Durian adalah tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang berbentuk menyerupai duri. Buah durian memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya pada daging buahnya, tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun perlu di ingat juga bahwa makan buah durian dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kadar kolesterol dalam durian juga cukup tinggi.Disisi lain buah durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh. Buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin. Durian juga mengandung gula yang cukup banyak serta sifatnya panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi durian.Buah durian mengandung mineral alamiah yang mudah dicerna oleh tubuh kita. Durian juga mengandung fosfor dan zat besi 10 kali lebih banyak dari buah pisang (mas, ambon, dan beranga). Tapi karena kandungan mineralnya yang tinggi, terutama kalsium dan zat besi, durian dapat menjadi penyebab masalah pada pergerakan usus besar. Bagi yang memiliki riwayat darah tinggi, disarankan untuk tidak mengkonsumsi buah ini bersama dengan alkohol karena dapat menyebabkan stroke. Selain itu, disarankan untuk banyak minum air putih sebelum dan sesudah makan durian untuk menghindari dehidrasi. Pemilihan Lokasi Budidaya DurianTanaman durian akan tumbuh optimal pada ketinggian 50 - 600 mdpl dengan intensitas cahaya 40-50 %, suhu 22-30 0C, dan curah hujan ideal 1.500 - 2.500 mm per-tahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Lama bulan basah 9-10 bulan pertahun. Musim kering lebih dari 3 bulan akan menggangu pematangan buah durian. Akan tetapi, musim kering 1-2 bulan saja justru akan merangsang pembungaan lebih baik. Tanah yang cocok adalah lempung berpasir subur dan banyak kandungan bahan organik, dan pH 6 - 7. Selain itu tanaman durian memerlukan tanah yang dalam dengan drainase baik karena akar durian peka terhadap rendaman air. Perbanyakan Tanaman DurianPerbanyakan durian di desa-desa pada umumnya dengan menggunakan biji (perbanyakan generatif). Perbanyakan dengan biji juga biasa dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya bakal kecambah mati. Dengan demikian biji durian harus segera disemaikan setelah buah dibuka.Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun pada budidaya durian secara intensif pembuahan dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang biasa digunakan adalah pencangkokan, penyusuan, penyambungan samping (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding). Teknik okulasi merupakan teknik yang paling sering dilakukan untuk perbanyakan vegetatif. Saat ini beberapa penangkar durian sudah mencoba menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih berusia muda. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun. Selain itu durian juga memungkinkan untuk diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan). Pengolahan Tanah Budidaya DurianTanah dibersihkan dari sisa-sisa batang serta kayu tanaman sebelumnya. Pembersihan gulma juga harus dilakukan agar tanaman yang baru ditanam tidak terganggu oleh gulma tersebut. Setelah itu dilakukan pembajakan dan pencangkulan agar tanah menjadi gembur. Bila drainainase kurang baik, perlu dibuat parit-parit di sekitar kebun. Penanaman bibit durian dilakukan menjelang musim hujan. Apabila tanah areal pertanaman terlalu asam, maka perlu dilakukan pengapuran. Jika penanaman dilakukan pada skala luas di tempat terbuka, maka diperlukan tanaman pelindung seperti lamtoro, turi, gamal, sengon atau pepaya. Tanaman pelindung ditanam setelah penyiapan lahan. Pembuatan Lubang Tanam Pada Budidaya DurianBuat lubang tanam ukuran 70 x 70 x 60 cm. Pisahkan tanah bagian atas dengan bagian bawah dan biarkan selama 2 minggu. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 kg kemudian masukkan campuran tersebut ke dalam lubang tanam setelah itu tanah bagian bawah dimasukkan kedalam lubang tanan (di atas tanah bagian atas) dan biarkan 1 minggu sebelum bibit ditanam. Penanaman Bibit DurianPenanaman yang ideal dilakukan pada awal musim hujan dengan cara menggali lubang tanam yang berisi campuran media tanam sesuai ukuran bibit. Ambil bibit dan buka plastik atau keranjang pembungkus tanah dengan hati-hati. Tanam bibit sebatas leher akar tanpa mengikutkan batangnya. Siram air secukupnya setelah selesai tanam. Akan lebih baik ditambah pupuk organik cair atau agensia hayati untuk menopang pertumbuhannya. Jarak tanam 10 X 10 m atau 12 X 12 m. