BUDIDAYA BUAH NAGA ORGANIK Tanaman buah naga (Hylocerous Undatus sp) seperti tanaman kaktus, sangat mudah hidup meskipun pada tanah kurang subur. Tanaman buah naga dibudidayakan akan diambil buahnya untuk dikonsumsi, ,maka perlu diupayakan dan dijaga agar buah naga aman dikonsumsi. Salah satu caranya dengan budidaya secara organik. Budidaya secara organik merupakan oroses bertanam dengan menggunakan bahan alami (Organik) dan menghindari penggunaaan bahan kimia atau jika menggunakan bahan-bahan kimia sangat dibatasi dalam jumlah sedikit saja. Bahan kimia yang digunakan dalam proses budidaya tanaman untuk mendukung pertumbuhan tanaman, baik sebagai pupuk, zat pengatur tumbuh, pestisida dan lainnya akan berdampak buruk terhadap kesehatan, kelestarian lingkungan, dan ekonomi. Dampak buruk terhadap kesehatan, penggunaan pestisida kimia berlebihan dalam proses budidaya tanaman menimbulkan residua tau endapan pada produk tanaman, dan jika produknya dikonsumsi akan membahayakan kesehatan manusia. Cara Budidaya Buah Naga Secara Organik Perbedaan utama proses budidaya organik dengan anorganik antara lain pada kegiatan pemilihan lokasi, penyiapan bibit, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan susulan, dan pengendalian OPT. sedangkan kegiatan lainnya sama dengan budidaya buah naga pada umumnya. Pemilihan Lokasi Tanaman buah naga akan tumbuh baik dan berproduksi optimal pada kondisi alam yang sesuai, yaitu pada ketinggian 0-350 meter diatas permukaan laut, curah hujan sekitar 720 mm per tahun, suhu udara ideal berkisar antara 26-360 C, kelembaban 70-90%, dan rata-rata pH tanah antara 6,5 – 7. Oleh karena itu, pilihlah lokasi untuk tanam buah naga yang sesuai dengan kondisi alam tersebut atau yang mendekatinyadan sudah dua tahun tidak untuk budidaya tanaman non organik atau menggunakan bahan kimia. Penyiapan Bibit Bibit adalah bagian dari tanaman untuk diperbanyak atau ditanam, pada umumnya berupa biji atau stek. Perbanyakan tanaman buah naga ada du acara, yaitu generative dan vegetatif. Cara perbanyakan generatif adalah dengan menanam menggunakan biji buah naga, keuntungannya dapat diperoleh bibit dengan jumlah banyak dan biaya murah, karena setiap buah minimal berisi 1.000 biji. Sedangkan dengan cara vegetatif yaitu tanam buah naga dengan menggunakan bibit stek berupa potongan batang atau cabang sepanjang 25-30 cm. Cara membuat bibit stek buah naga yang bermutu baik, sebagai berikut : Pilihlah batang atau cabang tanaman buah naga yang sehat, tua, berwarna hijau gelap, sudah pernah berbuah 3-4 kali, memiliki panjang sekitar 80-120 cm, bergaris tengah minimal 8 cm, dank keras. Semakin besar batang yang dipilih akan semakin baik, karena akan menjadi batang utama tanaman buah naga. Batang atau cabang terpilih dipotong 80% (4/5 bagian) sehingga sisanya sekitar 20% (1/5 bagian), potongan batang atau cabang 80%, diptong-potong lagi dengan panjang antara 25-30 cm dan setiap potongan stek harus memiliki paling sedikit empat mata tunas. Cara memotongnya, batang bagian atas dipotong rata dan bagian bawah dipotong meruncing untuk merangsang pertumbuhan akar. Cara memotong meruncing, sepanjang 1-2 cm di salah satu sisi batang dipotong miring kea rah batang pokok. Stek yang sudah dipotong dikering anginkan sampai getahnya mongering sekitar 2-3 hari, jika langsung ditanam getah yang basah dapat menyebabkan busuk batang. Selanjutnya pembibitan buah naga dapat dilakukan pada bedengan atau polybag. Pembibitan pada bedengan Bedengan dibuat setinggi 15 cm, lebar 100 cm dan panjangnya sesuai kondisi lahan. Pada permukaan bedengan taburkan campuran 10 Kg pasir, 10 kg pupuk kandang, dan 250 