Peralihan dari masyarakat bertani tradisional ke masyarakat bertani secara modern perlu adanya fasilitasi dan motivasi kepada petani dengan memperhatikan terkait penggunaan benih unggul, pupuk kimia, pestisida kimia dengan rekomendasi teknologi aplikasi sehingga menghasilkan Produktifitas di sektor pertanian pangan , dengan meningkatnya produk pertanian yang spektakuler, serta dapat mengubah pola pikir masyarakat yang awal pasokan pangan kurang menjadi masyarakat lebih diuntungkan karena meningkatnya hasil produk pertanian yang signifikan ( produktivitas naik drastits ). – Namun ada dampak negatif yaitu keterusan penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia yang konon murah dan praktis sehingga mengabaikan penggunaan pupuk dan pestisida organik. – Di era peralihan dari pertanian maju ke pertanian modern ini sangat terasa bahwa kita sekarang ini terjebak oleh perilaku yang keterusan didalam penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sementara produk yang diharapakan dari pertanian modern adalah produktivitas tinggi, kualitas tinggi, aman dikonsumsi bahkan tersedia secara kontinyu.Permasalahan usaha tani kita sekarang ini, meliputi :1. Penyiapan lahan, pengolahan tanah, perbaikan struktur-tekstur dan kesuburan tanah. Tanah merupakan tempat berpijaknya untuk kehidupan tanaman dan tanaman tidak dapat berpindah ke tempat lain, sehingga lahan yang baik harus dipersiapkan sebagai rumah dan lingkungan yang cocok sehingga kehidupan tanaman lebih terjamin karena akar dapat tumbuh berkembang dengan baik.2. Penambahan pupuk. Tanah yang diolah dengan baik dan tercukupi dengan unsur hara baik makro maupun mikro akan meningkatkan kesuburan tanaman. Memacu kesuburan tanah dengan pupuk kimia akan berdampak negatif, lebih-lebih dilakukan dalam jangka waktu yang lama, karena pada umumnya pupuk kimia hanya mengandung pupuk makro yang mudah terurai maka akan cepat habis karena penguapan dan pencucuian, bahkan unsur mikro hampir tidak tersedia, sehingga tingkat kesuburan tanah cepat menurun. Kondisi tersebut diperparah dengan matinya microorganisme posotif yang mati pada waktu aplikasi pupuk dan juga residu yang dibawa oleh bahan pupuk kimia. 3. Penyiapan bibit sehat Bibit merupakan tanaman muda yang dipersiapkan, sehingga bibit yang sehat harus diupayakan ( sejak dari media senam yang baik, pengecambahan, pindah pot, perawatan, perundangan bibit terhadap organisme pengganggu, dsb ).Penggunaan alat-alat pembantu budidaya tanaman a. Penggunaan mulsa plastik hitam perak sangat membantu kehidupan tanaman karena :? menjaga tanah / bedeng tetap gembur ( guyuran hujan dapat ditangkis )? menjaga kelembaban, kestabilan suhu pada tanah / bedeng ? mengurangi pertumbuhan gulma ( sanitasi bagus, perebutan unsur hara ? dapat dihindarkan, menghindarkan gulma sebagai inang )? mengurangi berkembangnya hama penyakit ( warna perak mengkilap, ? kelembabab lahan tidak terlampau tinggi )? mengurangi perkerjaan menyiangi, mendangir, dsb b. Penggunaan screen house? mencegah masuknya hama penyakit terutama hama-hama kecil seperti trips, aphids, kutu kebul yang kecuali sebagai hama juga berperan sebagai vector dari berbagai jenis virus4. Perawatan tanaman Berbagai jenis tanaman memerlukan perawatan berbeda-beda sesuai spesifikasi masing-masing, seperti penyiangan, perompesan ( potong cabang ), pengurangan / pemilihan buah, pengurangan daun, memasang lanjaran, menali tanaman, dsb. Tidak terlambat – keterlambatan perawatan berakibat fatal karena mengganggu kesehatan dan pertumbuhan tanaman.5. Pengamatan dini terhadap hama / penyakit Serangan hama peyakit yang sudah parah sulit dikendalikan baik dengan pengendalian mekanis, biologis maupun pestisida, karena membiarkan populasi hama / penyakit yang banyak menjadi tak terkendali mengakibatkan kerusakan bagian-bagian tanaman. Jaringan pada bagian tanaman ( lebih-lebih tanaman semusim ), sulit untuk pulih kembali. Pengamatan dini, perlakuan dini pada waktu diketahui gejala akan sangat bermanfaat, mudah dan murah, tetapi keterlambatan penanganan memerlukan biaya mahal dan berakibat gagal panen.6. Pengendalian hama / penyakit ( management pest control )Upaya pencegahan sangat penting, upaya pengendalian dilakukan pada batas-batas ambang ekonomi, menggunakan pestisida organik, musuh-musuh alami baru terakhir menggunakan pestisida kimia. Pestisida ( kimia ) adalah racun dapat membantu tanaman terbebas / terkendali dari serangan hama penyakit, sedangkan hama penyakit beserta serangga musuh alami mati bahkan mikroorganisme dalam tanah mati, yang akan berdampak negatif yaitu adanya resurgensi dan hilangnya makhluk-makhluk positif tidak kalah pentingnya bahwa residu pestisida akan mengganggu kesehatan tubuh manusua yang saat ini menjadi issue global.7. Sanitasi – kebersihan, pengaturan – manjemen lahan Perlu adanya pengertian bagi setiap petani bahwa lahan usaha tani adalah pabrik yang harus dikelola dengan baik, diperlukan sebagai tempat berproduksi, diberlakukan sebagai kantor dan perusahaan yang baik yang dapat berkesinambungan, maka kebersihan, keteraturan, penggunaan teknik ramah lingkungan diharapkan menjadi gerakan bersama. Penulis : RENI KRISTYANTI, A.Md ( THL-TBPP BP3K KECAMATAN WANGON