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, pada waktu penanaman bibit sebaiknya kita beri naungan untuk menghindari sengatan matahari, guyuran hujan yang lebat juga untuk melindungi tanaman muda dari terjangan angin kencang. Tanah di sekitar tanaman sebaiknya ditutupi dengan dengan jerami kering agar kelembaban tanah tetap stabil. Naungan bisa dibongkar setelah tanaman berumur 3-5 bulan. Pemeliharaan Tanaman DurianPenyiraman Pada Budidaya DurianPada awal pertumbuhan dilakukan setiap hari saat musim kemarau. Pada saat tanaman berbuah penyiraman dilakukan 1 “ 3 kali seminggu di musim kemarau. Kekurangan air akan mengakibatkan kerontokan buah. Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari.Penyiangan Pada Budidaya DurianPenyiangan dilakukan untuk menghindari perebutan unsur hara dan cahaya matahari antara tanaman utama dengan gulma atau tanaman pengganggu. Selain itu penyiangan juga bertujuan untuk menjaga kelembaban areal budidaya durian sekaligus untuk mengurangi inang hama dan penyakit yang berpotensi menyerang tanaman durian. Penyiangan pada tanaman muda harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada akar tanaman.Pemupukan Pada Budidaya DurianPemupukan dilakukan dengan cara menggali tanah sebagai tempat pemupukan di bawah tajuk tanaman. Penggalian tanah jangan terlalu dalam karena dapat merusak perakaran. Pupuk ditabur merata di bawah tajuk tanaman dan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan pada fase awal pertumbuhan sampai tahun ke-3 dengan menggunakan pupuk NPK dengan kadar Nitrogen tinggi. Waktu pemupukan sekali setahun pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Dosis pemupukan per-tanaman yaitu, umur 1 tahun 500 g NPK + 100 g urea, umur 2 tahun 1 kg NPK + 200 g urea, umur 3 tahun 1,5 kg NPK + 300 g urea, umur 4 tahun 2,5 kg NPK. Pupuk organik padat perlu ditambahkan sebanyak 20 “ 40 kg/tanaman setiap tahun. Pemberian pupuk kandang bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk kimia. Untuk menghindari kerontokan buah, pemupukan juga perlu dilakukan pada saat tanaman berbunga dengan dosis 3 kg NPK 15-15-15 + 500 g kalsium per-tanaman.Pemangkasan Pada Budidaya DurianPemangkasan dilakukan pada tunas-tunas air, cabang atau ranting yang sudah mati dan terserang hama penyakit, cabang atau ranting yang tumbuh vertikal, cabang atau ranting yang tumbuh ke arah batang utama, serta ranting-ranting yang tidak terkena sinar matahari. Ketika tanaman mencapai ketinggian 4-5 m, pucuk tanaman dipangkas.Penyerbukan Pada Budidaya DurianBungan durian mekar pada sore sampai malam hari sehingga sangat sedikit serangga yang dapat menyerbuki. Jadi tidak mengherankan jika tidak semua bunga bisa menjadi buah. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pembuahan perlu dilakukan penyerbukan buatan dengan cara menyapukan kuas halus pada bunga yang telah mekar pada malam hari. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas, sebaiknya dalam satu areal penanaman tidak hanya ditanami satu jenis varietas tertentu, tetapi dicampur dengan beberapa varietas lain.Perawatan Buah DurianPenyeleksian buah dilakukan setelah buah durian berdiameter 5 cm. Sisakan dua buah terbaik dengan jarak ideal antara buah satu dengan yang lain sekitar 30 cm. Tanaman durian yang baru pertama kali berbuah sebaiknya dipelihara satu atau dua butir buah. Buah yang sudah mencapai ukuran optimal harus diikat menggunakan tali rafia, agar buah yang telah mencapai matang sempurna tidak jatuh ke tanah, tetapi menggantung pada tali yang sudah dipasang.Pemanenan Buah DurianBuah durian mengalami tingkat kematangan sempurna 4 “ 5 bulan setelah bunga mekar. Waktu petik berdasar tanda-tanda fisik, misal ujung duri coklat tua, garis-garis di antara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah dibengkokkan, ruas-ruas tangkai buah membesar, baunya harum, terdengar bunyi kasar dan bergema jika buah dipukul. Panen dilakukan dengan menunggu buah yang sudah matang jatuh dan menggantung pada tali yang sudah dipasang. Cara lain penen buah durian yaitu dengan memetik atau memotong buah di pohon menggunakan pisau atau galah berpisau. Bagian yang dipotong adalah tangkai buah dekat pangkal batang dan usahakan buah durian tidak sampai terjatuh karena mengurangi kualitas buah. Buah yang dipetik langsung, dianginkan 1-2 hari, kemudian diperam. HAMA PENYAKIT TANAMAN DURIAN Penggerek Batang (Batocera sp., Xyleutes sp.) Hama ini menyerang tanaman durian dengan cara membuat lubang pada batang, dahan, atau ranting. Gejala serangan ditunjukkan dengan tanaman layu, daun kering dan rontok akhirnya mati. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah sanitas kebun serta memusnaskan bagian tanaman yang terserang. