bertanamCara penanaman cabe bervariasi menurut jenis tanah dan ketinggian tempat. Pada tanah bertekstur liat, system penanaman dalam bedengan dengan 2 - 4 baris tanaman tiap bedengan lebih efisien. Pada tanah bertekstur sedang sampai ringan, system penanaman yang tepat adalah dengan barisan tunggal. Cara ini biasa dilakukan petani diantara medium dan dataran tinggi pada saat tanam, tanah harus lembab agar bibit cabe tumbuh lebih cepat penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.Pemilihan waktu tanam cabai merah yang tepat sangat penting, terutama dalam hubungannya dengan ketersediaan air, curah hujan, serta gangguan hama dan penyakit secara umum. Secara umum, waktu tanam cabe yang tepat untuk lahan beririgasi teknis adalah pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau.b. PengairanDi lahan tegalan, ketersediaan air tergantung pada hujan. Oleh karena itu waktu tanam perlu di perhatikan agar tanaman memperoleh cukup air selama masa pertumbuhannya. Penerapan system irigasi tetes pada lahan kering tampak nya akan lebih efisien, ditinjau dari segi penggunaan air maupun tanggap tanaman terhadap pemberian air pengairan. Kelembaban tanah yang merata selama masa pertumbuhan sangat penting untuk tanaman cabe merah. Kelembaban tanah dipertahan kan 60-80% kapasitas lapang. Masa kritis tanaman cabe adalah pada saat pertumbuhan vegetatif yang cepat, pembentukan bunga, dan pembentukan buah. c. Pengendalian GulmaGulma merupakan masalah penting dalam budidaya cabe merah. Tanaman pengganggu ini berkompetisi memperebutkan ruang , cahaya, air dan unsur hara , serta dapat menjadi inang penyiangan, atau dengan penyemprotan herbisida. Pengendalian hama dan penyakit penting.1) Tanaman cabe rentan terhadap serangan OPT terutama pada saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi memberikan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan OPT tertentu. Dampak tersebut semakin nyata apabila sistim budidaya tanaman diantisifasi untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim, misalnya saluran irigasi yang tidak baik. Air hujan yang mengenang diselokan mengurangi porositas tanah sehingga mengganggu pernapasan akar tanaman dan meningkatkan kelembaban di sekitar tanaman sehingga banyak tanaman yang mati. 2) Pada saat musim tanam cabe banyak terserang oleh penyakit yang disebabkan oleh candawan rebah kecambah (Rhizoctonia sp dan Pythium sp) serta layu fusarium ,antroknosa/patek/busuk buah (Colletotrichum apsici, gleosporium gloeosporioides, Alternaria solani)serta penyakit yangdi sebab kan oleh virus. 3) Beberapa upaya untuk pengendalian OPT yang disebabkan cendawan dan virus pada tanaman cabai antara lain sebagai berikut; a. Melakukan sanitasi lingkngan dengan cara mengumpulkan buah-buah cabe yang terserang patogen(maupun yang terserang lalat buah), buah busuk , buah rontok, sisa-sisa tanaman , serta gulma , kemudian dimusnahkan. Patogen dapat bertahan pada tanaman atau buah yang jatuh ke tanah dan akan menjadi sumber infeksi/serangan.b. Meninggikan guludan tanah sehingga perakaran tanaman tidak kena air pada musim hujan. c. Pemupukan yang berimbang , yaitu 150-200 kg urea, 450-500 kg Za, 100-150 kg TSP, 100-150 KCL yang berimbang , yaitu 150-200 kg urea, 450-500 dan 20-30 ton pupuk organik per hektar; d. Menanam parietas yg agak tahan terhadap serangan penyakit virus missalnya cabai keriting jenis lembang 1 e. Menggunakan bibit tanaman yg sehat (tidak mengandung virus) atau bukan berasal dari daerah terserang.f. Melakukan rotasi pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang virus(terutama bukan dari famili solanaceae seperti tomat, cabe, kentang, tembakau dan famili cucurbitaceae seperti mentimun). Rotasi tanaman akan lebih berhasil apabila dilakukan paling sedikit dalam satu harapan, tidak perorangan, dilakukan serempak tiap satu musim tanam, dan seluas mungkin;g. Melakukan sanitasi lingkungan, terutama mengandalkan tumbuhan pengganggu gulma berdaun lebar dari jenis bandotan, gulma bunga kucing, dan ciplukan yg dapat menjadi tanaman inang virus;h. Penggunaan mulsa hitam perak didaratan tinggi, dan jerami di daratan rendah mengurangi infentasi serangga pengisap daun;i. Eradikasi tanaman sakit, yaitu tanaman yang menunjukan gejala segera dicabut dan dimusnahkan supaya tidak menjadi sumber penularan ke tanaman lain yang sehat.j. Menanam pinggiran lahan dengan tanaman jagung sebagai barier dan memperbannyak populasi agens hayatik. Untuk mendukung keberhasilan usaha pengendalian penyakit virus kuning pada tanaman cabe, diperlukan peran aktif para petani dalam mengamati/memantau kutu kebul dan pengendaliannya mulai dari pembibitan sampai dipertanaman agar diketahui lebih dini timbulnya gejala penyakit dan penyebarannya dapat dicegah 4) gerakan pengendalian OPT harus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, diberi bimbingan, dan dimonitor pelaksanaan.5) Mamantau OPT dilapangan secara berkelanjutan dan dievaluasi dampak iklim terhadap kehilangan hasil yg disebabkan oleh OPT. hasil analitis tersebut diharapkan dapat dijadikan data dasar untuk memprediksi serangan OPT pada musim tanam-musim tanam cabai yg akan datang. 6) Penerapan budidaya tanaman sehat dan beradaptasi dengan perubahan iklim, misalnyadgn cara penaungan perbaikan drainase, pengaturan tinggi bedengan, pengaturan jarak tanam, penetapan waktu, memperbanyak pupuk organik, pemeliharaan lokasi tanam, apabila sudah tersedia perlu penggunaan varietas tahan, dan pemanfaatan agen hayati. d. Panen Tanaman cabai yang ditanam di dataran rendah dapat dipanen 60-80 hari setelah tanam dengan dengan interval 3-7 hari. Di dataran tinggi biasanya waktu panen lebih lambat yaitu sekitar 4 bulan setelah tanam. Untuk memperoleh mutu benih yang baik, sebaiknya pemanenan dilakukan ketika buah sudah berwarna merah penuh. (Aguslani.LB, SP)