Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Majalengka pada tanggal 4 – 5 Februari 2015 menyelenggaran kegiatan Bimbingan Teknis Pendampingan Babinsa pada Kegiatan Optimalisasi Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai dalam rangka Swasembada Pangan Nasional Tahun 2015 sekaligus penandatanganan hasil revisi Programa Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Majalengka Tahun 2015.Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Majalengka H. SUTRISNO, SE,.MSi. yang dihadiri oleh Ketua DRRD, Komandan Kodim 0617, para pejabat eselon dua dan tiga, pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka baik struktural maupun fungsional, Babinsa se Kabupaten Majalengka dan penyuluh se Kabupaten Majalengka.Dalam sambutannya Bupati Majalengka menegaskan bahwa negara Republik Indonesia sebagai negara pengkonsumsi beras terbesar di dunia tentunya membutuhkan cadangan pangan khususnya komoditas padi yang besar pula, sehingga perlu adanya optimalisasi upaya khusus untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas tanaman padi, Jagung dan Kedele (Pajale/PaJK).Pemerintah pusat telah berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan nasional dalam jangka waktu tiga tahun kedepan, bahkan khusus untuk Jawa Barat telah ditargetkan untuk meningkatkan produksi beras sebesar dua juta ton, sehingga Kabupaten Majalengka mendapat target yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tahun 2014 Kabupaten Majalengka dapat menghasilkan 675.712 ton padi setara dengan 423.942 ton beras pada tahun 2015 ditargetkan produksi padi sebesar 750.000 ton.Menyikapi hal tersebut BP4K Majalengka menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis pendambingan bagi babinsa se Kabupaten Majalengka yang dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 4 sampai dengan 5 Februari 2015 sebanyak 192 orang, hal ini sejalan dengan kerjasama antara kementrian pertanian dengan TNI AD untuk mensuskseskan kedaulatan pangan nasional dengan tema "Kerjasama Program TNI AD Mendukung Ketahanan Pangan, mewujudkan Transpormasi Pembinaan Teritorial Dibidang Ketahanan Pangan dalam rangka Mendukung Katahanan Pangan Nasional.Secara ringkas upaya khusus yang harus dilakukan antara lain 1) Penggunaan benih unggul, 2) Pemupukan berimbang dan penggunaan pupuk organik, 3) Perbaikan saluran irigasi, 4) Penggunaan alat mesin pertanian, 5) pengurangan tingkat kehilangan hasil (losis) melalui penerapan teknologi pasca panen yang baik dan 6) Peningkatan jumlah rumpun padi per satuan luas yang dikenal dengan sistem tandur jajar legowo.Upaya peningkatan produksi, produktivitas, pendapatan petani dan kelestarian lingkungan dapat ditempuh melalui prinsip Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang mencakup empat unsur 1) Integrasi yaitu PTT mengintegrasikan sumberdaya lahan, air, tanaman dan iklim untuk mampu meningkatkan produktivitas, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi petani, 2) Interaksi yaitu PTT berlandaskan pada hubungan sinergitas atau interaksi antara dua atau lebih komponen teknologi produksi, 3) Dinamis yaitu teknologi PTT dan penerapannya disesuaikan dengan keinginan dan pilihan petani, sehingga PTT bercirikan spesifik lokasi, dan 4) Partisipatif yaitu membuka ruang bagi petani untuk memilih, mempraktekkan, bahkan memberi saran kepada penyuluh dan peneliti untuk menyempurkan penerapan teknologi PTT.Babinsa dibekali berbagai ilmu pertanian, metode penyuluhan serta program/kegiatan dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan daan Kehutanan (BP4K), Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Majalengka, Balai Pengkajian Teknologi Jawa Barat, (BPTP) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP), Kodim 0617, sehingga para babinsa dapat bersinergis bekerjasama dengan stikeholder di jajaran desa dan kecamatan untuk bersama sama melaksanakan optimalisasi upaya khusus untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas tanaman padi, jagung dan kedelai (pajale) dalam rangka swasembada pangan nasional tahun 2015 (H. Taufik Hidayat, SP. Penyuluh BP4K Kabupaten Majalengka, 2015).