Loading...

BUDIDAYA BURUNG PUYUH SEBAGAI ALTERNATIF BISNIS

BUDIDAYA BURUNG PUYUH SEBAGAI ALTERNATIF BISNIS
Keuntungan dari budidaya burung puyuh antara lain : 1) tidak memerlukan modal permulaan yang sangat besar, karena biaya pemeliharaannya juga tidak terlalu besar; 2) burung puyuh cepat menghasilkan telur dan daging; 3) dapat dipelihara oleh anggota keluarga; 4) tempat/kandang yang dibutuhkan tidak terlalu luas; (5) menghasilkan pangan bergizi dan rasanya enak. Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang. Ukuran tubuhnya relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.Usaha budidaya burung saat ini masih sangat prospektif, karena kebutuhan pasar selalu meningkat sementara jumlah produksi masih jauh dibawah kebutuhan. Burung puyuh termasuk jenis unggas yang dikategorikan dalam aneka ternak. Burung puyuh sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat dan telah diusahakan sebagai usaha sampingan maupun usaha peternakan. Burung puyuh mempunyai potensi yang cukup besar sebagai penghasil telur. Ternak burung puyuh ternyata belum berkembang pesat ditengah-tengah dominasi ayam ras, walaupun tidak sebesar ayam petelur, namun ternak burung puyuh telah menjadi sumber penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, budidaya burung puyuh bisa dijadikan sebagai alternatif bisnis yang menguntungkan. Setidaknya budidaya burung puyuh sebagai usaha sambilan sekaligus memberi tambahan pendapatan bagi yang mengusahakan.Burung puyuh merupakan ternak unggas yang dapat dikembangkan ditanah pekarangan yang tidak terlalu luas karena memang kebutuhan kandang burung puyuh tidak terlalu luas seperti unggas yang lainnya. Hasil budidaya burung puyuh yang dapat dijual tidak hanya telur semata, tetapi juga daging burung puyuh tua (afkir) ternyata sangat dibutuhkan oleh pedagang kaki lima, penjual pecel ayam.Beberapa keuntungan dari budidaya burung puyuh adalah tidak memerlukan modal permulaan yang sangat besar, karena biaya pemeliharaannya juga tidak terlalu besar, burung puyuh cepat menghasilkan telur dan daging, dapat dipelihara oleh anggota keluarga, tempat/kandang yang dibutuhkan tidak terlalu luas, burung puyuh menghasilkan pangan bergizi dan rasanya enak yaitu telur dan dagingnya. Permasalahan yang sering terjadi dalam budidaya burung puyuh adalah sedikitnya peternak pembibitan yang dikelola secara industri sehingga DOQ (Day Old Quil) masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan permintaan pasar. Dalam budidaya burung puyuh, kandang bisa didirikan disamping rumah atau pekarangan karena peternakan burung puyuh tidak menimbulkan bau. Peternak bisa mendesain kandang (housing) lengkap dengan lampu, air serta mesin tetas yang siap digunakan untuk pembibitan maupun untuk produksi telur.Budidaya burung puyuh memilki dua periode yaitu Grower (Pertumbuhan) dan layer (Produktif Bertelur). Periode Grower burung puyuh 40 hari, setelah itu maka burung puyuh akan produktif bertelur setiap hari sampai afkhir selama 1,5 tahun. Untuk pemasaran hasil budidaya burung puyuh, peternak biasanya telah memiliki pelanggan dengan para grosir telur burung puyuh, sehingga tidak akan menghadapi masalah dengan penjualan hasil panen burung puyuh. Bahkan penjual telur, dalam hal ini peternak burung puyuh punya posisi tawar yang cukup kuat dalam menjual kepada para pembeli hasil panen burung puyuh dengan harga yang paling baik (Inang Sariati). Sumber : 1) Media Budidaya Ternak Non Ruminansia " Unggas dan Aneka Ternak", Direktorat Jenderal Peternakan 2009.2) https://www.google.co.id/search?q=PUYUH&newwindow=