Dalam budidaya ayam arab, agar mendapatkan hasil yang baik, selain memperhatikan dan mengetahui tentang kandang dan pakan yang diperlukan, juga harus memahami jenis penyakit yang sering menyerang ternak ayam serta pencegahannya.Ayam arab merupakan ayam bukan ras (buras) jenis petelur. Ayam ini sedikit berbeda corak bulunya dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Meskipun menyandang nama ayam arab, ayam arab ini adalah ayam silver brakel kriel dari Belgia dan memiliki kemampuan bertelur 75 – 85 %. Ayam arab jantan memiliki tinggi tubuh sekitar 30 cm, dan berat badan 2.500 gram, sedangkan ayam arab betina memiliki tinggi 22 cm dengan berat badan 1.800 – 2.000 gram. Ayam arab memiliki dua jenis warna yaitu silver dan gold. Tubuh ayam berwarna putih (silver)/merah keemasan (gold) dengan kombinasi totol hitam disekujur tubuhnya. Jengger berwarna merah dengan bercak putih/merah di bagian kupingnya.Untuk budidaya/pemeliharaan ayam arab diperlukan kandang untuk melindungi ayam dari terpaan sinar matahari, angin, binatang pengganggu dan cuaca yang buruk. Selain itu, fungsi kandang dapat memudahkan pemeliharaan pengawasan dan penanganan penyakit. Sedangkan persyaratan kandang untuk budidaya ayam arab yaitu : (1) Lokasi harus terbuka, cukup sinar matahari pagi, terlindung dari terpaan angin dan hujan secara langsung; (2) Jauh dari keramaian; (3) Jarak antara rumah dan kandang ideal 5 – 10 m, jarak antara kelompok kandang minimal 10 m.Adapun tipe kandang untuk budidaya ayam arab yaitu kandang postal dan kandang baterai. Untuk lebih jelasnya, yang dimaksud dengan kandang postal dan kandang baterai adalah sebagai berikut : (1) Kandang postal. Disini ayam dipelihara secara kelompok, lantai kandang menggunakan litter dari sekam. Baik digunakan untuk pembesaran ayam (grower). Ukuran kandang umur 1 – 30 hari kepadatan 50 ekor/m², 31 – 60 hari kepadatan 25 ekor/m²; (2) Kandang baterai. Pada kandang baterai, ayam dipelihara secara intensif dalam kandang baterai. Kandang baterai digunakan untuk ayam yang telah berproduksi. Sedangkan baterai bisa terbuat dari kawat atau bambu dengan ukuran 25x40x35 cm. Keuntungan menggunakan kandang baterai adalah efisiensi pakan, telur bersih, mudah dalam pengawasan, kesehatan terjamin, tidak terjadi kanibalisme.Sedangkan persyaratan bahan baku pakan yang diperlukan dalam budidaya ayam arab sebagai berikut : (1) Mudah didapat, selalu tersedia dan murah; (2) Tidak bersaing dengan kebutuhan manusia; (3) Tidak mengganggu kesehatan ayam, misalnya bahan baku tengik atau berjamur. Banyaknya pemberian pakan dalam pemeliharaan ayam arab baik penghasil daging maupun telur, berdasarkan umur ternak yaitu : (1) Umur 1 hari – 1 minggu diberi pakan sebanyak 5 – 10 g/ekor/hari; (2) Umur 1 – 2 minggu diberi pakan sebanyak 10 – 15 g/ekor/hari; (3) Umur 2 – 4 minggu diberi pakan sebanyak 15 – 20 g/ekor/hari; (4) Umur 4 – 5 minggu diberi pakan sebanyak 30 – 40 g/ekor/hari; Umur 5 – 6 minggu diberi pakan sebanyak 40 – 60 g/ekor/hari; Umur > 6 minggu diberi pakan sebanyak 60 – 110 g/ekor/hari.Seperti halnya ternak yang lain, dalam budidaya ayam arab, agar mendapatkan hasil yang baik, selain memperhatikan dan mengetahui tentang kandang dan pakan yang diperlukan, juga harus memahami jenis penyakit yang sering menyerang ternak ayam serta pencegahannya.Jenis penyakit dan pencegahannya adalah sebagai berikut : (1) Penyakit Tetelo (new castle disease) dengan tanda-tanda : lesu, nafsu makan kurang, jengger dan pial kebiruan, sayap terkulai, keluar cairan dari hidung, ngorok, batuk dan kotoran berwarna kebiruan. Adapun pencegahan Tetelo yaitu : vaksin ND, pada umur 4 hari, 18 hari, dan 8 minggu serta dilakukan pengulangan tiap 4 bulan; (2) Gumboro dengan tanda-tanda : menyerang sistem kekebalan tubuh unggas. Adapun pencegahannya yaitu vaksinasi gumboro pada umur 1 hari, 11 hari, >21 hari, 6 minggu, dan 10 minggu; (3) Batuk darah. Penyakit ini sering meyerang ayam umur 14 minggu, dengan tanda-tanda : mata berair, malas bergerak, batuk, sulit nafas, terdapat percikan darah di paruh dan kotorannya. Adapun pencegahannya yaitu dengan desinfektan kandang; (4) Bronkhitis dengan tanda-tanda : menyerang alat pernafasan. Adapun pencegahannya yaitu vaksinasi IB; (5) Pilek (snot) dengan tanda-tanda : keluar lendir kuning, encer, dan berbau dari hidung, terdapat kerak di sekitar lubang hidung, ngorok, sukar nafas, pembengkakan sinus yang bisa mengakibatkan mata tertutup (bengkak). Adapun pencegahannya yaitu jangan mencampur unggas yang terkena penyakit dengan yang sehat. Sedangkan pengobatannya dengan antibiotik; Kolera , umumnya menyerang ayam umur > 12 minggu, bisa mati mendadak atau ditandai dengan demam, nafsu makan kurang, bulu berdiri, mencret, sesak nafas, kotoran berlendir dan berwarna hijau. Adapun pencegahannya Kolera yaitu vaksinasi kolera pada umur 6 – 8 minggu, 8 – 10 minggu; (6) CRD dengan tanda-tanda : mirip dengan snot. Adapun pencegahannya CRD yaitu pemberian antibiotik, menjaga agar kandang tidak terlalu lembab; (7) Berak kapur banyak menyerang anak ayam umur 1 – 10 hari, dengan tanda-tanda : nafsu makan hilang, kotoran encer dan melekat di anus, kotoran berwarna putih dan berlendir. Adapun pencegahannya yaitu menjaga kebersihan kandang dan mesin tetas, vaksinasi sama dengan kolera; (8) Cacingan dengan tanda-tanda : tubuh kurus, lemah, nafsu makan hilang, bulu kusam, mencret, jengger pucat. Adapun pencegahannya yaitu menjaga sanitasi kandang, disinfektan dan diberi obat cacing (Inang Sariati).Sumber : 1)http://www.google.co.id/search?q=ayam+arab&safe=active&rlz=1T4HPAA_enID258ID258&tbm=isch&prmd =ivns&ei=rVMZU7OsJsnsrAeFs4CYCA&start=0&sa=N (flickr.com); 2) Balai Agro Teknologi Terpadu, Kemetrian Negara Riset dan Teknologi Sumatera Selatan.2)https://www.google.co.id/search?q=BUDIDAYA+AYAM+ARAB&newwindow=