gram kapur dolomit. Selanjutnya bedengan disiram dengan air secara merata dan stek ditanam dengan jarak tanam 40 x 60 cm dan kedalaman sekitar 5 cm. pembibitan ini harus dirawat dengan naungan plastik dan disiram 2-3 hari sekali. Keberhasilan pembibitan tersebut dapat diketahui 3 bulan setelah stek ditanam yang ditandai dengan tumbuhnya akar dan stek sehat, vigor dan kekar. Sekitar 2 minggu kemudian, setek akan tumbuh tunas cabang. Jika cabang tumbuh lebih dari satu secara bersamaan, pilihlah satu tunas cabang yang sehat. Bibit siap ditanam di kebun 3 – 5 bulan. Pembibitan pada polibag Siapkan polybag berukuran 15 x 20 cm. campurkan sampai rata media tanam berupa tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Menanam stek pada polybag segera tancapkan stek bagian yang runcing sedalam 5 cm, berikan naungan untuk melindungi stek dari sinar matahari dan lakukan peniraman 2-3 hari sekali. Sekitar 3 minggu tunas cabang mulai tumbuh dan naungan harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh. Selanjutnya lakukan pemotongan tunas cabang yang kurang bagus dan sisakan tunas ycabang yang baik. Bibit siap ditanam dikebun berumur 3-5 bulan. 3. Pengolahan Tanah Lahan yang akan ditanami buah naga dibersihkan dari kotoran non organik, antara lain batu-batuan, plastic, kaleng bekas, dan lainnya. Jika terdapat rumput atau semak harus dipotong sa,pai pangkal batang, hasil potongannya dimasukan dalam lubang yang telah digali, lalu dibakar agar hama dan penyakit yang ada dapat dimusnahkan. Selanjutnya tanah dicangkul sedalam satu cangkulan, kemudian dibolak balik agar tanah menjadi gembur dan diratakan, kemudian dibuat lubang-lubang untuk berdirinya tiang penopang dengan kedalaman sekitar 50 cm dan lebar sama dengan panjang 12 x 12 cm. jarak antar lubang tanam 2 m dan jarak antar baris tanaman 2,5 m. diantara baris lubang dibuat parit sedalam 20 cm agar air dapat mengalir dan tidak tergenang di kebun. Kemudian sekitar lubang tiang penopang dibuat lubang tanam sedalam 15 cm dan berdiameter garis setengah 150 cm. Selanjutnya membuat media tanam, dengan mencampurkan tanah lapisan atas, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 . lalu media tanam dimasukan ke dalam lubang tanam dan disiram, dibiarkan terkena sinar matahari sekitar satu minggu agar tanah terbebas dari racun. 4. Penanaman Penanaman merupakan kegiatan memindahkan bibit buah naga dari bedengan atau polybag ke lahan/kebun yang sudah diolah tanahnya. Penanaman bibit buah naga memerlukan bahan dan alat sebagai berikut : bibit buah naga, Dolomit untuk mencegah terjadinya pembusukan pangkal batang stek, cetok digunakan untuk membuat lubang tanam, tali untuk mengikat bibit pada tiang penopang. Sebelum bibit buah naga ditanam dikebun, pada setiap tiang penopang dibuat empat lubang tanam yang letaknya melingkar dengan jarak dari tiang penopang 10 cm dan kedalaman 10-15 cm. setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 5-10 Kg yang dicampur tanah, lalu diamkan. Setelah sekitar dua minggu bibit stek buah naga dapat ditanam pada lubang yang telah dipersiapkan. Cara menanam, pilihlah bibit stek yang berkualitas bagusdari pembibitan dan langsung ditanam dalam lubang tanam. Lakukan penanaman dengan hati-hati agar akar tidak banyak yang rusak dan stek yang rusak akan mudah terserang penyakit busuk batang. Kedalaman penanaman adalah 20% dari panjang stek, jika bibit stek panjangnya 50-80 cm bagian yang dimasukan dalam lubang 10-15 cm. tetapi jika panjang bibit stek kurang dari 50 cm bagian yang dimasukan dalam lubang 4-8 cm. lalu bibit stek diikat tidak terlalu erat pada tiang panjatan agar merambat dapat dengan