Pemahaman botani dan ekologi melati itu sangat diperlukan karena dengan memahami tahapan dan karakter tanaman yang akan diusahakan dapat mempermudah bagaimana cara mengetahui karakter dan sifat-sifat fisik dalam pertumbuhannya, sehingga apa yang kita amati organ-organ tumbuhan pengembangannya baik dari mulai media pertumbuhan (akar, daun, batang, ranting, dahan, dan lainnya) yang kita amati dapat segera diatasi. Sehingga apa kebutuhan tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Melati merupakan jenis tanaman merambat berdaun oval atau ellips dengan permukaan atas berwarna hijau mengkilap dengan bunga berbentuk seperti terompet dan ber-aroma harum. Bunga melati pada umumnya mekar hanya 2 hari kemudian berguguran, namun ada beberapa bunga melati yang tigak berguran akan tetapi petalnya berubah menjadi ungu kemudian kecoklatan dan kemudian mengering. Melati dapat dipakai baik sebagai tanaman pot, pengisi halaman rumah maupun dibudidayakan sebagai perkebunan khusus. Melati mempunyai klasifikasi tumbuhan dalam marga Jasminum, suku Oleaceae dan bangsa oleales, adapun klasifikasi secara lengkap tanaman melati adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyedonae Anak Kelas : Sympetalae Bangsa : Oleales (Ligustrales) Suku/Famili : Oleaceae Marga : Jasminum Jenis : Jasminum spp Melati merupakan tanaman hias yang menjadi lambang pesona bunga Indonesia, berbunga putih mungil dengan aroma khas yang memberi kesan romantis. Mahkota bunga bervariasi dari tunggal hingga yang bersusun sperti bunga mawar kecil, warna bunga umumnya putih, ada beberapa spesies yang berwarna kuning, pink atau merah muda. Sejarah melati berasal dari India (Chittenden 1951 Gupta dan Chandra 1957), kemudian menyebar ke Malaysia, Filipina, Indocina dan Indonesia. Bagi suatu bangsa yang berbudaya, bunga melati memiliki arti dan fungsi khusus bagi tata cara kehidupan tradisional maupun moderen. Sejak berabad yang lalu, bunga melati mempunyai makna dan kedudukan tersendiri bagi masyarakat Jawa dan Madura, dimulai dari bayi dalam kandungan sang ibu, waktu acara pernikahan samapi dengan saat istirahat di pusara bunga melati mempunyai peranan yang penting. Ada beberapa sebutan nama - nama melati di daerah wilayah Indonesia atara lain adalah Malate (Madura), Menuh (Bali) menur, Mlati (Jawa), Manduru (Menado), Manyora (Timor), Selupan (Melayu), Mundu (Bima Sumbawa), Elung (Bugis), Melur (Batak karo), Menlu Cina ( Aceh), Melati (Sunda) Bunga Moputi (Gorontalo), Beluru (Ujung Padang), Saya Manuru (Ternate) Jenis dan keguanaan melati di Indonesia antara lain adalah · J. Sambac Maid Of orleans dan J. Sambac Ait merupakan species melati yang sangat populer dan telah dinobatkan sebagai "Puspa Bangsa" serta banyak digunakan pada berbagai kesempatan dan keanekaragaman manfaat terutama untuk pewangi teh dan rangkaian bunga. · Species melati J. Sambac Grand Duke Of Tuscany dan J Officinale, merupakan melati yang dikembangkan sebagai bunga potong. Varietas bunga melati yang biasa dibudidayakan serta dijadikan peluang usaha agribisnis yang cukup menjanjikan yaitu jenis melati Jasminum sambac Maid of Orleans, melati Jasminum sambac Grand Duke of Tuscany dan Jasminum Officinale. Adapun pemilihan varietas melati tersebut dipilih dan dipergunakan sebagai tanaman pot, bunga tabur, pewangi teh, kosmetika, roncean, minyak atsiri, sebagai penyemarak upacara adat, kenegaraan dan penyembuhan beberapa penyakit. Ditulis oleh Dalmadi Sumber dan Gambar: Ditjen Horti, Balai Tanaman Hias, Rangga Pand Asmara jingga www.antaranews.com, www.iptek.net.id