Penyuluhan pertanian memiliki peran yang sangat strategis didalam mendukung dan mengawal program utama pembangunan pertanian. Untuk meningkatkan produktifitas, efektifitas dan efesiensi penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendamping dan konsultan pelaku utama dan pelaku usaha maka peningkatan kemampuan sangat diperlukan. Penyuluhan sebagai proses pemberdayaan, akan menghasilkan masyarakat yang dinamis dan progresif secara berkelanjutan. Melalui penyuluhan, masyarakat petani penerima manfaat mendapatkan alternatif sehingga diharapkan mampu memilih alternatif yang terbaik bagi dirinya dalam membangun dirinya sendiri. Masyarakat difasilitasi agar memiliki posisi tawar , dapat mengambil keputusan, dapat mempercepat terjadinya perubahan sosial ekonomi sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya. Selain itu memfasilitasi masyarakat dalam mengadopsi teknik produksi dan pemasaran untuk peningkatan pendapatannya. Atas dasar tersebut maka Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Kabupaten Bone Bolango melalui dana APBN-P Tahun 2015 mengadakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian. Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh bertujuan meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian, khususnya dalam membimbing dalam pemecahan masalah usahatani di lapangan yang berkaitan dengan upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP), produksi dan produktivitas padi dan jagung. Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kabila dilaksanakan pada hari selasa tanggal 15 September 2015. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah bapak Budi Husain anggota kelompoktani Desa Poowo Kecamatan Kabila. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak 20 orang yang terdiri dari Penyuluh Pertanian ( PP PNS, THL – TBPP dan Penyuluh Kontrak Daerah ). Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Kecamatan Kabila tahun 2015 dibiayai melalui dana APBN-P tahun 2015. Kegiatan ini di buka langsung oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Kabupaten Bone Bolango bapak Fitri Gobel, S.Pt. Materi dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian, diharapkan dapat diteruskan kepada para penyuluh yang berada dilapangan sehingga dalam pengawalan dan pendampingan nanti dapat terkoordinasi dengan baik. Dalam penyampaian materi oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Kabupaten Bone Bolango tentang Kebijakan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan sangat ditentukan oleh kualitas dan kehandalan SDM Pelaku utama dan pelaku usaha, termasuk didalamnya kemampuan manajerial kewirausahaan dan organisasi bisnis, sehingga mereka mampu membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya saing tinggi dan mampu berperan serta dalam pelestarian hutan dan lingkungan hidup sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Agar pelaksanaan pelaksanaan pengawalan dan pendampingan penyuluh di sentra lokasi padi, jagung dan kedelai dapat berjalan efektif dan efisien, diharapkan para penyuluh memperhatikan Pedoman Umum Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh di Lokasi Sentra Padi, Jagung dan Kedelai yang dapat digunakan sebagai acuan di lapangan. Materi selanjutnya oleh Kepala Bidang Kelembagaan BP4K Kabupaten Bone Bolango bapak Abd. Agussalam Mooduto. Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan secara kontinu dan menghadapi era perdagangan bebas serta masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), Kabinet Kerja telah menetapkan target pembangunan pertanian yang salah satunya adalah tercapainya swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai. Salah satu fokus kegiatan dilakukan melalui penguatan kapasitas kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani. Hal ini karena sampai saat ini kondisi kelembagaan tersebut dihadapkan pada beberapa permasalahan, antara lain manajemen organisasi dan usaha yang masih lemah, belum berorientasi usaha produktif serta belum memiliki kekuatan hukum sehingga mempunyai posisi tawar dan aksesibilitas yang rendah terhadap sumber informasi, teknologi, pembiayaan maupun pasar. Olehnya itu dalam upaya kegiatan UPSUS ini diharapkan pengawalan dan pendampingan oleh penyuluh bisa mencapai swasembada padi, jagung dan kedelai seperti yang ditargetkan oleh pemerintah pusat. Kegiatan ini ditutup oleh Kepala BP4K Kabupaten Bone Bolango. Penulis : Lukman Hairun, STP KJF BP4K Kabupaten Bone Bolango