Loading...

BUDIDAYA AYAM SEMI INTENSIF

BUDIDAYA AYAM SEMI INTENSIF
1. PENDAHULUANTernak Ayam Brailer secara Semi Intensif merupakan sebuah cara beternak ayam dengan memadukan teknik konvensional dan modern. Di mana ayam akan dikembangbiakkan dengan sistem terbuka sekaligus tertutup.Maksudnya, Ayam broiler akan dibudidaya dalam suatu lingkungan kandang yang semi terbuka, sebagaimana jenis ternak ayam umbaran. Bedanya, kalau dalam sistem semi intensif ini, ada pagar pembatas yang mengelilingi wilayah peternakan. Sehingga ayam tidak akan berkeliaran jauh dari wilayah peternakan.Tujuan dari dibuatnya pagar ini tentunya agar ayam tetap bisa diumbar alias dilepas dari kandang utamanya. Dan dibiarkan melakukan kegiatan ala ayam tersebut. Tapi para pemilik ayam tidak perlu khawatir ayamnya hilang dan bepergian jauh. Ini membuat pengawasannya jadi lebih mudah. Tidak perlu terlalu ketat.Ternak Ayam brailer Semi Intensif ini cocok untuk peternak yang memiliki permodalan menengah ke bawah. Di mana sistem ini akan menghemat biaya pakannya. Apalagi kalau lokasi peternakan berada di wilayah di mana banyak tersedia makanan untuk ayam di alam, misalnya banyak serangga dan cacing.Berikut adalah panduan untuk Ternak Ayam broiler Semi Intensif yang bisa dicoba untuk peternakan kecil yang diambil dari pengalaman petani peternak Bapak Edi Widarto yang beralamatkan di desa Gedung Ram RK 1 Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, yang sudah dialami selama 5 (lima ) kali periode pemeliharaan. Dimana setiap kali periode beliau memelihara 200 – 300 ekor ayam : 2. Menyiapkan Bibit Ayam TerbaikPada dasarnya, ayam broiler itu ada beberapa jenis. Bibit dapat dipesan dari penyalur bibit DOC broiler di lokasi terdekat dengan anda. Tentunya pesanan bibit tersebut agar disesuaikan dengan jenis ayam broiler yang cocok di daerah dimana akan dipelihara, ini bisa di konsultasikan dengan pihak penyalur bibit tentunya, diharapkan DOC yang akan dipelihara merupakan bibit yang baik. 3. Mempersiapkan LahanLahan juga amat penting untuk pemeliharaan Ternak Ayam Semi Intensif. Kebutuhan akan lahan ini lebih luas, sebab nantinya ayam juga perlu diumbarkan. Dengan membuat pagar keliling terlebih dahulu di sekitar peternakan. Ukuran lahan bisa seluas 10 x 20 m. 4. Membuat KandangKandang untuk ternak ayam semi intensif ini ukurannya bisa dibuat 2m x 10m. Dan terbagi ke dalam beberapa kelompok umur. Untuk ayam dewasa dan ayam yang masih kecil-kecil. Tujuan pembagian ini agar bisa memperoleh pakan yang berimbang dan tidak saling tarung. Yang biasanya merugikan ayam kecil.Kandang ini diperuntukkan sebagai pemeliharaan ayam diatas umur 20 hari, dimana ayam dimasukkan kekandang saat menjelang malam dan pada pagi hari nya ayam di keluarkan dari kandang / berada pada halaman kandang.Sebelumnya pada saat DOC s/d umur 20 hari ayam kecil di peluhara pada Box dengan ukuran 1 x 2 m dengan kapasitas 200 ekor. 5. Mengatur Sistem KelistrikanDalam beternak binatang apapun, listrik amat penting diperhatikan. Untuk Ternak Ayam, listrik digunakan untuk mengalirkan arus untuk menyalakan lampu pada Box dengan tujuan sebagai penghangat ruangan. Selain itu lampu penting sekali harus ada pada kandang pembesaran . 6. Membuat Pagar KelilingPagar keliling dalam Ternak Ayam Semi Intensif ini sebaiknya dibuat secara permanen dengan bata dan dicor semen. Tujuannya agar awet dan tidak dibobol ayam atau hewan pengganggu lainnya. Pagar juga dapat dibuat dengan pagar bambu , atau kawat yang dilapisi dengan waring. 7. Menyediakan Wadah Makan dan Minum AyamWadah makanan dan minuman untuk ayam sebaiknya juga dipersiapkan di dalam kandang. Biasanya tersedia di toko peralatan. Berupa wadah-wadah yang menggantung. 