Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman,faktor iklim serta factor pemeliharaan lainnya. Kacang Tanah merupakan tanaman pangan yang mendapat perioritas kedua untuk dikembangkan setelah tanaman padi. Selain itu kacang tanah mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan merupakan sumber protein nabati. Umumnya kacang tanah ditanam setelah bertanam padi, namun dengan berbagai teknologi, kacang tanah dapat ditanam pada saat bersamaan dengan bertanam padi di ladang. Adapun komponen teknologinya adalah sbb:1. Varietas Unggul BaruVarietas unggul yang digunakan adalah varietas yang tahan terhadap penyakit. Antara lain jenis Bima dan Domba. Varietas Bima dan Domba daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat (kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat), kadar air benih berkisar 9-12 %, umumnya dapat di panen pada umur 90-95 hari; umur berbunga 28-31 hari; jumlah polong/tanaman 14-20 buah; bentuknya berpinggang, perut kecil agak melengkung, kulit agak kasa;bentuk biji lonjong, datar pada ujungnya;jumlah biji/polong 3-4 biji;warna ginofor ungu;warna hipokotil ungu;daya hasil 1,60-2,50 ton/ha;agak tahan penyakit layu;rentan terhadap penyakit karat dan bercak daun, murni atau tidak tercampur dengan varietas lain2. Persiapan lahan dan Persiapan Tanama. Pengolahan lahanTanah dibajak 2x (15-20 cm), garu dan diratakan, buat bedengan dengan lebar 3-4 m,antar bedengan dibuat drainase (kedalaman 30 cm, lebar 20 cm)b. Persiapan tanam3. PenanamanPenanaman dilakukan dengan cara tugal, jarak tanam yang digunakan 40 cm.Sebelum tanam biji diberi perlakuan insektisida, untuk merapikan tanaman digunakan tali jarak tanam, dan diberikan pupuk kandang pada tanah sebagai penutup lubang tanam sebanyak 25 g/lubang tanam.4. Pemupukana. Dosis pupuk yang diberikan secara umum 50-100 kg urea + 50-150 ponska dan ZA 50 kg.b. Pupuk urea +Ponska dan Za diaplikasikan pada umur 15-25 hari setelah tanamc. Pemberian pupuk diberikan secara tugal dengan jarak 5 cm dari pohon/lubang tanamand. Pupuk ditutupi dengan tanah untuk menghindari penguapan atau erosi. Untuk menghindari efek samping (tanaman mati) sebaiknya pemberian pupuk dilakukan pada saat setelah hujan (tanah dalam keadaan lembab)5. PenyianganPenyiangan dilakukan pada kondisi tanah yang kering untuk menghindari pengerasan tanah. Pada tanah yang keras/tidak gembur dapat mengakibatkan terhambatnya pembentukan polong. Sebaiknya penyiangan dilakukan pada awal pertumbuhan vegetatif (10-25 hst).6. PembumbunanPembumbunan dilakukan untuk membuat ginofor yang terbentuk semuanya masuk kedalam tanah7. Pengendalian Hama dan PenyakitHama yang banyak menyerang adalah: Empoasca sp, Aphis sp,Spodoptera sp,Helicoverpa armigera, dan Anisolabis annulipesSedangkan penyakit yang biasa menyerang antara lain: Cercosporidim arachis, Cercosporidim personatum, Aspergilus riger, Aspergilus flavus dan Risoctonia solanacerum8. Panen dan PengeringanUmur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:(1) Batang mulai mengeras.(2) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.(3) Warna polong coklat kehitam-hitaman.Setelah dipanen, kacang tanah dikeringkan, agar daya simpannya menjadi lama dan terhindar dari jamur yang dapat menurunkan mutu kacang tanah.Dengan mengintroduksi teknologi kacang tanah yang meliputi pengolahan tanah sempurna, penggunaan benih unggul, jarak tanam dengan sistem tugal, pemupukan, penanaman dengan cara tugal,pengendalian hama dan penyakit, pembumbungan, pengairan (saluran drainase) dan perlakuan panen dan pengeringan dapat meningkatkan produksi sampai dengan 2,3 ton/ha. Penyusun : Sundari. SSTSumber : Warda Halil/ Penyuluh BPTP Sulawesi selatan