BP3K Kec. Bulango Timur jadikan Regu Tanam sebagai Sasaran Penyuluhan tentang Si Jarwo
Dalam kegiatan usahatani padi sawah, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan diseminasi teknologi Sistem Tanam Jajar Legowo. Sistem tanam Jajar Legowo adalah penataan tanaman padi dengan mengatur jarak tanam sedemikian rupa untuk mencapai populasi tanaman optimal dan jumlah tanaman yang mendapatkan efek pinggir lebih banyak dibandingkan dengan cara tanam biasa, sehingga diharapkan mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi dari cara tanam konvensional/tegel. Hal ini telah dibuktikan oleh petani yang menerapkan secara baik bahwa usahatani padi dengan sistem tanam jajar legowo rata-rata mampu meningkatkan produktivitas padi sekitar 0,78 ton GKG atau lebih tinggi 14,13% dibanding sistem tegel (6,30 tonGKG/ha berbanding 5,52 ton GKG/ha). Namun dalam kenyataannya, tidak semua petani mau menerapkan (Litbang, 2015). Suwandi Said, selaku salah satu penyuluh pertanian di BP3K Kecamatan Bulango timur, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kurangnya minat untuk menerapkan teknologi sistem tanam jajar legowo adalah tingginya biaya sewa/onkos tanam per ha yang dibebankan oleh regu tanam kepada petani pemilik/penggarap yaitu penambahan biaya 25% dari harga normal untuk sistem tanam tegel/biasa. Namun demikian, petani pemilik/penggarap sawah pada prinsipnya ada kemauan menerapkan sistem tanam jajar legowo hanya saja terbentur pada hal yang dipersyaratkan oleh regu tanam. Berdasarkan pada keadaan tersebut, perlu dilakukan upaya-upaya agar regu tanam dapat mengetahui manfaat teknologi sistem tanam jajar legowo. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan kepada regu tanam tentang teknologi sistem tanam jajar legowo. Karena pada prinsipnya, cara kerja menanam padi sawah dengan cara tegel dan legowo adalah sama, yang membedakan adalah jarak tanam. Dengan adanya pemahaman yang sama antara petani pemilik/penggarap dan regu tanam maka diseminasi teknologi sistem tanam jajar legowo dapat terlaksana dengan baik dan produktivitas padi sawahpun dapat meningkat. Pustaka: Litbang, 2015. http://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/anjak_2015_03.pdf