Loading...

BUAH KERJA KERAS PETANI DITENGAH PEKATNYA KABUT ASAP

BUAH KERJA KERAS PETANI DITENGAH PEKATNYA KABUT ASAP
Musim kemarau panjang tahun ini yang disertai datangnya kabut asap sebagai akibat dari pembakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir ini, telah membuat kehidupan para petani menjadi sangat terganggu, keluar rumah dipagi hari untuk pergi ke kebun mata terasa pedih, nafas menjadi sesak dan dimana-mana nampak gelap saja seolah-olah hari sudah sore, debu hasil pembakaran beterbangan kemana-mana bahkan masuk kedalam rumah. Sementara itu pertumbuhan tanaman baik tanaman keras maupun tanaman semusim menjadi merana karena sangat kekurangan air dan seluruh permukaan daun ditutupi partikel-partikel debu halus, banyak tanaman yang menjadi layu bahkan mati, pakan ternak sulit didapat, sementara itu kolam-kolam yang adapun menjadi mengering.Terinspirasi dari keberhasilan petani dalam budidaya sayur-sayuran di Pal Merah Lama Kota Jambi, Pak Temon selaku Ketua Kelompok Tani Mandiri Bersatu Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, tanpa terlalu terpengaruh dengan kondisi diatas, mencoba berbuat sesuatu yakni menamam kangkung darat dan sawi dilahan sawahnya seluas 0,40 Ha yang mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan tahun ini. Mulanya Pak Temon mendapat tanggapan miring dari rekan-rekannya sesama petani, sampai seberapa besarlah hasilnya dari budidaya kangkung dan sawi, untuk mengembalikan modalnya saja sudah sulit apalagi mencari untung, katanya.Namun demikian Pak Temon tetap tidak terpengaruh, ia tetap mempunyai keyakinan yang kuat bahwa dengan usahanya ini akan dapat menghasilkan pendapatan yang lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.Berbekal semangat yang kuat, dan seperangkat peralatan pertanian termasuk pompa air dan sarana produksi lainnya, mulailah ia mengusahakan budidaya kangkung darat dan sawi dengan luas areal sekitar 0,20 Ha.Seiring dengan berjalannya waktu Pak Temon tetap tekun menggeluti usahanya ini sampai akhirnya ia dapat memanen kangkung yang ia tanam dan menjualnya dengan harga yang lumayan Rp. 800 s/d Rp. 1000,- per ikatnya, dengan rata-rata produksi per hari sekitar 150 – 200 ikat, ditambah lagi dengan produksi sawi yang juga ia hasilkan.Berangkat dari pengalaman berusaha tani kangkung dan sawi ini, Pak Temon mengatakan bahwa tanaman yang menghasilkan buah seperti kacang panjang, tomat, cabe dan lain-lain produksinya sangat merosot dan kwalitasnyapun tidak/kurang baik, berbeda dengan tananam kangkung dan sawi yang hanya menghasilkan daun dan sedikit batang, meskipun kwalitasnya tidak sebaik dalam kondisi normal, tetapi masih disukai konsumen dengan harga yang lumayan baik.Melihat kenyataan keberhasilan Pak Temon tadi, beberapa temannya yang sebelumnya tidak tertarik bertanam kangkung merobah pendiriannya dan turut pula menanam kangkung serta sawi pada lahannya masing-masing, karena ditengah pekatnya kabut asap, Allah SWT masih menyimpan peluang manis bagi mereka yang mau menggapainya. Semoga bermanfaat. Hj. Suryani ( Penyuluh Pertanian Penyelia ) Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu.