Penggunaan varietas unggul dan benih bermutu merupakan salah satu komponen teknologi yang dianjurkan dalam sistem budidaya tanaman jagung. Benih bermutu berasal dari tanaman yang berkualitas dengan perlakuan yang juga berbeda dengan sistem budidaya tanaman untuk tujuan konsumsi. Sehingga penangkaran benih jagung merupakan salah satu usaha dari aspek budidaya tanaman jagung yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk menerapkan sistem agribisnis dalam rangka peningkatan pendapatan. Hal ini diungkapkan oleh Syahyani, SP, MP selaku Kasi SDM, Kelembagaan dan Tata Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP2KP) Kotawaringin Barat usai memberikan arahan di sela-sela kegiatan Sosialisasi Evaluh Online di Aula KP2KP pada hari Selasa (20/9/16) yang lalu.Untuk menjawab tantangan tersebut, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pangkalan Banteng bekerjasama dengan BPTP Palangka Raya kembali melaksanakan kegiatan Penangkar Benih Jagung di Desa Karang Mulya Kecamatan Pangkalan Banteng. Tanam perdana serentak telah dilakukan pada hari ini (Kamis, 22/9/2016) di atas lahan seluas 2 Ha. Kelompok Tani Makmur telah dipercaya sebagai pelaksana kegiatan ini sejak tahun 2015 lalu. Agenda tanam perdana ini dihadiri oleh seluruh anggota kelompok Tani Makmur, penyuluh pertanian BPP Pangkalan Banteng dan para peneliti BPTP Palangka Raya. Adapun benih yang digunakan dalam kegiatan Penangkar Benih Jagung Hibrida ini yaitu Hibrida BIMA 20-URI dan Komposit Sukmaraga. Menurut Luluk Khoiriyah, SP selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Karang Mulya, kelompok tani binaannya itu telah menghasilkan lebih dari 2 ton benih jagung hibrida pada tahun 2015 lalu. Analisa hasil usaha yang menghasilkan keuntungan sekitar 55 juta rupiah per luasan 2 Ha, diharapkan akan membuat kelompok tani Makmur semakin giat dalam berusaha tani.Hasil Penangkaran benih jagung hibrida ini kedepannya akan didistribusikan ke seluruh petani jagung di Kabupaten Kotawaringin Barat, utamanya petani di Kecamatan Pangkalan Banteng dan Pangkalan Lada. Peluang pengembangan usaha penangkaran benih jagung hibrida di Kotawaringin Barat sesungguhnya terbuka lebar. Saat ini banyak petani menanam jagung dan menggunakan benih jagung unggul yang berasal dari luar daerah. Sehingga dengan adanya kegiatan penangkaran benih jagung hibrida ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan petani akan benih unggul bermutu.Di tempat terpisah, Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP2KP) Kabupaten Kotawaringin Barat, Ir. Abet Nego, M.Si ketika dimintai komentarnya mengenai hal tersebut mengharapkan agar kegiatan Penangkar Benih Jagung Hibrida ini bisa menjadi titik awal pengembangan sistem agribisnis di Kabupaten Kotawaringin Barat, utamanya penangkaran benih. Ketersediaan benih unggul didalam daerah diharapkan mempermudah akses petani jagung terhadap benih unggul bermutu dan murah sehingga berefek pada peningkatan ekonomi petani. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi peluang usaha di bidang penangkaran benih yang mungkin belum umum dilakukan oleh petani di Kotawaringin Barat.Oleh sebab itulah diperlukan pembinaan usaha pertanian melalui pengetahuan dan keterampilan agribisnis terkhusus untuk penangkaran benih jagung agar pelaku usaha tani dapat tumbuh dan berkembang sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Peran inilah yang saat ini sedang dioptimalkan oleh KP2KP Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai lembaga yang berkompeten dalam menyempurnakan pengetahuan, keterampilan dan sikap para petani sehingga kompetensi agribisnis pelaku usaha tani tanaman jagung meningkat. Mari Berkarya! (Dewi Sinta/Admin SMIPP)