Loading...

BP3K SEULIMEUM ACEH BESAR LAKUKAN PELATIHAN PPL DI BULAN RAMADHAN

BP3K SEULIMEUM ACEH BESAR LAKUKAN PELATIHAN PPL DI BULAN RAMADHAN
BP3K Seulimeum Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang merupakan kegiatan rutin dua minggu sekali dalam sebulan yang dilaksanakan sesuai Jadwal, Materi dan Pemakalah serta Nara Sumber yang sudah direncanakan. Pelatihan PPL pada hari Selasa, 7 Juli 2015 pemakalahnya adalah saudara Syahril, SP merupakan PPL PNS Senior dengan Materi Pengendalian Hama Arthona pada Tanaman Kelapa, juga didampingi oleh Pembina, Ir. Yusrizal, M.Si selaku Nara Sumber. Acara Pelatihan PPL diawali dengan Pembukaan oleh Protokol yaitu sudara Aceng Sutisna, SP, dan dilanjutkan dengan Kata-kata Pengarahan oleh Ka. BP3K Seulimeum, Ibu Aini Fauziah. Acara Pelatihan PPL dilanjutkan dengan acara utama yaitu presentasi materi dengan Judul Pengendalian Hama Arthona pada Tanaman Kelapa yang disampaikan oleh saudara Syahril, SP. Pada presentasinya, Syahril menyampaikan tentang Manfaat yang ada pada tanaman Kelapa, Siklus Hidup Arthona, gejala serangan dan cara pengendaliannya. Menurut Syahril, bahwa tanaman Kelapa dapat dimanfaatkan hampir seluruh bagian dari tanaman tersebut. Misalnya buah Kelapa Muda dapat diminum untuk stamina tubuh, buah tua dapat digunakan untuk berbagai keperluan ( kopra, minyak kelapa, santan dll) dan seterusnya. Pada penjelasan siklus Hidup Arthona, Syahril menjelaskan bahwa Arthona mempunyai 4 siklus hidup yaitu Telur, Larva, Kepompong dan Imago. Kerusakan pada tanaman lebih besar disebabkan oleh Larva yaitu dengan cara memakan daun tanaman hingga pada serangan berat hanya tertinggal lidi daun kelapa saja. Upaya pengendalian, masih menurut Syahril adalah melalui konsep Pengendalian Hama secara Terpadu (PHT) yaitu melalui pengamatan awal untuk mengetahui tingkat batas ambang ekonomi, kemudian menentukan langkah pengendalian, dan melaksanakan pengendalian. Ir. Yusrizal, M.Si selaku Nara Sumber dan Pembina pada BP3K Seulimeum menambahkan dari Materi tersebut yaitu dengan mengawali latar belakang daerah produksi dan tingkat produksi, dan bahayanya serangan Hama Arthona. Yusrizal juga menambahkan tentang perlunya memahami Paket Tehnologi yang digunakan dalam Budidaya Kelapa, sehingga dengan upaya budidaya secara benar dapat terhindar dari gangguan hama Arthona. Pada sisi akhir presentasi, Yusrizal menyampaikan tahapan-tahapan tehnis pengendalian yaitu secara Mekanis, Biologis dan Kimiawi. Secara mekanis yaitu melakukan pemangkasan semua daun kelapa dengan hanya meninggalkan 3 – 4 lembar daun muda. Cara ini dilakukan jika pada 200 – 300 sampel pohon ditemukan bahwa dua pelepah dalam pohon kelapa terdapat larva Artona dari 4 stadium. Pemangkasan dilakukan setelah larva Artona mencapai panjang 8 mm untuk memberi kesempatan kepada parasit untuk berkembang biak terlebih dahulu. Larva Artona akan menjadi kupu-kupu dalam waktu 2 minggu sehingga pemangkasan harus sudah selesai dalam jangka waktu tersebut. Secara biologis / hayati yaitu dengan musuh alami seperti Apanteles sp. (tawon kemit), Cadursia leefmansia, dan Euplectromorpha viridiceps (tabuhan parasit). Sedangkan secara kimiawi yaitu dilakukan dengan memberikan insektisida sistemik melalui pengeboran batang atau pemotongan akar, untuk tanaman yang masih rendah dilakukan penyemprotan tajuk. Diakhir pelatihan, dilakukan pembacaan hasil presentasi oleh Notulensi Ita Asamurna, SP. Demikian pelaksanaan kegiatan Pelatihan PPL di BP3K Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Ditulis/dilaporkan oleh :IR. YUSRIZAL, M.Si/ADMIN KABUPATEN