baik pada tiang penopang, lalu lakukan penyiraman. Pemupukan Susulan Budidaya dengan cara organic hanya menggunakan bahan-bahan organik seperti pupuk kandang dan kompos tanpa menggunakan bahan kimia. Pupuk kandang diberikan sebanyak 2-5 Kg per tanaman setiap 2-3 bulan sekali. Caranya gali lubang pupuk di sekitar tanaman, lalu taburkan pupuk kandang atau kompos dan segera ditutup dengan tanah lagi dan segera siram agar pupuk mudah terserap oleh tanaman. Menjelang pembungaan awal bulan agustus – September, berikan pupuk kandang yang mengandung banyak kalium seperti kotoran kambing. Pupuk kandang yang mempunyai kalium tinggi saat pembentukan buah membantu tanaman membuat sulur produktif dan rasa buah yang manis. Pada saat berbuah pupuk kandang diberikan sebulan sekali dengan dosis 5 -10 Kg per tanaman. Pengendalian OPT Tanaman buah naga tahan terhadap serangan penyakit, namun bisa terserang penyakit jika sanitasi kebun tidak dijaga dengan baik. Tanaman yang terserang penyakit harus segera dilakukan penanganan, agar tidak menyebar ke tanaman lain. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit lakukan sanitasi untuk pembersihan kebun/lahan dan pengendalian gulma. Berikut beberapa hama dan penyakit tanaman buah naga : Penyakit busuk pangkal batang Penyakit ini umumnya menyerang saat awal penanaman, gejala serangan ditandai adanya pembusukan di pangkal batang sehingga menyebabkan batang berair serta berwarna kecoklatan. Di daerah serangan terdapat bulu-bulu putih halus yang merupakan miselium cendawan. Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Sclerotium rolfsii Sacc. Upaya pengendalian busuk pangkal batang dapat dilakukan dengan pengaturan drainase maupun kelembaban saat musim hujan. Penyemprotan tanaman dengan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Upaya lain dapat memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp, maupun Gliocldium sp. Penyakit busuk bakteri Serangan penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp. Gejala yang terserang penyakit busuk batang bakteri ditandaip dengan busuknya pangkal batang, terdapat lender putih kekuningan di daerah serangan, serta tanaman tampak kusam hingga layu. Pengendalian terhadap serangan penyakit ini dilakukan dengan sanitasi kebun, perbaikan drainase, pencabutan tanaman terserang, serta membuang tanah di sekitar titik tanam dari areal budidaya. Lubang bekas titik tanam ditaburi kapur agar pH tanah meningkat. Penyemprotan tanaman dengan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Upaya lain dapat memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp, maupun Gliocldium sp. Fusarium Penyakit ini disebabkan oleh Fusarium Oxysporium. Gejala serangan terlihat cabang tanaman berkerut, layu lalu membusuk berwarna cokelat. Secara umum gejala yang tampak hamper sama dengan serangan penyakit busuk bakteri. Pengendalian terhadap serangan penyakit ini dilakukan dengan sanitasi kebun, perbaikan drainase, pencabutan tanaman terserang, serta membuang tanah di sekitar titik tanam dari areal budidaya. Lubang bekas titik tanam ditaburi kapur agar pH tanah meningkat. Penyemprotan tanaman dengan pestisida nabati, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah. Bahan-bahan tersebut direbus lalu disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Upaya lain dapat memanfaatkan agensia hayati, seperti Trichoderma sp, maupun Gliocldium sp. Hama Tungau (Tetranycus sp.) Hama tungau berukuran sangat kecil, berbentuk menyerupai laba-laba serta bersifat polyfag, yaitu menyerang hamper segala jenis tanaman. Serangga dewasa berukuran kurang lebih 1 mm. hama tungau aktif di siang hari. Siklus hidup