8. Membuat Pola Rancangan Jadwal Mengumbar AyamPembuatan jadwal mengumbar ayam amat penting. Misalnya dari pagi hingga siang. Kemudian di siang sampai malam dikurung di dalam kandang. 9. Memberikan Pakan Ayam di Jam-Jam yang TepatMemberi makan ayam bisa dilakukan 2-3 kali sehari. Tergantung kebutuhan dengan pengaturan sbb:- Ayam kecil yang baru tiba ditempatkan pada box dan diberi minum larutan gula merah untuk mempercepat pemulihan kesehatannya karena dalam masa pengangkutan.- Selanjutnya diberi pakan 2-3 kali sehari dengan menggunakan pakan pabrikan untuk ayam kecil sampai dengan umur 20 hari- Berikutnya ayam dapat dimasukkan ke kandang dan dilatih untuk mengenal lingkungan kandang, pemberian pakan untuk 15 hari berikutnya pakan pabrikan di campur dengan dedak halus dengan perbandingan 2: 1- Selanjutnya ayam dapat diberi pakan pabrikan di campur dengan dedak dengan perbandingan 1 : 1 sampai umur 60 – 65 hari.- Untuk pupulasi ayam 200 ekor berdasarkan pengalaman diperlukan 150 kg padan pabrikan dan 200 kg dedak.Sebaiknya pemberian pakannya juga beragam. Jangan menunya itu-itu saja. Supaya kebutuhan gizi ayam lebih tercukupi. 10. Memeriksa Kesehatan Ayam Secara TeraturPeriksalah kesehatan ayam secara teratur. Supaya nantinya di masa panen mendapatkan produk ayam yang baik. Dan ini langkah yang terkadang diabaikan oleh mereka yang Ternak Ayam Kampung Semi Intensif.Selain memperhatikan kesehatan ayam penting juga menjaga agar kandang tetap kondisi aman dari gangguan penyakit dapat dilakukan penyemprotan kandang dengan menggunakan insecttisida (tahap awal sebelum ayam masuk kandang), selanjutnya dapat dilakukan penyemprotan kandang dan lantai kandang dengan larutan EM4Apabila terdapat gejala penyakit terutama cacing yang ditandai dengan bulu ayam kusut , ayam dapat di beri obet cacing. Biasanya 20 hari sekali. 11. Memberikan Asupan Vitamin dan Suplemen Penunjang PakanVitamin penunjang makanan dan suplemennya juga amat penting diberikan. Tapi pastikan produknya aman. Jangan yang menurunkan kualitas ayamnya.Asupan viamin dapat di berikan setiap tiga hari sekali melalui air minum seperti (Vitacik), selain itu dapat juja diberikan EM4 yang di campurkan pada pakan dengan takaran 12 ml (satu tutup) dicampur dengan air 1 ltr dan pakan sebanyak 3 kg. EM.4 juga diberikan pada air minum dengan perbandingan satu tutup dicampur dengan 6 lt air. Yang pemberiannya berselang dengan saat pemberian vitamin. 12. Memanen Ayam Panen ayam kampung harus di waktu yang tepat. Terutama untuk panen ayam pedaging Jangan kemudaan dan juga jangan ketuaan. Supaya ukuran tubuhnya sudah besar, biasanya umur 60 – 65 hari telah mencapai bobot 1,2 – 1,5 kg, ukuran ini sudah siap untuk konsumsi rumah makan. 13. Memasarkan Ayam KampungTeknik memasarkan ayam pun menjadi bagian penting dari Ternak Ayam Semi Intensif. Sebaiknya pasarkan melalui pedagang lokal , jaringan sosial dan bisnis yang kuat dan continue. 14. Analisa sederhana Berikut disajikan analisa sederhana usaha budidaya ayam semi intensif yang dilakukan periode pemeliharaan bulan Maret s/d Juni 2018 adalah sbb: A. Biaya Saprodi Bibit 200 ekor @ Rp. 7.000 = Rp. 1.400.000,- Pakan 150 kg @ Rp. 9.000 = Rp. 1.350.000,- Dedak 200 kg @ Rp. 2.500 = Rp. 500.000,- Obat-obatan = Rp. 200.000,- Peralatan = Rp. 150.000,- B. Tenaga kerja = Rp. 1.300.000,- C. Penyusutan = Rp. 1.000.000,-E. Jumlah Biaya = Rp. 5.900.000,- D. Penjualan Hasil Populasi 186 ekor /260 kg @ Rp. 38.000 = Rp. 9.880.000,- F. Keuntungan (D-E) Rp. 9.880.000 - Rp. 5.900.000 = Rp. 3.980.000,- Analisa budidaya ayam ini dipengaruhi oleh harga pakan dan harga penjualan ayam saat waktu tertentu.(ibnuekosarjuni)