Loading...

BP4K KABUPATEN TABANAN MENERIMA KUNJUNGAN PESERTA MAGANG DARI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

BP4K KABUPATEN TABANAN MENERIMA KUNJUNGAN PESERTA MAGANG DARI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Keberadaan daerah-daerah yang ada di Indonesia sangat beraneka ragam perbedaannya, baik potensi sumberdaya alam yang dimiliki maupun sumberdaya manusia, khususnya dalam bidang pertanian. Perbedaan potensi sumberdaya alam ini tentu merupakan karunia Tuhan, yang tentunya kita tidak terlalu banyak bisa memanipulasinya, namun tetap disyukuri sebagi suatu potensi yang bisa kita kembangkan dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya yang berkecimpung dalam bidang pertanian. Perbedaan sumber daya alam dan perbedaan dalam menangani potensi yang dimiliki tentu akan memberikan dampak yang berbeda untuk bisa memberi manfaat pada daerah tersebut, sehingga perlu mencontoh daerah-daerah yang telah berhasil dalam memanfaatkan potensi dan sumberdaya alam yang dmilikinya, karena masing-masing daerah mempunyai keunggulan-keunggulan spesifik lokalita yang bisa diserap dan kemudian didesiminasi sebagai suatu inovasi. Barangkali itulah yang menjadi dasar pemikiran bagi petani dan petugas dari Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, untuk melaksanakan magang di Kabupaten Tabanan khususnya dalam pengolahan hasil maupun limbah pertanian, tentunya dengan tujuan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan dalam penyelenggaraan penyuluhan, khususnya dalam bidang pertanian, sebagaimana yang disampaikan oleh ketua rombongan bahwa kedatangan mereka dalam rangka menambah pengetahuan, pengalaman dan mendapatkan sesuatu yang bisa dikembangkan di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan dari BP4K Kabupaten Tabanan berharap apa yang diperoleh dari hasil kunjungan ini dapat memberi manfaat dan bisa diterapkan di dearahnya. Peserta magang terdiri dari Koordinator Penyuluh Kabupaten dan Kecamatan, petani, Ibu-Ibu pengurus KWT, serta pendamping sejumlah 8 orang, selama 4 (empat) hari dari tanggal 18 s/d 21 Nopember 2014. Materi yang disampaikan dari BP4K Kabupaten Tabanan pada kesempatan tersebut adalah mengenai profil BP4K Kabupaten Tabanan dan sistem penyelenggaraan penyuluhan di Kabupaten Tabanan, serta permasalahan dalam penyelenggaraan penyuluhan, yaitu semakin berkurangnya jumlah penyuluh sebagai akibat banyaknya penyuluh yang memasuki masa purna bakti, serta kurangnya rekrutmen tenaga penyuuh yang baru. Sedangkan materi yang didalami dalam magang ini tentu pada mokoditi-komoditi unggulan Kabupaten Tabanan, diantaranya teknik pengolahan "Jus manggis". Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini manggis merupakan komoditi hortikultura unggulan yang cukup ekonomis di Kabupaten Tabanan, karena manggis ini merupakan komoditi yang telah diekspor ke manca negara. Disamping juga terkenal karena kasiatnya yang dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit, karena berfungsi sebagai antioksidan, sehingga manfaat manggis bukan hanya pada buahnya saja, melainkan juga pada daging kulit buahnya. Dalam pemasaran komoditi ini di Kabupaten Tabanan telah terbentuk STA (Sub Terminal Agribisnis) yang khusus penanganan pemasaran manggis dan salak gula pasir, baik untuk pasar nasional maupun internasional. Selain masalah seputar manggis, para peserta magang tertarik pula dengan program "SIMANTRI" (Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi), yaitu suatu program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, yaitu suatu usaha tani ternak yang dilakukan secara koloni dimana 20 ekor ternak betina dengan satu ekor ternak jantan. Dari hasil ternak secara koloni akan diperoeh beberapa manfaat diantaranya; populasi sapi bertambah sebagai akibat adanya perkawinan pada sapi yang dipelihara, terkumpulnya kotoran ternak sebagai pupuk organik yang dikelola kelompok, terkumpulnya urine ternak yang dimanfaatkan sebagai pupuk cair/bio urine, serta kotoran ternak untuk pembentukan bio gas untuk kebutuhan dapur. Dari "SIMANTRI" ini merupakan awal untuk menuju pertanian organik, sehingga petani yang tergabung dalam simantri ini dapat melakukan usaha tani secara mandiri tanpa susah payah untuk membeli pupuk organik dari luar, melainkan mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Obyek yang menjadi kunjungan para peserta magang juga kelokasi UPPO ( Unit Pengolahan Pupuk Organik) di Subak Tingkih Kerep, yaitu teknik pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak sapi, dengan teknik fermentasi menggunakan mikro organisma lokal (MOL) yang dibuat oleh petani sendiri. Juga pembuatan pupuk cair (bio urine) yang diperoleh dengan cara menampung urine sapi, setiap sapi kencing. Pembuatan kompos bukan semata-mata dari limbah ternak saja, melainkan juga sampah-sampah dapur, dedak, jerami dan lainnya yang merupakan limbah dalam bidang pertanian. Kunjungan juga ke sistem pertanian modern dengan menggunakan green house untuk tanaman strowberry, tanaman sayuran dan tanaman hias. ( I Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali).