Budidaya Ayam buras sebagai penghasil protein hewani
Kebutuhan gizi pangan hewani dapat menjadi peluang bagi peternak ayam buras mengelola budidaya ayam buras.. Beragam jenis usaha tani ayam buras dapat dikelola petani ayam buras sesuai permintaan peluang pasar. Pilihan usahatani ayam buras terdiri dari budidaya ayam buras penghasil daging ayam kampung dan budidaya ayam buras penghasil telur konsumsi Budidaya ayam buras penghasil telur konsumsi Telur ayam kampung banyak diminati masyarakat. Telur ayam kampung selain untuk telur konsumsi juga digunakan untuk campuran minum jamu. Yang pastinya telur ayam buras atau telur ayam kampung mempunyai nilai gizi pangan hewani dan harganyapun relatif terjangkau sesuai kemampuan keuangan masyarakat. Pada budidaya ayam buras penghasil telur konsumsi tidak perlu dilengkapi dengan ayam pejantan. Artinya petani ternak ayam buras hanya membudidayakan ayam buras betina sebagai penghasil telur konsumsi. Pemilihan ayam buras penghasil telur yang baik harus memenuhi persyaratan berikut : 1. Berjengger besar, kokoh merah mengkilap seperti berminyak2. Mukanya cerah, mata kelihatan bercahaya3. Lubang dubur besar, lebar bentuk oval memanjang dengan permukaan yang licin dan basah4. Tulang pubis tipis, tajam, lemah dan lembut. Lebar kedua ujung antara tulang pubis 3 – 4 jari tangan orang dewasa5. Rongga perut ayam buras bila diraba terasa lembut6. Jarak antara ujung tulang pinggul dan tulang dada lebarnya 4 jari tangan orang dewasa atau lebih7. Kulitnya lembut, halus dan longgarBudidaya ayam buras penghasil telur konsumsi dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama ayam buras dibudidayakan secara diumbar dengan kandang berpagar. Cara yang kedua ayam buras dibudidayakan dalam kandang baterai, yaitu ayam buras hidup 24 jam didalam kandang dengan konsekwensi yang harus dilakukan petani ternak ayam buras harus mampu menyediakan semua kebutuhan hidup ayam buras Budidaya ayam buras penghasil daging ayam kampungDaging ayam kampung banyak diminati konsumen dengan cita rasa yang lezat. Banyaknya minat konsumen pada daging ayam kampung tentunya dapat menjadi peluang bagi petani ternak ayam buras mengelola usahatani ayam buras penghasil daging. Budidaya ayam buras penghasil daging tidak berbeda dengan budidaya ayam buras penghasil telur konsumsi, yang juga tidak membutuhkan ayam pejantan. Masa pemeliharaan ayam buras penghasil daging sangat pendek. hanya membutuhkan waktu 3 – 4 bulan yang biasa dikenal sebagai ayam kemanggang. Konon kabarnya ayam buras kemanggang sangat lezat untuk dinikmati sebagai ayam panggang yang saat ini banyak dicari konsumen penggemar ayam panggang. Budidaya ayam buras penghasil daging dapat dipilih dari budidaya periode anak ayam buras ( kutuk ) sampai masa panen ayam buras pada umur 3 – 4 bulan. Pilihan yang lain dapat dilakukan dari hasil afkir usaha ayam buras penghasil telur atau hasil afkir usaha pembibitan ayam buras Nani Priwanti Soeharto - Penyuluh Pertanian PPMKP Ciawi Sumber www,google .comSumber ; 1. B. Sarwono Beternak Ayam Buras Penebar Swadaya Cetakan ke VI 1992 2. Subangkit Mulyono, Seri Agribisnis Memelihara Ayam buras berorientasi Agribisnis Edisi Revisi Penebar Swadaya 2002