Loading...

BERTANI MANDIRI

BERTANI MANDIRI
Peranan tanah sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan budidaya tanaman, Pemberian pupuk organiksecara terus menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas tanah lebih baik dibanding penggunaan pupuk anorganik. Dengan sedikit pengetahuan dan keterampilan serta kemauan, sampah organik dan anorganik di pilah, sehingga bahan-bahan sederhana bisa dirubah menjadi sarana produksi pertanian yang bermutu (pupuk organik ) dan tidak harus selalu membeli pupuk kimia, pestisida, hormon pertumbuhan, agen hayati dan lain-lainnya sehingga biaya dalam usaha tani bisa lebih rendah. POTENSI SEKITAR KITA : No Bahan Organik Kandungan 1 Bonggol/Batang pisang Unsur hara P (Pospat), Zat Pengatur Tumbuh Giberellin dan Sitokinin digunakan sebagai dekomposer dan mempercepat proses pengomposan 2 Air cucian beras Unsur hara P dan bakteriPseudomonas fluorescens berperan dalam pengendalian petogen penyebab penyakit karat dan memicu pertumbuhan tanaman 3 Ludah dipagi hari Bakteri: Saccharomyces, Cellulomonas, Lactobacillus, dan Rhizobium 4 Urine (air kencing) manusia, Urine sapi, Urine kambing Unsur hara Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (potasium) 5 Air Kelapa Unsur hara Nitrogen, zat pengatur tumbuh (ZPT), protein, asam amino, karbohidrat , senyawa organik komplek, air dan karbon aktif juga. Air kelapasecara khusus, sangat kaya akan kandungan kalium (K) / potassium 6 Sabut kelapa Unsur hara tertinggi yaitu (K) Kalium, juga mengandung (P) Fosfor, (Ca) Calsium, (Mg) Magnesium, (Na) Natrium dan beberapa mineral lainnya 7 Kotoran ternak, Sampah rumah tangga dan Sampah hijauan (daun dan rumput) Unsur hara Makro dan Mikro 8 Jerami padi Per Hektar padi sawah mengahsilkan bobot kering jermai sebanyak 5-7 ton, terdapat kandungan hara N sekitar 49 kilogram, hara P2O5 sekitar 16 kg dan K2O sekitar 145 kg Membuat komposter rumah tangga Sampah organik lunak (mudah terurai) diolah menjadi kompos. Skala rumah tangga, diperlukan komposter yang sederhana, mudah dan bisa dibuat sendiri untuk mengolah sisa makanan, sisa sayuran, sampah buah, daun tanaman, sisa ikan, kulit telur, sisa nasi dll. Cara penggunaan : Keluarkan kompos cair melalui kran komposter, campurkan kompos cair dengan air, perbandingan 1 : 5 ( 1 liter kompos cair di campur 5 liter air ) dan siramkan pada media tanam (tanah) seminggu sekali sebanyak 250 ml / tanaman/polybag. Mempersiapkan media tanam (kompos) Siapkan bahan organik yang ada disekitar, yaitu : Pupuk kandang/kotoran hewan 300 kg, Sampah hijauan (rumput/daun) 100 kg, Limbah lingkungan (serbuk gergaji kayu/sekam padi) 100 kg, Bonggol dan batang pisang 1 batang, Urine manusia/ternak 5 liter, Probiotik 500 ml, Gula merah 1 kg dan Air secukupnya (10 liter) Cara pembuatan : Larutkan gula merah dengan air ditambah probiotik, biarkan minimal 15 menit. Cacah bonggol dan batang pisang serta sampah hijauan, hingga berukuran kecil 2 – 5 cm. Campurkan semua bahan secara merata di tempat teduh, beratap dan beralas tanah Kocor atau siramkan larutan gula merah dan probiotik, aduk hingga merata, Tumpuk bahan organik maksimal 50cm dan tutup dengan karung/terpal, buat lubang udara/aerasi menggunakan pipa pvc 3” berlubangnya disekelilingnya, tempatkan di bagian tengah tumpukan Setelah 4 hari, aduk tumpukan kompos untuk menurunkan suhu dan gas yang dihasilkan, lalu tumpuk seperti semula. Kompos sudah matang minimal 7 hari (terdapat jamur di permukaan tumpukan), kering anginkan dan siap di gunakan Cara penggunaan kompos : Campurkan dengan tanah 1 : 2 ( 1 kompos : 2 tanah ) jika dipergunakan sebagai media tanam dalam polybag atau Sebar di lahan tanah sebanyak 1 ton / Ha Simpan dalam karung di tempat teduh dan aman dari hujan jika kompos tidak langsung dipergunakan. Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Pupuk Organik Cair (POC) diaplikasikan setelah tanaman tumbuh sebagai upaya memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jenis POC yang diberikan dibedakan sesuai fase vegetatif dan generatif tanaman tersebut Pembuatan POC Vegetatif ( akar, daun, urine ) Bahan : Bonggol pisang 1 buah, eceng gondok/kangkung air 10 kg, urine hewan 10 liter, air cucian beras 20 liter, air kelapa 30 liter, air 40 liter, probiotik 1 liter, gula merah 2 kg Cara pembuatan : Cacah atau cincang bonggol pisang dan eceng gondok lalu ampurkan dengan bahan lain pada wadah tertutup rapat (drum) minimal 7 hari Cara penggunaan : Semprotkan ke tanaman atau kocorkan ke lahan seminggu sekali dengan pengenceran 1 : 20 ( 1 liter POC : 20 liter air ), sebanyak 250 ml / tanaman. Pembuatan POC Generatif (bunga dan buah, limbah rumah tangga/ikan, hewan) Bahan : Buah-buahan 20 kg, usus ikan/rumen sapi 1 kg, keong mas/bekicot 5 kg, air cucian beras 10 liter, air kelapa 20 liter, air 70 liter, probiotik 1 liter, gula merah 2 kg Cara pembuatan : Campurkan semua bahan pada wadah tertutup rapat (drum) minimal 7 hari Cara penggunaan : Semprotkan ke tanaman atau kocorkan ke lahan seminggu sekali dengan pengenceran 1 : 20 ( 1 liter POC : 20 liter air ), sebanyak 250 ml / tanaman. BERTANI MANDIRI Bercocok tanam atau usaha tani bisa dilakukan oleh petani tanpa harus selalu tergantung dari orang orang lain terutama dalam hal sarana produksi baik media tanam maupun pupuk. Kemandirian dalam bertani bisa diwujudkan walaupun hanya dengan sedikit pengetahuan dan keterampilan, asal ada kemauan bisa dipastikan sumber daya alam/lokal akan termanfaatkan secara optimal.