Biopori atau yang biasa disebut dengan teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan. Pemanfaatan Biopori ini akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat tertangani, disamping itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau. Ide awal ini pertama kali diperkenalkan oleh Kamir Raziudin Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB (Pratama, 2010).Selain itu, kelebihan dari Biopori ini adalah memperkaya kandungan air hujan. Karena setelah diresapkan ke dalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air tersebut akan larut yang kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) ini adalah agar air masuk sebanyak mungkin ke dalam tanah.Menurut Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II (2018), ada empat manfaat yang akan kita peroleh bila membuat LRB di halaman rumah :1. Mengurangi Sampah Organik Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena, ketika kita membuat lubang, salah satu proses yang harus dilakukan adalah memasukkan sampah organik ke dalam lubang tersebut. 2. Menyuburkan TanahKetika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan terjadi proses biologis yang menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.3. Membantu Mencegah Terjadinya BanjirSistem drainase yang buruk di kota-kota padat penduduk sering kali mendatangkan banjir. Hal itu disebabkan oleh kurangnya daya serap air oleh tanah. Dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah, yang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah sehingga air akan lebih cepat meresap ke dalam tanah.4. Mempengaruhi Jumlah Air TanahTerowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat. Cara pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) menurut Chandra Pratama (2010) adalah sebagai berikut : Sumber : sda.pu.go.id 1. Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10 cm. Kedalaman lubang tersebut kurang lebih 100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanag bila air ternyata dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm.2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.3. Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput.4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.5. Kompos yang terbantuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan. Jumlah Lubang Resapan Biopori (LRB) yang disarankan :Jumlah LRB = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap (m2) / laju resapan air per lubang (liter/jam)Contoh: Untuk daerah dengan itensitas hujan 70 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air perlubang 3 liter/menit (180 liter/jam) pada 150 m2 bidang kedap perlu dibuat sebanyak (70x150) / 180 = 58 lubang LBR.***Sumber :Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, http://sda.pu.go.id/bwssulawesi2/cara-membuat-biopori/.Pratama, Chandra, 2010, http://hijaumovement.blogspot.com/2010/10/biopori-solusi-teknologi-ramah.html.