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida sistemik berbahan aktif asefat, metomil, atau metamedophos ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran dengan dosis 115-150 g/pohon. Interval 3 bulan sekali. Penggerek Buah (Tirathaha sp., Dacus dorsalis ) Hama ini menyerang tanaman durian dengan cara membuat lubang pada buah. Gejala serangan ditunjukkan dengan buah busuk berulat dan akhirnya rontok. Secara biologi dapat dilakukan dengan aplikasi Beauveria bassiana. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah sanitas kebun serta memusnaskan buah durian yang terserang. Upaya pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida berbahan aktif sipermetrin, klospirifos, profenofos, asefat, metomil, atau metamedophos. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Lakukan penyemprotan 10 hari sekali mulai saat pembentukan buah. Kutu Putih ( Pseudococus sp.) Kutu putih berbentuk bulat dan berwarna kehijauan, seluruh tubuhnya diselumuti lapisan lilin berwarna putih. Hama ini menyerang tanaman durian dengan cara menghisap cairan daun dan menyelubungi buah durian. Serangan pada bunga menyebabkan kerontokan. Kotorannya sangat manis sehingga mengundang semut serta berpotensi menimbulkan penyakit embun jelaga. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Ulat Daun (Papilia sp., Setora sp., Lymatria sp.) Hama tersebut menyerang tanaman durian dengan cara memakan daun hingga berlubang dan rusak. Secara biologi dapat dilakukan dengan aplikasi Beauveria bassiana. Upaya pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan aplikasi insektisida berbahan aktif sipermetrin, klospirifos, profenofos, asefat, metomil, atau metamedophos. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Lakukan penyemprotan 7 hari sekali pada saat ulat baru menetas. Fusarium sp. Penyakit ini merupakan patogen tular tanah dan sangat berpotensi mematikan tanaman. Tanaman terserang menunjukkan gejala layu, jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat. Tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar serta bekas lubang tanam ditaburi kapur. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah mengatur kelembaban tanah, terutama menghindari adanya genangan air di areal pertanaman durian. Secara biologi dapat diberikan Trichoderma sp. atau Gliocladium sp. pada saat persiapan lahan, dan pengocoran rutin 2 minggu sekali. Dapat juga dilakukan dengan pengocoran pestisida organik pada tanah, misal wonderfat dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan. Phytophthora sp. Gejala serangan pada buah terdapat bercak kebasahan berwarna cokelat kehitaman, membusuk serta terdapat miselium cendawan berwarna putih. Buah durian terserak akan rontok. Sedangkan gejala serangan pada batang ditandai dengan adanya luka yang mengeluarkan lendir berwarna merah pada kulit batang. Setelah batang busuk, pucuk-pucuk tanaman akan mengering, daun layu dan rontok, dan akhirnya mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, pengaturan kelembaban areal pertanaman durian dengan cara memperlebar jarak tanam, pemangkasan ranting atau cabang tidak produktif. Secara biologi dapat dilakukan dengan pemberian Thricoderma sp. atau Gliocladium sp. pada tanah untuk menekan pertumbuhan patogen yang masih bersifat saprofit. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Penyakit Bercak Daun Colletotrichum sp.Gejala serangan ditandai dengan adanya bercak-bercak besar kering pada daun tanaman serta mengakibatkan daun tanaman berlubang. Musnahkan daun terserang, lakukan pemangkasan pada ranting atau cabang tidak produktif. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Penyakit Akar Putih (Rigodoporus lignosus) Gejala serangan ditandai dengan adanya daun yang menguning kemudian berubah menjadi coklat sebelum akhirnya mengerut dan gugur. Musnahkan semua tanaman terserang dari areal kebun, gunakan Natural GLIO sebagai pencegahan. Secara biologi dapat dilakukan dengan pemberian Thricoderma sp. atau Gliocladium sp. pada tanah untuk menekan pertumbuhan patogen yang masih bersifat saprofit. Upaya pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf. Dosis/konsentrasi sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Penyakit Jamur Upas (pink disease) Gejala munculnya cairan kuning pada bagian batang terserang dan diselimuti dengan benang-benang jamur berwarna mengkilat berbentuk seperti laba-laba sehingga menyebabkan kematian pada batang. Musnahkan bagian tanaman yang terserang, pengaturan kelembaban areal pertanaman durian dengan cara memperlebar jarak tanam, pemangkasan ranting atau cabang tidak produktif. Secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida sistemik dengan bahan aktif metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan. Penulis : Astiani Asady, SP., MP., (Penyuluh Pertanian Kabupaten Bone)