Loading...

BP4K TABANAN HADIRI APEL KESIAPAN BABINSA DAN PPL SE-KABUPATEN TABANAN DALAM RANGKA MENYUKSESKAN SWASEMBADA PANGAN

BP4K  TABANAN HADIRI APEL KESIAPAN BABINSA DAN PPL SE-KABUPATEN TABANAN DALAM RANGKA MENYUKSESKAN SWASEMBADA PANGAN
Tekad Kabupaten Tabanan dalam mendukung program pemerintah untuk bisa mewujudkan swasembada pangan, telah ditindak lanjuti berupa adanya penandatanganan fakta integritas antara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dengan Komandan Kodim 1916, yang dilaksanakan saat "Apel Kesiapan Babinsa dan Penyuluh Lapangan Se-Kabupaten Tabanan", di Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan pada Jumat, 23 Januari 2015. Gerakan ini merupakan suatu bentuk kerjasama dan komitmen dengan TNI AD untuk mengawal pelaksanaan program di lapangan, untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, sesuai Instruksi Presiden pada Menteri Pertanian dan Kepala Staf Angkatan Darat untuk menyukseskan program swasembada pangan. Acara tersebut dihadiri Bupati Tabanan yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Tabanan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tabanan, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Komandan Kodim 1916 Tabanan, Kepala BP4K Kabupaten Tabanan, SKPD terkait, Camat Kerambitan, Para Penyuluh, Petani dan para undangan lainnya. Kepala Dinas Pertanian dalam pembukaan acara mengatakan bahwa untuk bisa mewujudkan program pemerintah untuk bisa swasembada pangan, sangat diperlukan adanya dukungan dari semua pihak. Sementara dari Sekda yang mewakili Bupati, menyampaikan bahwa Kabupaten Tabanan memiliki lahan sawah lebih dari 22.000 ha, dan merupakan luas lahan yang paling luas di Bali, sehingga Kabupaten Tabanan disebut sebagai lumbung berasnya Bali, tentu sangat potensi untuk bisa mendukung program tersebut, asalkan adanya kordinasi yang baik dari berbagai pihak yang terkait. Dikatakan juga untuk mengawali kegiatan program tersebut akan dilakukan perbaikan jaringan irigasi, khususnya pada jaringan irigasi yang belum memadai. Sementara dari pengarahan Komandan Kodim 1916 Kabupaten Tabanan, mengharapkan para Babinsa dengan sungguh-sungguh tanpa pamerih melalui tindakan dan karya nyata untuk menyukseskan program ini, melalui metode yang mereka sebut sebagai metode "Serbuan Teritorial" untuk mewujudkan swasembada pangan. Dikatakan juga keterkaitan Babinsa dalam program ini, karena ketahanan pangan yang kokoh merupakan modal dasar ketahanan nasional. Apabila ketahanan nasional sudah tangguh di negara kesatuan RI ini, maka bila ada ancaman kita tidak akan sulit untuk mengatasinya. Diharapkan para Babinsa dalam kesehariannya lebih sering kelihatan disawah bersama para penyuluh, sebagai motor penggerak untuk memberikan motivasi dan memberi semangat kepada petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dan membantu dalam pemeliharaan jaringan irigasi tersier, serta pengoperasian alat –alat produksi pertanian. Dalam rangka pemantauan aktivitas para Babinsa dalam mengawal program ini, nantinya akan diorganisir dalam bentuk "Brigade Tanam Tabanan" untuk memudahkan dalam komando dan pengendalian serta pelaporan. Akhir dari arahan Dandim 1916 Kabupaten Tabanan menyatakan bahwa Dandim dan seluruh Prajurit Kabupaten Tabanan siap mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Tabanan. Dari Staf Ahli Kementerian RI, dalam arahannya mengatakan bahwa program ini dilaksanakan karena kita menginginkan suatu kondisi dimana Bangsa Indonesia bisa berdaulat pangan. Dengan swasembada pangan ini kita bisa memunuhi kebutuhan rakyat Indonesia yang saat ini mencapai + 250 juta orang, tanpa harus mendatangkan dari luar. Sehingga devisa yang digunakan untuk membeli beras dari luar negeri bisa dihemat untuk kepentingan pembangunan lainnya. Dikatakan juga alasan lain yang sangat penting swasembada ini harus dilakukan adalah dikhawatirkan adanya embargo, dimana kita tidak bisa lagi mendatangkan dari luar dalam jumlah yang dibutuhkan, sehingga menjadi kekurangan pangan yang mengakibatkan ketahanan pangan yang goyah sehingga akan berdampak pada ketahanan nasional, dan tentu akan berdampak pada sistem pemerintahan. Dengan demikian program ini dilaksanakan dengan kerja keras dengan penuh semangat, sehingga 3 tahun kedepan swasembada ini bisa diwujudkan. Pada kesempatan acara ini juga dilanjutkan dengan peletakan batu pertama dalam rangka perbaikan saluran irigasi tersier oleh Bupati yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Tabanan, Damdim 1916 Kabupaten Tabanan, Staf Ahli Kementerian RI, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Tabanan, yang dilanjutkan dengan pembekalan teknis tentang sistem pertanian terpadu oleh para penyuluh BP4K Kabupaten Tabanan, serta praktek pengoperasionalan handtraktor oleh semua Babinsa yang hadir secara bergiliran. ( Made Widiada, BP4K Kabupaten Tabanan Bali).