tungau antara 14-15 hari. Hama tungau menyerang dengan cara menghisap cairan batang maupun cabang, akibatnya di permukaan kulit batang akan muncul bintik-bintik kuning atau cokelat dan pertumbuhan tidak normal. Pengendalian hama tungau bisa digunakan dengan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman yang terserang diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, (melalui pengocoran), maupun melalui penyemprotan. Hama kutu kebul (Bemisia tabaci) Salah satu hama utama adalah kutu kebul, imago berukuran dewasa antara 1-1,5 mm, berwarna putih serta sayapnya ditutpi lapisan lilin bertepung. Serangga dewasa biasanya berkumpul di permukaan bagian bawah cabang. Jioka tanaman disentuh maka serangga akan berterbangan seperti kabut ( kebul putih). Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak nekrotik akibat rusaknya sel-sel serta jaringan tanaman pada batang atau cabang terserang. Hama kutu kebul berperan sebagai vector penular virus tanaman. Pengendalian hama kutu kebul pada budidaya organic dapat dilakukan secara kultur teknis, yaitu menerapkan metode Strip-planting (penerapan tanaman perangkap) dapat ditanam dengan mengelilingi areal budidaya yati dengan tanaman jagung, bunga matahari, kacang panjang, maupun buncis. Pengendalian gulma juga sangat penting karena sebagai inang kutu kebul. Untuk mengurangi populasi serangga bisa melakukan pemasangan alat perangkap yellow trap sebanyak 40 buah/ha. Pengendalian hama tungau bisa digunakan dengan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman yang terserang diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, (melalui pengocoran), maupun melalui penyemprotan. Hama kutu sisik (Pseudococcus sp.) Hama ini menyukai bagian batang atau cabang buah naga yang tidak terkena sinar matahari. Batang atau cabang tanaman yang terserang akan terlihat kusam. Pengendalian hama tungau bisa digunakan dengan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman yang terserang diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, (melalui pengocoran), maupun melalui penyemprotan. Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) Hama kutu batok menghisap cairan batang atau cabang tanaman, sehingga bagian yang terserang berwarna kuning. Pengendalian hama tungau bisa digunakan dengan pestisida nabati 3-4 hari sekali, seperti nimba, tagetes, eceng gondok, atau rumput laut. Untuk memulihkan tanaman yang terserang diberikan nutrisi tanaman organik, baik melalui akar, (melalui pengocoran), maupun melalui penyemprotan. Bekicot Hama ini menyerang tanaman terutama musim hujan. Bekicot menyerang di malam hari dengan cara menggerogoti batang atau cabang tanaman sehingga bagian tanaman terluka berpotensi terinfeksi oleh penyakit sekunder. Pengendalian hama ini dilakukan secara fisik yaitu melakukan pengontrolan lahan, mengambil bekicot yang nempel di tanaman, Semut Semut akan muncul saat buah naga mulai berbunga. Bunga memiliki aroma khas serta mengeluarkan cairan berasa manis. Hama semut menyerang dengan mengerubungi bunga yang baru kuncup, selanjutnya mengakibatkan kualitas buah turun serta harganya pun menjadi rendah. Pengendalian dilakukan dengan menaburkan kapur disekitar batang utama. Sumber Informasi : 1. Penyuluh Pertanian Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi ProvinsiJawa Barat 2. Susilo Astuti Handayani, PP Pusluhtan SUMBER PUSTAKA Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/ BUah Naga. MIM Mojokerto 2013 Depalan Bahan Pestisida Nabati unruk tanaman organic anda. Standard Operating Procedure (SOP, Direktorat Budidaya Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Hortikultura)