Loading...

BUDIDAYA BAYAM

BUDIDAYA BAYAM
Pendahuluan Budidaya bayam atau Amaranthus Spp. efektif dilakukan didataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Di Indonesia terdapat dua jenis tanaman bayam yaitu yang pertama jenis tanaman bayam cabut yang terdiri dari bayam hijau dan bayam merah. Cirinya, lebar daun relatif kecil, untuk jenis bayam hijau warnanya hijau terang agak keputih-putihan, untuk bayam merah warnanya merah hati cenderung gelap. Jenis kedua, bayam yang berdaun lebar atau bayam raja. Warna daunnya hijau tua cenderung keabu-abuan, tumbuh berdiri tegak. Cara panennya bisa dicabut atau dipotong.Penyiapan benih dan pembibitan bayamBenih untuk budidaya bayam disiapkan melalui perbanyakan biji. Benih diambiul dari tanaman bayam yang dipelihara hingga tua berumur sekitar 3 bulan. Benih bayam yang baik bisa disimpan hingga umur satu tahun. Benih bayam tidak memerlukan masa dorman. Jadi, benih yang baru dipanen sebenarnya sudah siap untuk langsung ditanam. Kebutuhan benih untuk budidaya bayam adalah 5-10 kg per hektar.Benih yang telah dipanen dijemur secukupmya kemudian dirontokkan dan disimpan dalam kaleng atau dibungkus plastik kedap udara.Pengolahan TanahTanah digemburkan untuk bayam cabut dicangkul sedalam 20 cm dan bayam tahun 30 cm. Setelah tanah diratakan kemudian diberi pupuk kandang atau bokhasi 1 kg/m2. Bedengan dibuat 1 x 5 meter atau disesuaikan dengan kondisi lahan tinggi bedengan 20-30 cm dan panjang mengikuti kondisi lahan.PemupukanPupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam. Pupuk an organik juga perlu diberikan sebagai pupuk dasar. Jenis pupuk an-organik adalah Urea, TSP/SP36 dan KCl atau dengan Pupuk NPK (Phonska). Pemberian pupuk tidak perlu terlalu dalam cukup digaritkan saja sedalam 5 cm dikiri kanan tanaman (barisan) sebaga patokan pemupukan per meter persegi. PenanamanSebelum benih disebar, pada bedengan yang basah- biji bayam yang halus harus dicampur rata dengan abu dapur yang kering dengan perbandingan 1 : 1 bagian. Benih disebarkan atau dideretkan dalam garitan suatu bedengan yang telah diberikan cukup pupuk kandang. Jarak antar barisan 15 s.d. 20 cm. Sesudah itu tutup dengan tanah tipis-tipis merata. Kemudian lakukan penyiraman dengan hati-hati. Biasanya benih mulai kecambah 5 hari kemudian. PemeliharaanPemeliharaan tanaman antara lain Penyiangan (lakukan umur 2 minggu dan diulang setiap 2 minggu.). Penyiraman dilakukan dengan hati hati menggunakan gembor dan dilakukan terus sehingga tanah tetap lembab. Panen dan pasca panenBudidaya bayam bisa dipanen mulai 20 hari setelah tanam atau tinggi tanaman sekitar 20 cm. Dengan pencabutan rata-rata panen yang dihasilkan dalam satu hektar adalah 20 ton. Sedangkan pada budidaya bayam potong biasanya dipanen pada umur 1-1,5 bulan dengan interval pemerikan seminggu sekali. Simpan hasil panen budidaya bayam ditempat teduh karena bayam termasuk tanaman yang cepat layu. Penulis :BasriPenyuluh Pertanian Kecamatan Pallangga